CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
44


__ADS_3

Lucky dengan sigap berbalik badan ketika mendengar Nia berteriak....


Namun untung saja Nia bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga tidak sampai terjungkal, dia bisa meraih sandaran kursi yang berada di depannya.


"Maaf, tidak sengaja aku tidak bermaksud untuk menjegalmu" Orang yang menjulurkan kakinya merasa tidak enak hati dan memilih untuk meminta maaf secara langsung kepada Nia


"Oh, iya tidak apa-apa" Nia menjawabnya dengan tulus dan tidak ingin memperpanjang masalah


Nia masih duduk bersebelahan dengan Lucky, ada beberapa siswa seangkatan Nia yang berucap "Kak Lucky bisa tidak, kakak duduk sini bareng aku?" Dengan suara yang dibuat semanja mungkin


"Kak Lucky pindah dong, aku juga mau duduk dengan Nia" Kata seorang Siswa


"Bagaimana nih Kak, Kakak yang pindah sini ya.... Biar dia duduk di sana" Masih juga berusaha merayu Lucky


"Baiklah, kalian pindah duduk di kursi ini" Perintah Lucky meminta mereka untuk pindah ke kursinya saat ini


Namun mereka tidak sadar bahwasannya mereka di kerjain oleh Lucky. Setelah mereka berada di dekat kursi itu Lucky menarik tangan Nia untuk berdiri dan meninggalkan kursi itu dan mempersilakan mereka duduk di sana


"Silakan kalian duduk di sini" Dengan santainya Lucky melenggang menuju kursi mereka bergantian posisi dengan kedua siswa tersebut


"Hu..... Hu.... " Semua siswa yang berada di dalam bus itu menyoraki kedua siswa tadi yang sudah menyembunyikan muka dengan kedua tangannya.


"Kak Lucky benar-benar sadis" Salah seorang siswa menyeletuk


"Kak Lucky, tidak begini juga kali... masak iya kita hanya bertukar tempat duduk, bukan bertukar pasangan duduk" Siswa yang tadi mulai melayangkan protes kepada Lucky yang sudah mulai menikmati tempat duduknya ya g baru


"Tadi bukannya kalian sendiri yang meminta pinda, ya sudah, silakan dinikmati" Lucky memberikan jawaban yang membuat mereka tidak berkutik lagi


Karena kejadian bertukar tempat duduk, seluruh peserta di dalam bus yang awalnya membuat gaduh, kini berangsur sepi hanya terdengar suara deru bus yang saling bersahutan diselingi dengan suara klakson yang kadang memekakkan telinga untuk menghindari para pengguna jalan yang tidak mau disiplin dalam berlalu lintas.

__ADS_1


"Kak Lucky tega banget, mereka pasti sangat malu... " Nia berusaha bangkit dari kursi barunya untuk kembali ke kursi lamanya


"Mau kemana?" Tanya Lucky penasaran


"Mau kembali ke kursi sana" Jawab Nia singkat


"Duduk bertiga dengan mereka?"


"Siapa bilang, Nia cuma mau ambil tas yang masih tertinggal di sana, karena handphone Nia ada di dalam tas itu"


"Oh kirain mau duduk bertiga dengan mereka"


Nia berjalan menghampiri kursi lamanya, namun dengan suara lantang cowok yang meminta pindah tadi berkata "Oh.... Bidadariku, akhirnya engkau menyadari betapa gantengnya diri ini, dan kau telah tertipu dengan cowok sok kegantengan itu... Silakan duduk bidadariku...." Sambil menunjuk ke arah Lucky cowok itu kemudian berdiri dan membungkukkan badan seperti seorang pelayan yang menghormati majikannya mempersilakan Nia untuk duduk, namun dengan santai Nia mengambil tas yang tergeletak di kursi dan kembali duduk di sebelah Lucky


Sontak kejadian itu mengundang tawa seluruh siswa dan siswa yang membuat keadaan di dalam bus semakin gaduh merasa malu dengan apa yang dia alami.


"Makanya jangan sok kegantengan, kalau dibandingkan dengan Kak Lucky, gue juga pilih dia dari pada dirimu" Celetuk salah seorang siswa


"Sudah-sudah jangan berisik lagi, dia juga teman kalian jangan saling merendahkan" Pak Anwar akhirnya menengahi kegaduhan dan saling ejek diantara mereka.


Keadaanpun kembali tenang, banyak dari siswa itu lebih memilih melanjutkan kembali mimpi yang sempat terputus karena harus makan siang dan sholat dhuhur.


Nia juga sudah mau memasang earphonnya, namun sebelum benda itu menempel sempurna di kedua telinganya langsung ditarik oleh Lucky dengan lembut "Jangan sering-sering pakai earphone" sebenarnya juga tidak masalah asal yang memakainya nyaman, hal itu hanya sebagai alasan Lucky agar dia bisa mengobrol dengannya.


"Tapikan ini terlalu berisik, Nia kepingin mendengarkan musik sejenak untuk sedikit meredakan rasa lelah" Nia mengatakan keinginannya namun malah dicegah oleh Lucky


"Tapi Kakak pengin mengobrol denganmu" Lucky mengutarakan niatnya mengapa dia melarangnya memakai earphone


"Tapi Nia sangat lelah Kak, Nia ingin istirahat sejenak"

__ADS_1


Lucky merasa tidak enak hati akhirnya dia memilih untuk mengembalikan earphone milik Nia dan duduk tenang sambil memejamkan mata, dia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya juga.


Setengah jam kemudian mereka sudah berada di alam mimpi mereka masing-masing tanpa ada yang mengganggu hingga sampai di sekolah dan seluruh siswa sudah berduyun-duyun mengambil tas dan meninggalkan bus.


Nia meregangkan otot-ototnya sejenak untuk melepaskannya sebelum turun mengambil tas miliknya, namun ketika dia menyadari ada sebuah hoodie yang menempel di badannya dia sangat kaget dalam hatinya berkata "kapan gue pakai selimut hoodie?" " Ini pasti milik Kak. Lucky"


Orang yang sejak tadi berada di sampingnya ternyata sudah turun dan mengambil barangnya di bagasi bus, selain dia mengambil miliknya sendiri, tas milik Nia juga sudah di tangannya serta menyerahkan kepada Nalen yang sudah setia menunggu kepulangan Nia


"Terima kasih Luck, terus orangnya mana? Mengapa hanya tasnya yang lo bawa?" Tanya Nalen


"Masih tidur di dalam, habisnya nyenyak banget tidurnya, jadi gue tidak mau mengganggunya" Tanpa menunggu Lucky bicara Nalen langsung masuk ke dalam bus yang hanya menyisakan Nia yang masih setia di alam mimpinya hingga tak sadar seseorang menyelimuti pakai hoodie. Nalen memilih menunggu di kursi belakang


Setelah meyakinkan adiknya sudah terbangun, Nalen tersenyum melihat tingkah adiknya yang turun mencari-cari barang miliknya, berjalan mendekatinya, Nalen berkata "Barang Adik semua sudah ada di mobil kakak"


Nia terjangkau mendengar seseorang bicara di belakangnya, karena dia sedang fokus mencari-cari tasnya tapi malah dikagetkan.


"Astaghfirullah Kak Nalen..." Nia berbalik dan memukul Kakaknya yang telah mengusilinya dengan membuatnya kaget.


"Makanya jangan kebanyakan molor, kalau tadi terbawa oleh bus lagi bagaimana? Nalen mengejek adiknya yang kebanyakan tidak sadarkan diri ketika di dalam bus


"Jadi, ini milik Kakak?" Tanya Nia sambil memperlihatkan hoodie di tangannya


"Kalau bukan milik Kakak, kamu ngarepin miliknya siapa?" Nalen masih saja menggoda adiknya yang sudah merasa tidak mood lagi untuk bergurau memilih meninggalkan Nalen berjakan cepat menuju mobil milik Nalen yang sudah terparkir di dekat taman sekolah


Dengan sedikit kasar Nia membuka dan masuk ke dalamnya dan lagi-lagi dia membanting pintu mobil milik Nalen karena kakaknya telah membuat moonya hilang. Nalen juga langsung mengikuti pergerakan Nia dan duduk di depan kemudian memilih untuk segera melakukan mobilnya meninggalkan area sekolah. Namun baru sampai gerbang Nalen melihat seseorang yang sedang duduk di seberang jalan sambil menikmati minuman di genggamannya


Nalen tersenyum sekilas dan terlihat oleh Nia


"Kakak kenapa senyum-senyum sendiri?"

__ADS_1


"Siapa bilang, Kakak senyum-senyum" Nalen membela diri


__ADS_2