
Setelah menarik Nia dengan paksa dan hampir jatuh, Manda langsung merangkul lengan Lucky dengan erat seolah-olah mereka adalah benar-benar pasangan. Melihat perlakuan Manda terhadap Lucky, Nia juga tidak mau kalah dengan aksi Manda, sifat manjanya yang selama ini hanya dia perlihatkan kepada Nalen dan kedua orang tuanya entah mengapa kini tanpa dia merasa malu menunjukkan kepada Lucky "Sayang, aku ingin dipeluk dong...." Nia mendekati Lucky serta menggoyang-goyangkan tangannya dengan wajah dibuat seimut mungkin dan senyum yang tidak pudar dari bibirnya
Lucky terperangkap rayuan Nia, dicubitnya hidung milik Nia kemudian menarik kepalanya ke dalam dadanya tak lupa kecupan kecil mendarat di puncak kepala Nia, untuk semakin membuat Manda terasa panas Nia melingkarkan erat kedua tangannya ke pinggang Lucky. Sikap yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Lucky, ada yang bermanja-manja dan ingin diperhatikan kini ia dapatkan, tanpa berpikir panjang Lucky akhirnya mengajak Nia untuk meninggalkan Manda dengan menggenggam erat tangan mungkin Nia sembari mengecup tangannya beberapa kali.
Manda yang melihat di depan matanya langsung bahkan dia tidak di anggap sama sekali kebaradaannya, membuatnya sangat geram. Dengan mengepalkan kedua tangannya di berlari mecoba mengejar Lucky dan Nia yang kini telah berada di luar restoran dan hendak menaiki motornya. Namun baru sampai di pintu keluar, Manda dicegat oleh sekuriti "Mbak maaf, mbak diminta ke kasih terlebih dahulu sebelum keluar restoran"
"Gue tidak akan lari, gue juga mau bayar tapi sebelum gue bayar tolong beri jalan untuk gue, karena ada masalah yang lebih penting dibanding hanya sekedar membayar makanan yang telah kami makan" Namun yang namanya karyawan pastinya akan membantu sang majikan
"Kalau mbaknya tidak ada keinginan untuk tidak membayar pasti mbak bayar dulu sebelum keuar restoran bahkan tidak mungkin keluar dengan berlarian kayak gini" Manda semakin geram dengan perlakuan dari satpam juga memuncak emosinya disaat bersamaan dia melihat keromantisan antara Lucky dan Nia yang masih berlanjut, Lucky memakaikan helm dan juga jaket untuk Nia, setelah selesai Lucky sempat mengelus kedua pipi Nia dengan tatapan mata yang lembut. Tidak sampai di sini Lucky memegangi tangan Nia ketika hendak naik ke motor, Nia merasa melambung tinggi dengan perlakuan Lucky yang tidak seperti biasanya, sekarang lebih dan lebih perhatiannya meskipun dulu juga perhatian tapi tidak seperti saat ini.
Manda berlari masuk kembali ke dalam restoran dan segera menuju ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran serta ingin segera berlari meninggalkan restoran karena merasa sesak di dadanya menahan rasa emosi disertai cemburu yang begitu besar.
__ADS_1
Semua tindakan Manda tak lepas dari mata kamera milik kedua sahabat Lucky, Danny dan Vicky yang masih berada di dalam restoran menghabiskan makanan yang tersedia di meja mereka.
*****
Masih setia dengan memeluk erat pinggang Lucky, Nia duduk diboncengan motor milik Lucky entah kemana tujuan akhirnya, Nia hanya mengikuti yang berada di depan sebagai penguasa kemudi motor.
Lucky tersenyum melihat kedua tangan mungil Nia yang masih setia bertengger dengan manis di pinggangnya namun siapa sangka anpa disadari oleh Lucky orang yang duduk dibelakang yang memeluknya dengan erat pinggangnya kini tengah berada di alam lain, tengah tidur bersandar dipunggungnya, dia mengira Nia masih melanjutkan keromantisan yang sejak tadi dibuatnya. Hingga ada orang yang memperingatkannya agar hati-hati karena adiknya tidur dengan nyenyak.
Lucky menepikan motornya dan mencari tempat pedagang kaki lima yang teduh, agar bisa istirahat barang sebentar agar Nia tidak sampai terjatuh di tengah jalan.
"Sudah sampai ya Kak?"Lucky merasa kecewa dengan panggilan Nia yang kembali seperti semula
__ADS_1
"Sayang, kita istirahat dulu ya.... takutnya nanti kamu jatuh" Mendengar Lucky memanggilnya dengan sebutan sayang, Nia tertawa terbahak-bahak
"Kenapa tertawa?" Lucky mengernyitkan dahinya mendengar Nia tertawa
"Nia tidak sedang bermimpikan..." Sambil menepuk pipinya beberapa kali Nia melontarkan pertanyaan kepada Lucky
"Tidak, sudah ayo duduk dulu" Lucky masih menggenggam erat tangan Nia dan mengajaknya untuk berteduh di bawah pohon sambil menikmati minuman yang sudah dipesan oleh Lucky kepada pedagang kaki lima
"Kak, minumannya segar banget, enak lagi" Nia menyeruput sedikit minuman yang telah tersaji dihadapannya dan tanpa sadar dia menyodorkan sendok ke mulut Lucky "Kakak cobain dulu, pasti suka" Tanpa menyiakan-nyiakan kesempatan Lucky membuka mulutnya dan menerima suapan demi suapan minuman yang disodorkan Nia hingga hampir tandas
"Terima kasih sayang, esnya enak kok" Nia mulai sadar ternyata sejak tadi dia tidak memasukkan sedikitpun minuman ke mulutnya sendiri "Nih Biar Kak Lucky yang nyuapin kamu"Mulai menyuapkan minuman ke mulut Nia
__ADS_1
Nia yang mendapatkan perlakuan manis dari Lucky, Nia merasa melambung tinggi menikmati momen-momen yang romantis yang awalnya hanya mereka gunakan untuk memprovokasi Manda malah berlanjut hingga tidak terlihat oleh Manda lagi.