CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
73


__ADS_3

Manda mendapatkan ucapan selamat dari kebanyakan pengunjung restoran, dia sudah berhasil mendapatkan hadiah eksklusif karena telah memberikan komentar terbaik dari beberapa sample makanan yang dibagikan seharian ini. Bungkusan berlapiskan warna emas dan dihiasi dengan indah, membuat siapa saja yang melihatnya akan sangat bahagia jika berhasil mendapatkannya.


Dengan wajah berseri Manda menerima uluran selamat dari para pengunjung, dia sangat berbangga hati meskipun semua makanan yang telah dia makan keluar, tapi jika dibandingkan dengan hadiah yang kini berada di tangannya mungkin tidak sebanding (Dalam hatinya bersorak kegirangan)


Berjalan menghampiri sang sahabat yang duduk dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Dia mengagetkan dengan menepuk pundaknya dengan cukup keras


"Hai, lo ngelamunin apa sih?" Temannya kaget mendapatkan tepukan di pundaknya yang terasa cukup sakit


"Apaan sih ngagetin saja, tadi ada apa mengapa semua orang mengelilingi lo dan bersalaman?" Manda hanya tertawa mendengar pertanyaan temannya


"Jangan hanya ketawa, bisa tidak lo cerita dulu?"Protesnya


" Gue dapat hadiah eksklusif...... "Soraknya sambil memperlihatkan bungkusan yang ada tangannya


****


Dari meja kejauhan ada beberapa pasang mata yang memperhatikan interaksi mereka berdua yang saat ini merasa sangat bahagia, mereka adalah Lucky dan kawan-kawannya, Lucky sendiri hanya terlihat tersenyum mengejek ke arah kedua orang itu, namun sahabat-sahabatnya termasuk Nia sebenarnya banyak pertanyaan di otak mereka sebenarnya apa yang sudah disiapkan oleh Lucky yang tanpa melibatkan mereka.


"Kalau merasa menang jangan dinikmati sendiri bisa tidak, kami juga ingin tersenyum bahkan tertawa dengan kemenangan yang telak" Danny yang sejak tadi hanya memperhatikan senyum mengejek Lucky berusaha memecahnya


"Nanti juga bakal lo lihat" Hanya kalimat itu lagi yang dia ucapkan


"Dari tadi lo bilang nanti-nanti nyatanya kami belum tahu maksudmu" Makanya perhatikan mereka


"Ogah, merhatiin mereka takutnya malah naksir gue bisa berabe juga" Vicky bicaranya mulai ngaco mencoba menimpali perdebatan kedua sahabatnya

__ADS_1


"Gue yang ganteng ini tidak level dengan mereka yang begitu rendah bertindak" Lanjutnya


Nia yang sejak tadi diam memperhatikan interaksi Manda dan temannya kini ikutan tersenyum setelah memperhatikan lebih detail. Manda yang sudah tidak nyaman hanya sekedar untuk duduk santai mulai beringsut ke kanan dan ke kiri seperti sedang menahan sesuatu.


"Kak Lucky benar-benar kelewatan deh, tidak kasihan apa buat anak orang kesakitan" Danny dan Vicky ikut memperhatikan apa yang tadi sempat mereka abaikan


"Jadi, maksudnya makanan tadi sudah lo beri obat pencahar gitu?" Danny mulai sedikit mengetahui apa yang dilakukan sahabatnya


"Benar gila lo, kalau sampai anak orang masuk rumah sakit bagaimana?"


"Tidak akan separah itu" Lucky menjawab dengan santai


"Tetap saja membuat anak orang tidak nyaman" Vicky menimpali


"Hanya tidak nyaman saja kan, tidak membahayakan nyawa, lagi pula sudah ada yang dimuntahin juga, dia saja tidak mikirin pas berbuat jahat ke cewek gue, biar dia rasain balasannya" Lucky tidak terima ketika mengingat kejadian yang menimpa Nia beberapa waktu yang lalu bahkan sempat ingin memukul Nia di pinggir jalan


"Lo kenapa sih, kayak setlikaan saja berlari ke sana ke sini" Tanya sahabatnya ketika Manda sudah duduk kembali


"Tidak tahu nih, kayaknya perutku bermasalah deh.... Atau jangan-jangan makanan yang gue makan tadi ada..... " Manda tidak melanjutkannya ketika melihat Lucky berjalan mendekatinya


"Hai, Sya.... Apa kabar" Manda menyapa Lucky sambil menariknya untuk duduk di dekatnya


"Hai, kabar baik" Belum juga Lucky selesai bicara Manda sudah berlari lagi mencari toilet untuk menunaikan panggilan alam


Lucky yang baru datang berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi dan bertanya kepada sahabat Manda yang masih duduk tertegun melihat kedatangan Lucky yang tiba-tiba nyamperin mereka "Ada apa, mengapa dia lari-lari"

__ADS_1


Sahabat Manda yang ditanya tergagap mendengar pertanyaan Lucky "Eh.... iya maaf ada apa?"


"Gue tanya... mengapa Manda Lari-larian?"Lucky mengulang pertanyaan yang sama


"Tidak tahu, bahkan ini sudah yang kedua kali dia berlarian, Oh iya kata Manda... Lo pemilik restoran ini, apakah itu benar?"Teman Manda bertanya dengan hati-hati


" Lo percaya dengan omongan Manda, sekarang lo pikir, seberapa besar restoran ini, dengan besarnya restoran ini pasti membutuhkan modal serta operasional yang tidak sedikitkan, kemudian dari mana gue dapat uang untuk menutup semua kebutuhan itu, trus gue dapat modal dari mana, kitakan sama-sama pelajar, lo juga pasti paham"Lucky tidak mau mengakuinya


Nia yang melihat kedekatan antara Lucky dengan teman Manda menjadi sedikit terganggu


"Apakah memang sikap Kak Lucky ke semua cewek memang selalu dekat?" Nia bertanya sambil melempar gulungan-gulungan tissu yang ada ditangannya berulang kali


"Kayaknya sih iya" Danny mencoba menebar bara api dihadapan Nia sekaligus ingin mengerjai sahabatnya


"Oh, jadi kelakuan sebenarnya yang terlihat saat ini" Nia mulai tersulut meskipun hanya mendengar perkataan Danny yang sedikit memprovokasinya


Nia tidak tahan jika hanya melihat dari kejauhan, dia berjalan menghampiri Lucky yang masih duduk santai di meja Manda serta langsung melayangkan pertanyaan kepada Lucky


"Kak Lucky apaan sih, malah enak-enakan ngobrol dengan cewek tidak jelas kayak gini dan ninggalin Nia sendirian?" Lucky yang mendengar hanya bisa tercengang mendapat pertanyaan dari Nia, dalam hatinya berkata "bagaimana bisa gue ninggalin dia sendirian sedangkan dia bersama Danny dan juga Vicky"


(Biasa cowok yang tidak peka dengan sikap cewek, harusnya kalau peka pasti tahu kalau ceweknya sedang cemburu)


Lucky melihat ke arah Danny dan berbicara dengan isyarat "Ada apa?" Danny yang sudah merencanakan hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban "tidak tahu"


Untungnya Lucky segera tersadar dengan apa yang terjadi saat ini langsung mengambil tindakan (maklum otak bisnis, selalu bisa mencari celah untuk mencari solusi)

__ADS_1


"Oh iya, sini sayang, Kakak akan kenalin kamu ke teman kakak waktu SMP dulu tapi orangnya entah kemana, dia pergi begitu saja kita tungguin dulu ya, kamu duduk sini dekat kakak"Lucky menarik kursi yang berada di sampingnya agar Nia duduk di dekatnya


Masih dengan mode cemberut Nia menurut untuk duduk di sana. Manda yang baru datang langsung menarik kursi yang baru di duduki oleh Nia dari belakang dan berbicara keras "Siapa lo beraninya duduk di sebelah cowok gue?" Pernyataan dan sikap Manda membuat Nia dan Lucky kaget


__ADS_2