CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
66


__ADS_3

Dengan berat hati, Lucky memilih menyetujui permintaan Ibu Elsa dan ingin segera menyelesaikannya, hari ini dia banyak pikiran yang sangat menguras energinya. Sambil menunggu bukti dan mencari saksi, dia tidak mau mengambil resiko lagi dengan membiarkan masalah berlarut, hal ini akan mempengaruhi pengunjing yang lain.


Lucky menyerahkan cek senilai lima puluh juta kepada Elsa yang diterima dengan senang hati, namun apabila Lucky menemukan bukti makan Elsa harus mengembalikan cek yang sudah dia terima.


Elsa tidak mempermasalahkan dan segera diambil dan meninggalkan restoran dengan perasaan bahagia. Hanya dengan menaruh daging mentah dia sudah bisa membawa pulang uang lima puluh juta, sungguh hasil yang sangat memuaskan.


"Dasar anak ingusan, mudah sekali dia gue bohongi, untung dia tidak menemukan bukti, kalau sampai dia menemukan bukti bisa mati gue" Elsa keluar restoran sambil memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan selanjutnya


****


Sampai di rumah langsung disambut oleh kedua orang tua, dengan wajah lelah Lucky menghampiri mereka yang sedang berada di ruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi.


Keadaan Lucky yang begitu kusut membuat kedua orang tuanya bertanya-tanya, karena selama ini dia tidak pernah terlihat kusut meskipun dalam keadaan lelah sekalipun. Duduk di samping bundanya, Lucky langsung merebahkan badannya ke sandaran sofa. Karena tidak tahan melihat keadaan sang putra, Rahma langsung bertanya "Tumben, ada masalah apa?" Awalnya Lucky masih bungkam untuk meredam kekesalannya, namun karena tidak ingin membuat orang tuanya tambah panik, Lucky memutuskan untuk bercerita semua kejadian yang terjadi di restoran.


"Hari ini restoran ada sedikit masalah, ada seorang wanita paruh baya yang membuat onar, tapi lucunya sebenarnya dia mencari Ayah" Pras kaget mendengar penuturan sang putra


"Maksudmu apa Luck?" Pras penasaran dengan maksud putranya


"Lucky juga kurang tahu maksudnya apa, pada waktu Lucky sampai di restoran beliau sempat tidak terima jika Lucky yang menemuinya, terus dia berkata " Bukannya restoran ini milik Pras? tapi Lucky tidak bilang kalau Lucky anak ayah. Beliau hanya minta ganti rugi karena Lucky tidak bisa memperlihatkan bukti bahwa bukan dari pihak restoran yang bersalah" Pras dan Rahma mengerutkan dahinya, bahkan selama ini mereka tidak memiliki musuh apalagi mengganggu orang lain.


"Terus kamu kasih Nak?" Rahma bertanya kepada Lucky


"Iya, terpaksa Lucky kasih agar segera pergi dan tidak mengacaukan restoran, kalau dibiarkan takutnya berpengaruh pada pengunjung yang lain, Lebih baik Lucky kehilangan uang dari pada kehilangan pengunjung" Pras sangat kagum dengan pemikiran anaknya lebih baik mengorbankan sedikit dari pada kehilangan pengunjung setia yang pastinya akan memberikan keuntungan meskipun hanya sedikit demi sedikit


"Dia minta berapa banyak?"


"Cuma lima puluh juta, awalnya Lucky meminta bantuan teman untuk mengecek semua CCTV namun sudah di sabotase semua, jadi tidak ada bukti. Kalau karyawan Lucky, tidak mungkin melakukan hal yang tidak terpuji

__ADS_1


"Uang bisa dicari Nak, tapi kalau kepercayaan sekali engkau berkhianat tidak akan pernah dipercaya lagi" Nasehat Rahma untuk memupus semua yang terjadi


"Mandi dan segera turun untuk makan malam bersama" Rahma memerintah anaknya


*****


Di rumah Nia


Nia jalan kaki dari depan komplek sampai rumahnya, karena angkot tidak bisa masuk ke komplek perumahan Nia, sampai di rumah keringat bercucuran yang membuat mamanya mengernyitkan dahi, tidak seperti biasanya terdengar suara motor Lucky yang selalu mengantarnya.


"Tumben tidak terdengar motor Lucky" Mamanya bertanya


"Nia pulang naik angkot Ma, Kak Lucky ada sedikit masalah di restorannya, tadi di telephone terus oleh managernya" Nia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya


"Masalah apa sampai tidak sempat mengantar pulang kamu Dik?" Ryasmi penasaran karena baru kali ini Lucky tidak mengantar Nia sampai rumah


Nia memilh menuju meja makan dan segera mengambil piring dan meneguk segelas air putih untuk menghilangkan dahaga, namun samg mama membentaknya


"Adik, ganti baju dulu baru makan" Dengan perasaan berat, Nia menuruti perintah mamanya masuk kamar dan membersihkan badan juga berganti baju santai


Selesai makan, Nia menghubungi Lucky, namun handphone milik Lucky masih belum bisa dihubungi, karena sudah berulang kali tidak bisa menghubungi kekasihnya, Nia tertidur di sofa depan televisi.


Nalen baru sampai di rumah ketika waktu makan malam, karena merasa sudah sangat lapar, setelah meletakkan tas dan buku di kamarnya Nalen segera turun untuk makan malam yang sudah ditunggu oleh mama, papa dan adiknya


"Dengar-dengar Lucky dapat masalah di restorannya Dik?" Nalen mengajukan pertanyaan kepada adiknya ketika baru saja mendudukkan pantatnya di kursi ruang makan


"Kata Kak Lucky sih begitu, tapi Nia masih belum tahu masalah apa yang terjadi di sana, Mudah-mudahan bukan masalah yang berat" Nalen mendengar masalah yang menimpa Lucky dari Nara, setelah Lucky menyelesaikan dengan memberikan cek kepada Elsa, Nara langsung menghubungi Nalen untuk menceritakan kejadian siang ini, dan mengatakan dia tidak bisa membantu Lucky yang membuatnya sedikit tidak enak hati.

__ADS_1


Flasback On


Dering ponsel menggema di dalam mobil milik Nalen yang tengah berjalan memecah macetnya jalanan yang berisi orang yang pulang dari kantor maupun dari kuliah, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, Nalen memilih menepikan mobil sebelum mengangkat telepon yang sudah berulang kali berbunyi.


"Halo, Assalamu'alaikum" Nalen menyapa


"Wa'alaikum salam, boleh cerita tidak?" Dengan nada manjanya Nara meminta izin untuk bercerita


"Boleh, memangnya mau cerita apa?" Nara mulai menyusun kata -kata untuk bercerita


"Hari ini Lucky dapat masalah, ada seorang wanita paruh baya yang mwmbuat onar di restoran dan parahnya gue tidak bisa membantunya, semua CCTV sudah disabotase dengan mematikannya, sehingga tidak ada bukti, dan yang membuatku masih ada kejanggalan, beliau sebenarnya bukan mencari Lucky namun mencari bokapnya Lucky, tadi dia sempat menolak ditemui oleh Lucky karena mengira dia bukan pemilik restoran, namun setelah manager bicara dan mengatakan dialah pemiliknya, sepertinya ibu itu sedikit kaget. Tapi Lucky tidak bilang kalau sebenarnya dia adalah anak Om Pras, dia akan menyelidiki lagi maksud ibu itu mencari ayahnya, meskipun dia sudah. memberi ganti rugi dengan jumlah nominal yang tidak sedikit"


"Apakah pengunjung itu sudah sering makan di sana?" Nara sedikit berfikir selama dia ikut membantu di rearoran milik Lucky, dia sendiri belum pernah melihatnya


"Apakah kamu ada fotonya?"


"Ada, akn gue kirim ke nomormu"


Flasback Off


"Berarti Kakak ada foto pelakunya?" Tanya Ryasmi


"Ada, ini fotonya" Nalen membuka galeri photo di dalam ponselnya dan memperlihatkan kepada orang tuanya


"Pa, bukannya ini tetangga kita waktu dulu?" Ryasmi merasa tidak asing dengan wajah yang ada di photo


"Sepertinya sih iya, Ma, siapa itu namanya....?" Dewa tampak berfikir mengingat nama tetangganya dulu

__ADS_1


__ADS_2