
Pras mengajak Pandu ke belakang untuk menghindari perdebatan yang berkepanjangan dan mengakibatkan pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu, serta untuk menghindari pergunjingan dari para tamu yang datang demi menjaga nama baik kedua keluarga.
Pandu mengikuti Pras dengan hormat, sesampainya di ruang keluarga, Pras mengajak Pandu untuk bicara.
"Pras, bukannya Om tidak menghargai kamu, tapi Om minta kamu menahan amarah kamu sampai acara ini selesai, setelah itu kamu bisa meminta penjelasan kepada Lucky dan Nia apa yang sebenarnya terjadi, jangan sampai ada penilaian buruk terhadap keluarga kita" Pras memulai pembicaraan dengan keponakannya yang baru saja tiba dan harus disuguhkan kejadian yang menurutnya tidak baik
"Tapi Om, Pandu jujur ingin menjaga Nia sepenuh hati Pandu" Naluri remajanya masih sangat tinggi dan belum bisa berfikir dewasa
"Om tahu, kamu sangat menyayangi Nia. Tapi, kamu sendiri sudah tahu jika saat ini Nia adalah seorang istri yang sah untuk Lucky, dimana semua tanggung jawab ada di tangan Lucky. Kita harus menghargainya meskipun kamu belum bisa menerimanya, namun Om berharap kamu bisa menerima dengan tulus dan menganggap Nia sebagai adik yang memang perlu kami lindungi"Pras berkata panjang lebar untuk menenangkan Pandu
"Om tadi dengar juga kan, kalau Lucky ke dalam mencari Nia agar bertemu dengan Pandu, tapi mengapa lama dan membuat Nia menangis? Bukankah dia yang mempunyai keinginan yang besar untuk bisa menikahi Nia?" Pandu masih belum bisa menerimanya
Lucky dan Nia memilih untuk menghampiri Pras dan juga Pandu yang sedang berdiskusi. Mereka ingin meluruskan agar tidak terjadi masalah yang berkepanjangan dan menjadi salah paham.
"Kak Pandu, tolong dengarkan Nia, Sebenarnya semuanya salah Nia yang berjalan tidak melihat jalan hingga piring bekas kami makan yang diletakkan Kak Lucky dekat dengan tembok Nia tendang dengan keras karena ingin bertemu dengan Kak Pandu, Nia kangen dengan Kak Pandu, hingga ketika Kak Lucky bilang kalau kakak di sini, Nia ingin segera bertemu"Nia menjelaskan kejadian yang sebenarnya
"Lalu, mengapa Lucky lama kalau hanya mencarimu?" Pandu masih belum menerima alasan Nia
"Perut gue yang lapar membuat gue melupakan tujuanku mencari Nia, karena melihat Nia yang sedang menikmati makanan, membuat gue bergabung dengan Nia untuk ikut makan di piringnya, namun karena makanan yang masuk ke perutku baru sedikit, akhirnya gue ambil lagi dan kita habiskan bersama, setelah kenyang gue baru ingat tujuan gue mencari Nia untuk bertemu denganmu" Lucky ikut menjelaskan kejadian yang sebenarnya
"Nah, sekarang semua sudah jelas, bahkan Om tadi juga sangat kecewa dengan perilaku Lucky, namun Om mencoba untuk menunggu waktu yang tepat untuk mendengar alasan mereka. Karena kita sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi maka sekarang sudah tidak ada salah paham lagi"Pras mengakhiri kesalahpahaman ini dengan mengajak mereka untuk ke depan bergabung dengan tamu yang lain
__ADS_1
*****
Manda mendengar berita dari seseorang yang mengatakan bahwa saat ini ada keramaian di kediaman Lucky, namun dia tidak memastikan sedang ada acara apa. Manda mengeluarkan mobilnya, melaju dengan kecepatan di atas rata-rata hingga mengganggu pengguna jalan yang lainnya dan menyebabkan Manda mendapat cacian dari pengguna jalan lain.
"Hei... ini jalan bukan milikmu, Hati-hati bisa tidak" Teriak salah satu sopir yang hampir diserempet oleh mobil Manda, namun Manda sama sekitar tidak peduli
"Hormati dong pengguna jalan yang lain, jangan seenaknya menginjak pedal gas, ini di jalan raya bukan di sirkuit balap" Umpat sopir yang lain
Setelah melalui jalan raya, Manda sudah memasuki jalan menuju komplek kediaman keluarga Lucky, dia mulai mengurangi laju kendaraannya sambil memantau keadaan sekitar rumah Lucky, dia tidak berani untuk masuk untuk memastikan acara yang berlangsung saat ini.
Ketika ada seorang tetangga Lucky yang melintas, Manda menghentikan dan bertanya kepada mereka "Pak, boleh tanya tidak?" Manda bertanya tanpa berniat turun dari mobilnya
"Mbak, kalau mau tanya bisa turun dan matikan mesin mobil dulu tidak?" Salah seorang yang melintas berusaha mengkritik
"Buru-buru tapi mengapa menanyakan kegiatan rumah orang? Kalau tidak ada maksud jahat, tidak mungkin menanyakan orang lain, lagi pula kalau seandainya mbak saudara dari keluarga Pak Pras pasti tahu sedang ada acara apa di rumah beliau, sebaiknya mbak segera pergi sebelum warga di sini mengusir mbak" Seorang warga juga curiga dengan keberadaan Manda di komplek mereka
"Tapi saya kenal dengan keluarga mereka Pak" Manda masih saja mempertahankan keberadaannya di sini
"Hanya kenal saja kan? Orang yang berniat jahat juga biasanya kenal dengan orang yang ingin dijahati" Komentar seorang lain lagi yang bertubuh sedikit gempal
Manda semakin dongkol dengan ocehan orang-orang yang tinggal di lingkungan rumah Lucky, hingga dia tidak tahan lagi dan bergegas pergi meninggalkan komplek perumahan tanpa ada hasil yang memuaskan.
__ADS_1
"Dasar orang-orang sialan, apa mereka buta, orang cantik begini dibilang orang jahat" Manda mengomel sendirian
Manda mengambil ponsel dan mencari nomor seseorang.
"Hallo Andi, lo tahu tidakdi rumah Lucky ada acara apa?" Manda langsung mengajukan pertanyaan ketika telepon di seberang mulai diangkat
"Mana gue tahu, memangnya gue ajudan mereka?" Andi yang mendapat pertanyaan todongan menjawab dengan seenaknya
"Bukannya akhir-akhir ini kalian sering bertemu?" Manda mengetahuinya karena beberapa kali mereka bertemu dan mengobrol dengan santai
"Bertemu bukan berarti harus tahu semua kegiatannya juga, gue juga tidak ingin memcampuri urusan orang lain" Andi semakin gusar dengan arah pembicaraannya dengan Manda
Andi segera mematikan telepon secara sepihak, yang membuat Manda semakin naik pitam "Orang-orang yang tidak bisa diandalkan, buat apa mengeluarkan uang banyak tapi pekerjaannya tidak selesai dan tanpa hasil, lebih baik gue menyelidiki sendiri" Manda mengumpat dalam hati sambil memukul setir mobilnya
Kali ini Manda mencari Farhan kekasihnya, dia tahu jika antara Farhan dan juga Lucky dulu mereka bersahabat, dalam benaknya tidak mungkin jika Farhan tidak mengetahui acara yang sedang berlangsung di rumah Lucky.
Manda mendatangi restoran milik orang tua Farhan, karena Farhan yang bertanggungjawab atas berjalannya restoran diwaktu siang sampai sore, setelahnya menjadi tanggung jawab orang tuanya. Manda menuju kantor pribadi Farhan dan segera mengetuk pintunya. Farhan sedang menyelesaikan pekerjaannya yang lumayan banyak, dia merasa senang kekasihnya bisa mengunjunginya karena biasanya tidak pernah ada waktu kecuali saat diajak belanja atau makan Manda baru menyempatkan waktu untuk mengunjunginya.
"Say*ng, sibuk tidak?" Manda menghampiri dan melingkarkan tangannya di bahu Farhan
"Biasa, memangnya ada apa? Tumben siang-siang ke sini, butuh uang berapa?" Farhan yang tahu sifat kekasihnya serta merta langsung menawarkan uang
__ADS_1
"Tidak Say*ng, saat ini tidak butuh uang, tapi mau bertanya sesuatu" Manda masih bergelayut manja sambil berbicara manis
"Tanya apa?"