
"Tidak usah banyak tanya, lo langsung saja datang ke rumah sakit, Nia gue bawa ke sana" Hanya kata itu yang bisa dikeluarkan Pandu untuk mempercepat penanganan Nia, Dia bergegas memasukkan handphone ke celana dan menbawa Nia ke mobil yang sudah disiapkan di depan restoran
"Mbak, bayarnya nanti ya.... " Teriak Pandu sambil berlari meninggalkan tempat dia makan
"Iya, mas... " Jawab manager restoran singkat
Kebetulan tidak jauh dari restoran tersebut terdapat rumah sakit yang lumayan besar dan lengkap, tanpa berfikir lagi Pandu memutar mobilnya dan memasuki pelayanan unit gawat darurat. Ada seorang petugas yang cekatan bergegas mendekati mereka.
Tidak lama, Nia didorong ke kamar unit gawat darurat, Lucky juga memasuki halaman parkir rumah sakit, berlari dengan langkah panjang menuju ruang yang sudah ditempati Nia untuk pemeriksaan.
Tidak ada yang diperbolehkan untuk masuk sekedar menemani pasien, Pandu dan Lucky hanya bisa menunggu tanpa ada yang mengeluarkan sepatah kata. Lucky terlihat sangat marah, mengetahui jika calon istrinya makan dengan Pandu dan kini harus tergeletak tak berdaya diatas bankar dan melalui serangkaian pemeriksaan.
Lucky hanya mondar-mandir dengan gelisah, menunggu dokter keluar dari kamar pemeriksaan. Setelah tiga puluh menit pemeriksaan, pintu mulai di buka dan keluarga seorang suster dan meminta salah satu anggota keluarganya untuk masuk.
"Maaf, silakan masuk anggota keluarga dari Farasya Natania Putri" Suara seorang suster
"Saya Sus, saya yang bertanggungjawab atas pasien" Lucky mengajukan diri sebagai anggota keluarga, karena mereka berdua bukanlah anggota keluarga Nia
"Maaf mas, tapi kok masih anak SMA?" Suster terlihat tidak mempercayai Lucky yang ingin bertanggungjawab atas diri pasie
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau saya masih SMA?" Lucky tampak marah dengan pertanyaan suster tersebut
"Bukannya begitu mas, tapi ini semua demi kebaikan pasien" Lanjut Suster
"Untuk sementara biar saya yang bertanggungjawab, keluarganya belum bisa dihubungi" Lucky semakin dibuat kesal oleh suster
"Saya kira mas cakep yang bertanggungjawab, nyatanya anak kecil yang pasang badan" Gumam suster namun masih bisa didengar oleh Lucky dan juga Pandu
"Maaf Sus, tapi memang dia yang lebih berhak atas pasien, kalau saya orang lain" Sambil tersenyum Pandu meluruskan niat Lucky yang mau bertanggung jawab atas diri Nia
"Baiklah, mari silakan ikut dengan saya, Dokter ingin menyampaikan sesuatu" Lucky mengikuti langkah Suster menuju ke sebuah ruangan dan seorang dokter sudah duduk dengan catatan di tangannya
"Dok, bagaimana keadaan calon istri saya Dok?" Karena sudah cukup lama Lucky duduk di sana namun, Sang Dokter belum juga mengeluarkan sepatah katapun.
Mendengar perkataan Lucky semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut sontak melihat kearah Lucky dengan penuh tanda tanya
"Apakah, pasien hamil?" Dokter tersebut juga tidak kalah penasaran
"Maksud Dokter apa ya? Mengapa Dokter bisa bertanya seperti itu?" Kini Lucky yang dibuat bertanya-tanya dengan pertanyaan Dokter
__ADS_1
"Jangan tersinggung dulu mas, karena menurut informasi awal, pasien tiba-tiba muntah setelah makan sesuatu" Dokter menjelaskan kecurigaannya
"Saya yakin 100 persen dia tidak hamil" Lucky berkata dengan penuh percaya diri
"Maaf, saya kira kalian melakukan kesalahan, karena mas tadi bilang calon istri, sedangkan mas sendiri masih anak sekolah" Dokter tersebut merasa tidak enak dengan pertanyaan yang telah terlontar
"Kami tidak melakukan kesalahan apapun. Lalu bagaimana dengan keadaan pasien saat ini?" Kini Lucky sudah mulai bisa mengendalikan diri, dia sudah tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang berada di ruangan ini mengenai statusnya dengan Nia
"Untungnya pasien segera dibawa kemari untuk mendapatkan penanganan yang tepat, pasien sepertinya muntah dalam jumlah yang tidak sedikit, hingga membuat pasien dehidrasi. Menurut pemerikasaan yang telah kami lakukan, terdapat makanan yang masuk ke perutnya terdapat bakteri, hingga dia mengalami mual dan muntah terus menerus. Namun, untuk memastikan lebih lanjut kami akan melakukan pemeriksaan lagi terhadap darah pasien. Sementara pasien kami harapkan untuk mendapatkan cairan infus sebagai pengganti cairan yang sudah keluar dan beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga"Dokter berkata panjang lebar
"Apakah tidak ada indikadi lain Dok?" Lucky penasaran, karena tidak mungkin restoran terkenal melakukan kesalahan pada makanan yang dihidangkan kepada pelangg*nnya
"Mas, menaruh kecurigaan?" Dokter tersebut bertanya
"Mungkin ada zat-zat yang berbahaya selain bakteri mungkin?"
"Sembari menunggu infus habis kami akan mengirimkan sample darah ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, kita harus sabar menunggu hasilnya" Dokter menjelaskan lagi
"Oh, baik Dok, Terima kasih semoga apa yang saya pikirkan tidak terjadi
__ADS_1