
Hubungan akmal dan Alifa semakin lengket bak perangko di dalam surat, keduanya seakan tak pernah terpisahkan.Apalagi belakangan ini Alifa ketahui bahwa anak cabang yang di pimpinnya berhubungan erat dengan perusahaan AKM group,hampir dari setengah saham di miliki oleh Akmal.Dengan demikian kepemimpinan Alifa berada di bawah pengawasan Akmal.
Dia lah yang memberikan saran dan kritikan terhadap kinerja kerja Alifa serta mengawasi langkah kepemimpinan nya.Meski pun Alifa merasa ruang geraknya terbatasi tapi dia tetap harus mengikuti aturan sebelum dia akhirnya bisa di berikan tanggung jawab seutuhnya untuk memimpin perusahaan raksasa milik ayahnya.
Dari kesempatan itu lah keduanya mulai terlihat sering bersama, menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk kebersamaan mereka kendati demikian ada saatnya Akmal harus berjauhan dengan Alifa untuk mengurus perusahaan yang di pimpinnya.Seperti saat ini,Alifa dan akmal harus terpisah jarak dan waktu karena perjalanan bisnis Akmal tak bisa di tinggalkan atau bahkan di wakilkan.
"Kapan kau akan pulang?".Tanya Alifa pada akmal.
"Pulang kemana?".Tanya balik asl lontarkan untuk Alifa sebagai bahan godaan.
"Ke rumah".
"Rumah mana?".Tanya Akmal memberondong Alifa dengan pertanyaan penuh jebakan.
Alifa mencebikkan bibir."Ke rumah kamu lah yang di dekat rumah sewa aku".Sahut Alifa.
__ADS_1
"Secepatnya,sayang.Aku usahakan pulang cepat".Ucap Akmal sembari menarik turunkan alis nya.
"Ih genit".Sahut Alifa sembari mencubit perut Akmal.
"Aww sakit,sayang".Akmal berteriak kesakitan sambil menggenggam tangan Alifa.
"Lebay deh cuman di cubit dikit aja dah kesakitan gak malu tuh sama badan".Sindir Alifa.
"Ehem".Mr.smith berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.
Alifa dan akmal menoleh kearah sumber suara."Eh ayah".Ucap mereka serempak.Baik akmal ataupun Alifa, keduanya tidak merasakan risih sedikitpun karena adegan romantis di pagi hari itu di ketahui oleh mr.smith.
"Udah acara romantis-romantis an nya?".Tanya mr.smith,bermaksud menyindir keduanya.
Alifa mendekat kearah ayahnya sambil menyalami tangan ayahnya itu di ikuti oleh Akmal."Gak ada acara romantis kok ayah".Ucap Alifa.
__ADS_1
"Gak perlu kamu jelaskan pun seluruh dunia sudah tau betapa bucin nya kalian,apalagi masih anget-anget nya,menempel terus kayak anak kangguru ".Sindir mr.smith.
Tak pelak keduanya jadi salah tingkah.Memang mr.smith ini sering mendapatkan laporan dari detektif yang sengaja di sewa untuk memata-matai putrinya,selain dari detektif.Tapi informasi itu di perkuat dengan cerita Alifa sendiri.
"Iya,ayah mumpung masih anget,masih ada asapnya makanya nanti sepulang dari Ciwidey aku langsung akan melamar Alifa".Celetuk Akmal.
Mr.smirh dan Alifa saling pandang,tak menyangka akan mendapatkan kabar bahagia ini dalam waktu dekat.
"Kamu serius nak?".Tanya mr.smith sembari mendekat kearah Akmal.
"Apa pernah aku berbohong?".Tanya Akmal pada mr.smith.
"Tidak pernah ".
Mr.smith menggelengkan kepala."Tapi ini terlalu cepat_".
__ADS_1
"Lebih cepat, lebih baik".Sahut Akmal,menyela ucapan mr.smith."Lagipula aku mengenal Alifa bukan sehari dua hari dan bahkan aku harus lebih berjuang untuk meyakinkan Alifa tentang rasa cinta ku".Ucap Akmal,sembari menoleh kearah Alifa."Izinkan aku untuk melamar mu dalam waktu dekat ini,my princess,cinta ku".Ucap Akmal, sekarang dia bersimpuh,berlutut di kaki Alifa.
Shock,senang,terharu dan juga rasa syukur bercampur menjadi satu.Akmal ternyata tak main-main dalam ucapan nya mau pun dalam tindakannya.Dia yang awalnya hanya memanfaatkan Akmal untuk melancarkan misi balas dendam nya berakhir jatuh cinta kepada ketulusan cinta akmal.