Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 11 (SEBELAS)


__ADS_3

"Lama?" Ucap riki tiba tiba


"Gk kok"


"Lo kuat?" Tanya riki pada atri, atri mengangguk


"Makasih gin" ucap riki setelah atria telah di atas motornya dan memeluknya


"Masama hati hati"


"Okee"


"Sayang kamu baik baik aja kan?" Tanya riki di tengah perjalanan, atria hanya mengangguk


"Serius?"


"Iyaa sayangku" ucap atria parau


"Meluk yang erat dong, gue takut lo pingsan nanti"


"Yailehh kemauan lo itu" ucap atria sedikit tersenyum sambil mempererat pelukannya


"Senyum juga" ucap riki yang merasa lega bisa membuat sang adik kembali mengulas bibir nya itu


"Oh lo mau buat gue senyum"


"Ya pasti"


"Kenapa?"


"Karna lo orang spesial di kehidupan gue"


"Yang bener? Bukan karna senyum gue manis?"


"Yaa itu juga sih"


"Ciee ketauan boong" ucap atria sambil menyandarkan kepalanya ke punggung riki


"Jangan tidur"


"Kenapa?"


"Takut jatoh"


"Iyaa dehh"


Hening hanya suara motor yang terdengar


"Kenapa?" Ucap atria yang merasa di perhatikan melewati kaca spion


"Lo cantik"


"Siapa dulu dong mamanya" ucap atria pelan


"Siapa dulu kakaknya"


"Eh lo ganteng bukan cantik kaya mama"


"Tapi kan gue juga punya keturunan dari mama"


"Apa?"


"Apa yaa emmm"


"Apa ayo"


"Tebak ayo"


"Kalo ketebak mau ngasih apa?"


"Sesuatu"


"Ihh apa dulu"


"Jawab dulu dong tapi cuman berlaku sekali jawab ya"


"Emmm jidat"


"Salah"


"Yaelah apa dong"


"Pokoknya sesuatu"


"Ahh ka riki gitu ih"


"Biarin"


"Ish" ucap atria mendengus, riki tersenyum melihat atria yang sekarang sedang manyun


"Haha lucu" batin riki


"Istirahat" ucap riki sambil menyelimuti tubuh atria dengan selimut Power ranger milik atria


"Temenin gue"


"Iyaa sayang"


"Jangan kemana mana"


"Iyaa iyaa bawel"


Atria mulai memejamkan matanya dan riki menunggu atria di sofa kamar milik atria smbil memeluk bantal sofa sampai akhirnya ia ikut tertidur


"Hoamm" riki menguap


"Ahh gue di sini" ucap riki pelan


"Oiyhh gue ketiduran" ucapn riki menepok jidatnya


"Adik gue mana?" Ucap riki mengetahui sang adik tidak ada di atas tempat tidur


"Yaelah kmna sihh" ucap riki keluar dari kamar atri

__ADS_1


"Sayang" teriak riki mencari atria di dapur


Tidak ada jawaban


"Yuhu atria sayang" teriak riki untuk yang ke 2 kalinya menuju ruang tengah


Tapi tetap tidak ada jawaban


"Sayang kalo gk mau keluar nanti kalo ketemu gue peluk loh" teriak riki menuju kamarnya


Masih tidak ada jawaban


"Kemana sih" ucap riki geram


"Ah kolam, awas kalo ketemu gue cium dia" rutuk riki


"Nahh itu dia" ucap riki melihat atria berada di sisi kolam sedang memainkan air dengan kakinya yang di rendamkan


"Kak riki ganteng, manis, baik, cakep, perhatian, gue berharap pengen banget punya pacar kaya kakak gue, ada gk ya cowo yang kaya kakak gue? Emm gue rasa tidak yang kaya kak riki langka nyari nya" ucap atria, riki tersenyum mendengar pujian dari mulut atria, jarang jarang loh atria memuji dirinya


"Kak riki mana ya, apa belum bangun" ucap atria sambil bangkit


"Dorrr" kaget riki


"Kak riki milik gue" latah atria


"Ihhh kak rikiiii"


"Apa sayang? Ciee iyaa gue milik lo kok"


"Ihh gue tadi reflek lo gk usah geer"


"Lo muji gue pas tadi" ucap riki


"Lo tau?"


"Tau dong"


"Ah ka riki mah knpa gk bilang kakak ada di sini?"


"Hehe sengaja duduk lagi" ucap riki sambil mendudukan pantatnya di sisi kolam


"Cowo kaya gue langka" ucap riki setelah atria duduk


"Ya jelas orang cuman ada 1 di dunia" ucap atria


"Hehe iyaa yaa"


"Lo mau punya pacar kaya gue?" Tanya riki


"Iyaa kak lo baik, ganteng, cakep, sopan, santun,perhatian" ucap atria menyenderkan kepalanya pada bahu riki


"Ehemm banyak ko cuman ya lo gk tau aja"


"Siapa? Gue beneran gk tau"


"Yaa nanti juga lo tau"


"Nanti sayang"


"Emm"


"Makan yu"


"Gue belum laper"


"Gak ada alasan pokoknya lo harus makan"


"Tapi gue gk laper kak"


"Lo nolak gue tinggalin lo sendiri di rumah lah"


"Ehh jangan dong"


"Yaudah ayo"


"Iyaa dehh" ucap atria pasrah


"Emm masak apa ya"


"Kita belum belanja kak, yang ada cuman mie ama telor"


"Yaudah terpaksa, udah beres makan kita belanja" ucap riki berjalan ke arah letak mie berada lalu ia mengambil 2 mie dan 2 telor


"Kak gue gk mau makan ah nemenin lo aja"


"Lo..."


"Suttt" ucap atria sambil menempelkan telunjuknya pada bibir Riki membuat riki diam


"Gk ada komentar, gue yang pasakin mie lo dan lo tinggal duduk di kursi meja makan


"Tapi nanti lo sakit" ucap Riki tak mau kalah


"Gak bakalan gue kuat ko"


"Ishh yaudah deh" ucap Riki sewot memberikan mie dan telor sambil berlalu dari hadapan atria


"Lo yakin gk mau makan?" Tanya riki sambil memakan telurnya


"Yakin kak"


"Yaelah kalo lo sakit jangan nyalahin gue"


"Gk bakalan lah" ucap atria sambil tersenyum ia memperhatikan riki betapa tampannya kakaknya ini


"Lohh kenapa gue jadi berharap kak riki sihh, sadar sadar dia kakak lo" batin atria


"Lo kenapa?" Tanya riki


"Tidak ada jawaban"


"Oyy sayang lo kenapa jangan ngelamun eh"

__ADS_1


"Masih tidak ada jawaban"


"Budek" batin riki sewot


"Sayang" ucap riki menyentuh tangan atria pelan


"Ehh" ucap atria tersedar


"Lo kenapa?"


"Gue? Kenapa? Emang gue kenapa?" Ucap atria balik bertanya


"Lah nanya balik"


"Hehe abisnya lo tanya gue kenapa emang gue kenapa"


"Yaa tadi lo geleng geleng kepala gitu jadi gue khawatir takut lo kenapa napa"


"Oh itu tadi gue ke inget papa" ucap atria pelan


"Papa?" Ucap riki sengit


"Gue gk sengaja kak" ucap atria bertambah pelan


Riki menghembuskan nafasnya kasar, jika menyangkut soal papanya riki sangat muak ingin sekali ia ah sudahlah


"Lain kali jangan" ucap riki dengan nada ketus


"Maaf ka"


"Iyaa" ucap riki sambil berlalu ke arah dapur


"Beli apa ya kak?" Ucap atria menggandeng tangan riki


"Beli yang ada" jawab riki melirik atria sekilas


"Tumben nih bocah manja" batin riki


"Lahh bingung tau kan yang ada banyak"


"Terserah kamu sayang" ucap riki


"Mama mereka sosweet yaa" ucap seorang anak laki laki berumur 5 tahunan pada mamanya sambil menunjuk atria dan riki


"Ehh jangan di liat belum cukup umur" ucap sang mama melirik atria dan riki lalu tersenyum


"Mereka kira kita pacaran kak" ucap atria cekikikan


"Bukan pacaran"


"Lahh terus"


"Suami istri"


"Yeee dasar"


"Hehe"


1 jam kemudian


"Cukup?" Ucap riki


"Iyaa, mungkin" jawab atria


"Yaudah yoo"


"Kemana?"


"Ke kasir lahh sayang bayar"


"Ehh iyaa yaa hehe sorry"


"Wahh kalian pasti pengantin baru cocok sekali" ucap penjaga kasir tersenyum sambil mengambil barang belanjaan atria dan riki, riki dan atria sama sama meringis


"Kita masih anak sekolah mba" batin atria


"Syaa allah gue udah cocok gth jadi ayah" batin riki


"Tapi kayanya kalian masih muda deh"


"Hehe kita emang masih anak sekolah" ucap atria


"Ohh aku tau pasti kalian baru tunangan"


"Buu....


"Tapi kalian tuh Cocok sekali, semoga tidak ada yang mengganggu hubungan kalian ya" potong penjaga kasir lagi lagi mereka hanya meringis


"Gue jahat dihh, bikin anak orang nangis" ucap vian


"Terus gue harus gimana supaya dapet maaf?"


"Huhh atria adek kelas ternyebelin tapi gue sayang maafin guee" ucap vian mengacak-acak rambutnya frustasi


"Ehh sayang? Ah ngaco lo yan"


"Ada ada aja gue" ucap vian berbicara sendiri dan ia pun terlelap


"Kak" ucap atria sambil membuka pintu kamar riki


"Iyaa?" Ucap riki tetap fokus pada game nyaa


"Gue takut tidur sendiri" ucap atria pelan, riki mengalihkan pandangannya lalu meletakan hpnya


"Mau di temenin dlu tdrnya atau tidur bareng?" Tanya riki


"Emm temenin dulu kak ampe gue tidur"


"Yodah balik kamar lo sono gue nyusul"


"Makasih" ucap atri memeluk riki lalu keluar sambil berlari lari kecil


Next or stop?

__ADS_1


__ADS_2