
"Ivan menghembuskan nafasnya pelan ia kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar milik zahra.
"Sayang" ucap Ivan parau mengetuk pintu kamar zahra
Zahra tidak merespon ia memilih diam suara sesenggukan masih ada
'Cleket' ivan memutar knop pintu kamar zahra ternyata tidak di kunci
"Sayang" ucap ivan berjalan pelan menghampiri zahra yang berada di atas tempat tidur
Ivan mengelus puncak kepala zahra dengan sayang lalu membawa tubuh zahra kedalam pelukan nya membuat mau tak mau zahra menangis kembali, tapi kali ini beda ia menangis di pelukan ivan
"Beri aku kesempatan" bisik ivan lirih
Zahra memejamkan matanya perih ia akui hatinya masih mencintai ivan tapi timbul keraguan di hatinya untuk memberikan kesempatan pada ivan
"Plis kasih aku kesempatan satu kali lagi Ra aku cinta sama kamu" bisik ivan dengan lirih
Zahra memeluk ivan iya mencintai ivan jadi ia akan memberikan kesempatan pada ivan nya ini
"Aku kasih kamu satu kesempatan lagi kak" ucap zahra pelan mengeratkan pelukan nya sambil terus terisak
"Makasih" ucap ivan ia melepaskan pelukan nya menatap mata coklat milik zahra dalam lalu mencium kening zahra lama
"Aku minta apapun yang terjadi percaya sama aku" ucap ivan menangkap kedua pipi zahra menggunakan kedua tangan nya serta mengusap air mata zahra yang sejak tadi tidak berhenti
Zahra mengangguk
"Karna aku tau fany pasti kembali lagi Ra" ucap ivan pelan "dia memutuskan pindah sekolah bersama ku" tambahnya sambil menatap zahra
"Tapi aku janji sama kamu, aku akan tetap sama kamu apapun yang terjadi" ucap ivan mantap
__ADS_1
"Janji" ucap zahra pelan melipat semua jari nya kecuali kelingking
"Janji sayang" ucap ivan menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking milik zahra, merakapun berpelukan kembali
"Jenguk Riki yuk aku mau minta maaf sama dia" ucap ivan
Zahra mengangguk meng IYA kan ajakan sang kekasih karna iya juga ingin segera melihat kondisi kakak dari sahabat nya itu karna ulah kekasihnya lah membuat Riki harus masuk Rumah sakit
"Yaudah kamu siap siap, jangan lupa cuci muka, gak usah dandan cantik cantik banget, kecantikan kamu cuman buat aku, mengerti Nona Ivan" ucap ivan sedikit menggoda zahra
Terlihat di wajah zahra semburan merah, mukanya memanas, hatinya berbunga akhirnya ivan kembali memperlakukan nya seperti pertama kali mereka menjalin cinta
"Cie pipinya merah" goda ivan mencolek dagu zahra membuat muka zahra bertambah merah ntah malu,baper atau apa mimin tidak tau
"Apaan sih yaudah sono keluar aku mau siap siap" usir zahra so galak
Ivan hanya tersenyum simpul sambil berjalan keluar tanpa berkomentar
~ ~ ~
"Assalamualaikum" ucap seseorang dari luar
"Assalamualaikum" ucapnya untuk kedua kalinya
"Ass...
"Waalaikumsalam salam, eh ozy" potong wanita paruh baya yang membuka kan pintu
"Sore tante" ucap ozy ramah
"Sore juga sayang, cari Elfi? Ada di kamar yuk masuk" ucap mama Elfi
__ADS_1
"Iya tante makasih" ucap ozy seraya mengikuti mama elfi dari belakang
"Duduk dulu zy"
"Iya tante"
"Btw mau minum apa?"
"Gak usah tante gak usah repot repot, ozy di sini sebentar ko cuman mau ajak elfi keluar, emm gpp kan tante, ozy bawa anak nya sebentar"
Mama elfi tersenyum lalu mengangguk "bentar ya tante panggilkan dulu"
"Iya tante"
"Zy, elfi nya lagi siap siap, tante pergi ke dapur dulu ya kalo butuh sesuatu ke dapur aja"
"Iya tante makasih ya"
"Nunggu lama kak?" Tanya elfi yang baru datang di hadapan ozy
"Iya lama sayang aku sampai akaran" ucap ozy pura pura kesal
"Duh maaf ya tadi aku tidur gak sempet baca pesan dari kakak"
"Hmm"
"Maaf sayang" ucap elfi menampilkan pupy eyes nya
"Iya sayang, yaudah yu berangkat"
"Yu"
__ADS_1
"Pamit sama mamah dulu"
"Iya kak iya"