Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 155


__ADS_3

Alifa dan Akmal tengah berdebar tak menentu karena hari menuju pernikahan mereka tinggal sebentar lagi.Dua hari menuju hari bersejarah mereka.Di hari itulah mereka akan memulai sebuah perjalanan hidup yang sesungguhnya, menyempurnakan separuh ibadah dan mencari Ridha Allah SWT,dalam sebuah ikatan pernikahan.


Alifa memang tak pernah menyangka,takdir cinta mempertemukannya dengan seorang pria Sholeh,ganteng,pemimpin, baik hati, bijaksana dan tanggung jawab setelah dia melalui kehidupan yang suram dan penuh lika-liku itu.


Kebahagiaan tengah menyelimuti hati Alifa, terlepas dari semua kisah di masa lalunya,termasuk kisah asmaranya dengan Deon dan kekasih terdahulunya.Belum lagi konflik yang terjadi di dalam keluarganya, sempat ada rasa dendam di hatinya.Namun, sekarang yang ada hanyalah sebuah kebahagiaan berkat dari pria yang tak lain dan tak bukan adalah calon suaminya sendiri.Muhammad Akmal Al-Hussain.


Ucap syukur tak henti-hentinya di kumandangkan oleh Alifa, Allah SWT telah menyiapkan kebahagiaan lain di balik penderitaan nya.Disini lah Alifa,berada di samping akmal.Mereka berdua tengah duduk di di resto yang ada di sebuah mall.Menikmati hidangan makan siang mereka setelah seharian mereka di sibukkan dengan urusan pernikahan mereka yang terlaksana di dua hari ke depan.


Alifa memandang wajah Akmal dari arah samping, menatap nya penuh damba.Seakan takut kehilangan sosok laki-laki yang di cintai nya ini.


"Emang kenyang dengan menatap wajah ku saja?'.Tanya Akmal, tanpa memalingkan wajah kearah Alifa.


Alifa, menggelengkan wajah."Tidak pernah dan tak akan bisa kenyang".Jawab Alifa.


"Lalu".


"Menatap wajah mu adalah sebuah kebahagiaan bagi diri ku".


"Masa".

__ADS_1


"Iya,sebab wajah mu candu bagi ku".Celetuk Alifa.Sekarang dia sendiri yang menjadi bucin.


Akmal menoleh ke arah Alifa."Bidadari ku ternyata bisa menggombal yah".Sahut Akmal.


"Look at me".Ucap Alifa,memaksa Akmal untuk menatap nya lebih dekat.


"Ok".Akmal mengalah pada Alifa,menuruti keinginan Alifa itu lebih baik daripada harus berdebat tak penting, apalagi ke hari pernikahan semakin dekat.


"Nah gitu dong".Sahut Alifa, setelah Akmal menghadap kearah Alifa.


"So,apa yang ingin kamu lakukan?".Tanya akmal.


"Memandang wajah mu".Jawaban spontan dan polos Alifa meluncur begitu saja tanpa rasa malu.


Kenyataannya memang begitu,usia mereka terpaut tujuh tahun,dimana Alifa baru berusia dua puluh tiga tahun.Sedangkan Akmal sudah berusia tiga puluh tahun.


Alifa menangkub wajah Akmal, menatap nya secara intens.Dia lihat bola mata Akmal yang bulat sempurna.Berbeda dengan dirinya, seperti langit dan bumi saja wajah mereka.


"Kenapa?". Tanya akmal, mempertahankan raut wajah Alifa.

__ADS_1


"Kenapa mata mu besar sekali tapi indah di pandang".Jawab Alifa, melepaskan tangan nya yang menagkub wajah Akmal.


"Itu karena keluarga kita berbeda".Ucap Akmal,sembari mencolek dagu Alifa."Tapi, sebentar lagi kita akan bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan".Ucap akmal lagi.


"Hmmm".


"Mata kamu juga indah,cocok dengan wajah kamu yang cantik nan ayu".Goda akmal.


"Aku tau".Sahut Alifa, berkata ketus.


Akmal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Bingung menghadapi tingkah laku Alifa, sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit baik.Benar-benar tidak bisa di tebak mood cewek.


"Mau lanjut makan atau tidak?".Tanya Akmal,mencoba mengalihkan perhatian.


Alifa masih tetap ngambek,tidak tau kenapa mood nya gampang berubah hanya karena masalah sepele.Itu pun kalau memang bisa di katakan masalah.


"Marah juga butuh tenaga kali".Ucap akmal,masih mencoba membujuk Alifa.


Usaha Akmal tak membuahkan hasil,Alifa masih berada di mode ngambeknya.

__ADS_1


'Nih orang kenapa?, tiba-tiba main ngambek aja'.Ucap akmal membatin.


Berharap dapat perhatian dengan aksi ngambeknya,Alifa malah di cuekin begitu saja.'Dasar laki-laki,gak peka'.Gerutu Alifa,mengomel dalam hati.


__ADS_2