CERITA CINTA ANAK SMK

CERITA CINTA ANAK SMK
127


__ADS_3

Nia menuruti perkataan orang tuanya untuk tetap di tempat sampai selesai prosesi. Belum juga petugas pencatat pernikahan selesai menata dan menuliskan identitas yang belum lengkap, Nia saat ini berlari meninggalkan kumpulan orang-orang yang berada di ruang tamu keluarga Lucky menuju ke toilet. Dia sudah tidak bisa menahan rasa mulas di perutnya, orang yang berada di sana mengira jika Nia hanya berpura-pura ke toilet untuk mengukur waktu, namun pada kenyataannya perut Nia memang sakit jika lebih lama lagi tidak dia keluarkan hajatnya.


"Dik, kamu bisa keluar tidak, jangan membuat malu Mama dan Papa" Nalen yang mengikuti arah lari Nia berusaha mendobrak pintu toilet


"Perut adik beneran sakit Kak, kalau tidak percaya masuk saja, lagi pula pintunya tidak Nia kunci kok" Nia menjawab dari dalam toilet


"Kamu tidak usah pura-pura, kakak yakin kamu hanya membual untuk menghindari acara ini kan..." Nalem masih saja tidak beranjak dari depan toilet namun juga tidak berniat untuk membuka pintu yang berada di depannya


Baru saja Nalen diam terdengar suara aneh dari dalam toilet, yang membuat Nalen berteriak "Adik..... Kamu apa-apaan sih, anak gadis kentut sembarangan seperti itu, mana suaranya keras lagi, dasar adik jorok" Nalen masih saja ngomel membuat Nia tertawa cekikikan di dalam sama karena sudah merasa lega, selain itu juga sudah membuat kakaknya jijik dengan tingkahnya


"Mengapa juga kakak masih berdiri di situ, bukannya Nia sudah bilang tidak bisa ditahan, masih saja nunggu di depan pintu" Nia keluar dari toilet sambil tersenyum menang dihadapan Nalen


Dari arah ruang tamu, Dewa dan Pras berjalan beriringan menuju ke toilet. Pras berkata "Kalau Nia tidak mau keluar dobrak saja pintunya Len" namun dengan suara yang rendah


"Tidak usah Om, lagi pula adik sudah keluar kok" Nalen berhenti tepat di depan papanya dan menolehkan kepalanya ke arah Nia yang sudah keluar dari toilet


"Kamu kenapa Dik? Mau berulah lagi? Memangnya adik tidak malu dengan yang sudah adik lakukan hingga kita harus melakukan ini?" Dewa terlihat marah menghampiri anak gadisnya


"Tapi, Nia tidak melakukan apa-apa Pa..." Nia masih ingin membela diri


"Bagaimana bisa tidak melakukan apapun? Sudah membuat malu orang tua, malah mau tidak nurut, mau jadi apa kamu?" Dewa bertambah gusar mendengar Nia beralasan.


Nia berjalan dengan menghentakkan kakinya hingga terdengar ke ruang tamu, semua mata tertuju pada Nia yang terlihat cukup kesal.

__ADS_1


Dengan pelan Dewa menggandeng anak gadisnya berjalan menuju ruang tamu ya g sudah banyak orang-orang asing yang tidak Nia kenal, agar para tamu tidak fokus pada mereka lagi.


Nia duduk di samping Lucky yang kini sudah berganti baju koko putih dan juga berpeci duduk dengan khidmat di depan penghulu yang sudah siap. Nia begitu kagum melihat wajah Lucky saat ini, meskipun mereka sering bersama, namun dia jarang melihat Lucky berbaju koko dan berpeci, hal itu menambah kadar ketampanan Lucky yang sebenarnya sebelumnya sudah terlihat tampan. Jantung Nia semakin berdetak kencang antara dia grogi dan juga bertambah rasa kagumnya terhadap sosok Lucky.


Dalam hatinya dia tidak menyangka bahwa calon suaminya begitu sempurna. Pantas saja Manda sangat terobsesi dengannya (Batin Nia). Tidak hanya Nia yang terpana dengan ketampanan Lucky yang dipersiapkan dengan sempurna untuk momen yang istimewa baginya ini, namun Danny dan Vicky juga dibuat berdecak kagum meskipun hanya menggunakan pakaian yang sangat sederhana. Wajah yang bersih meskipun tidak putih namun terlihat terawat, tinggi yang di atas rata-rata orang Indonesia, badan yang tegap meski tidak atletis, dada yang bidang membuat sempurna penampilannya kali ini.


"Baru kali ini gue lihat Lucky setampan ini, padahal cuma pakai baju koko serta peci, tapi benar-benar sempurna" Danny yang sejak tadi memperhatikan Lucky yang duduk khidmat di depan penghulu bergumam sendirian


Menurut Danny suaranya sudah sangat pelan, namun ternyata Vicky juga mendengarnya ikutan berkomentar "Benar banget, kemana saja kita selama ini, yang tidak pernah melihat ketampanan Lucky"


"Sudah Pak, silakan dimulai" Dewa mempersilakan Penghulu memulai semua prosesi yang harus dilalui


"Baik, Terima kasih" Ucap penghulu


Penghulu sedikit memberikan ceramah singkat untuk kedua calon pengantin yang masih sangat muda dan perlu banyak bimbingan untuk mengarungi kehidupan rumah tangga yang sebenarnya.


"Siap Pak" Jawab Lucky tegas tanpa ada keraguan sedikitpun


"Kamu masih sangat muda tetapi ketegasanmu tanpa sedikitpun keraguan Insya Allah akan membawa kalian ke kehidupan yang bahagia kelak" Mendengar jawaban Lucky, penghulu juga sangat kaget melihat anak yang baru lulus sekolah menengah atas namun tidak ada keraguan sedikitpun untuk mengembangkan tanggung jawab yang sangat besar


Ijab qobul berjalan lancar tanpa ada hambatan sama sekali, dengan satu tarikan nafas, Lucky mengucapkan janjinya kepada Allah dan juga orang tua Nia yang disaksikan oleh Penghulu dan juga saksi-saksi tetangga, kerabat dekat. Semua terlihat sangat sakral dan khidmat meski dengan persiapan yang kurang maksimal.


Rahma dan Ryasmi berlinang air mata menyaksikan anak-anak mereka yang kini sudah sah menjadi suami istri, baik secara agama maupun secara hukum. Tanggung jawab mereka kini bertambah harus mengarahkan anak-anak untuk menjalani kehidupan berumah tangga yang tidak mudah.

__ADS_1


Ucapan selamat dan do'a mengalir dari semua orang yang datang ke acara ini. Tidak terkecuali sahabat Lucky dan juga Nara yang tadi di ajak ole Nalen untuk menghadiri acara istimewa adiknya.


"Wah, gila ganteng banget Lo, selamat ya..... keinginan terbesarmu sudah terpenuhi, semoga langgeng" Danny menyalami Lucky sambil memberi selamat


"Nia, beruntung banget hidup lo, dapat suami sukses, ganteng, lebih dari sempurna, wanita mana yang tidak bahagia mendapat suami seperti Lucky, mengapa pakai drama menghindar segala, Lo mau suami Lo diambil orang?" Danny mulai menggoda Nia yang saat ini berdiri tepat disamping Lucky dengan senyum yang selalu terukir dibibirnya semenjak Lucky selesai mengucap Ijab qobul.


"Siapa yang menghindar?" Nia tidak tidak mau disebut pengecut


"Tadi mengapa lari ke belakang?" Danny masih memburu pertanyaan ke Nia


"Tadi, perut Nia sakit beneran, tidak ada rekayasa. Kalau tidak percaya tanya saja Kak Nalen" Nia juga semakin ngotot mempertahankan diri


"Sudah, bisa gantian tidak!?" Vicky yang berada di belakang Danny segera melerai mereka berdua sebelum terjadi perang Dunia ketiga


"Apaan sih, iya sebentar" Danny yang sebenarnya masih ingin menggoda kepolosan Nia menjadi naik darah


"Lo tidak mau makan? Memangnya Lo tidak lapar? Buruan makanan habis baru tahu rasa Lo" Vicky berlagak seperti orang yang kelaparan demi menghentikan aksi Danny


Keduanya segera meninggalkan kedua mempelai dan segera mengambil makanan. Nia dan Lucky juga segera mengambil makanan untuk mereka sendiri, karena acara kali ini bertema bebas, tidak ada kursi pelaminan atau apapun itu, yang ada hanya sebuah meja untuk ijab qobul, makanan hanya diletakkan di meja makan yang bisa memuat banyak makanan dan ditambah satu meja yang di datangkan dari restoran Lucky.


"Kak, ada yang aneh tidak?" Nia tiba-tiba menarik tangan Lucky dan bertanya


"Apanya yang aneh, aneh sekarang kita sah menjadi suami istri?" Tanya Lucky

__ADS_1


"Bukan itu, tapi mengapa semua yang dibutuhkan sudah siap, apakah itu tidak aneh menurut Kakak?" Nia merasakan kejanggaln, karena tidak mungkin jika acara ini dilaksanakan dengan mendadak


"Tidak ada yang aneh, lebih baik kita makan, Kakak sudah lapar, Kakak tidak ingin jika kamu nanti yang Kakak makan" Lucky tidak mau membahas hal yang mencurigakan menurut Nia, karena saat ini dia ingin menikmati kebahagiaannya


__ADS_2