CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
85


__ADS_3

Handphone Nia berbunyi ketika dia belum selesai bicara dan terpaksa harus mengangkatnya dahulu. Menjauh dari meja makan Nia mulai berbicara dengan sang penelphone.


"Nia, kamu sibuk tidak?" Setelah diangkat oleh Nia, orang di seberang mulai berbicara


"Tidak, memangnya ada apa?" Sebenarnya malam ini Nia mau istirahat di rumah setelah seharian ini menemani Rahma


"Bisa bertemu tidak?"


"Bisa, kapan dan di mana"


"Nanti akan gue kabarin lagi"


"Tapi jangan mendadak ya, karena gue harus menyelesaikan tugas sekolah"


"Ok"


Selesai menelphone Nia kembali ke meja makan dan menyelesaikan makan yang tertunda. Belum juga Nia mendudukkan pantatnya sudah diberondong pertanyaan oleh Rahma.

__ADS_1


"Bagaimana Nia?" Rahma mengingatkan pertanyaannya yang belum sempat dijawab oleh Nia


Nia melihat sekilas ke arah Lucky namun sayangnya Lucky malah memalingkan pandangannya ke arah lain dan tidak ingin mempengaruhi jawabannya.


"Kamu tidak usah melihat ke arah Lucky kalau kamu meminta pendapatnya sudah pasti jawabannya " DENGAN SENANG HATI" Rahma menekankan kata Dengan Hati dengan melirik ke arah sang putra sambil mengerlingkan matanya


"Em...... " Nia menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk memberikan jawaban


"Ayolah..., kalian juga sudah dewasa lagi pula Lucky pasti akan bertanggung jawab kok, mau ya.... Ya... ya... " Rahma masih berusaha membujuk Nia agar dia menjawab dengan kata "Ya"


Setelah beberapa menit dan dengan usaha Rahma yang tidak kenal menyerah untuk memprovokasi Nia yang masih bimbang, akhirnya Nia menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan keinginan Rahma.


****


Di rumah Nia


Ryasmi, Dewa dan Nalen, mereka tidak mengira jika anak perempuannya akan segera dipinangoleh seorang lelaki yang masih sangat belia usianya, bukan mereka merendahkannya kemampuan dalam membiayai kehidupan putrinya kelak, namun mereka masih meragukan kedewasaan berpikir keduanya.

__ADS_1


"Sudahlah Ma, mungkin semua sudah jalannya anak kita, yang terpenting mereka tidak melakukan kesalahan dan juga tidak melakukan hal-hal negatif" Dewa memberi pengerrtian kepada istrinya


"Lagi pula kita juga sudah mengenal keluarga mereka dan mengetahui bagaimana sifat dan sikapnya terhadap keluarga kita, Papa juga tidak enak hati jika menolaknua, kamu tahu sendiri mereka selalu membantu keluarga kita ketika kesusahan" Dewa masih meneruskan perkataannya, Ryasmi dan Nalen hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda mereka setuju dengan perkataan Dewa tentang keluarga Lucky selama ini.


"Mama akan ridho jika ayah juga ridho" Dewa juga meridhoinya jika itu yang terbaik untuk kedua keluarga


"Nalen juga akan mendukung apapun yang Mama dan Papa putuskan, Nalen juga percaya jika Lucky adalah sosok lelaki yang bertanggung jawab" Nalen mengutarakan pendapatnya tentang siapa Lucky yang dia kenal selama ini


"Ayah juga setuju dengan pendapatmu, kalau dia tidak bertanggung jawab, mana mungkin dengan usianya yang masih belia sudah mampu mengembangkan rumah makan yang kecil menjadi sebuah restoran dengan passion yang cukup tinggi dan berkelas" Dewa memuji calon mantu tentang kehebatannya dan kegigihannya dalam mencapai sebuah kesuksesan, meskipun masih bisa dibilang cukup sukses tapi diusia Lucky yang sekarang sudah termasuk remaja yang sukses


Nia diantar oleh Lucky menggunakan mobil karena hari sudah malam dengan cuaca yang mendung, mereka tidak mau ambil resiko kehujanan jika nekat memilih memakai motor, meskipun sebenarnya mereka lebih senang mengendari motor. Memasuki gerbang rumah Nia dan terlihatlah Orang tua Nia dan juga Nalen yang sedang bercengkerama di teras rumah layaknya keluarga yang harmonis,


Mereka menghampiri dengan menyalami dan juga duduk bersama mereka ikut mengobrol santai sebelum Lucky mohon diri.


"Oh iya Luck, bagaimana dengan usahamu?" Pras bertanya basa-basi membuka pembicaraan dengan calon mantu


"Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik Om" Jawab Lucky tanpa ada yang ditutupi

__ADS_1


"Masih stabilkan? Tidak ada penurunan performa dan kalah dengan restoran lain?" Masih saja Dewa mencari topik pembicaraan yang tepat


"Meskipun dulu sempat terjadi penurunan karena peristiwa waktu itu, kini alhamdulillah semua sudah kembali seperti semula serta ada beberapa fasilitas yang selalu di perbaiki dan ditingkatkan agar pengunjung tidak bosen dengan interior yang monoton" Bukan mau menyombongkan diri, namun begitulah yang dilakukan oleh Lucky selama mengelola restoran miliknya


__ADS_2