
Zahra on vov
Setelah mengantar elfi membeli buku ia langsung masuk kamar dan merebahkan dirinya akhir akhir ini dirinya cepat sekali merasa lelah, di tambah banyak pikiran yang membuat hidupnya merasa ah ntahlah Zahra sendiri bingung
Ia bangkit dari rebahan nya lalu berjalan menuju meja belajarnya ia mengambil sebuah bingkai yang fotonya berisi dirinya,Atria,Rita,Elfi,ivan,Riki,Farel,dan ozy mereka mengambil foto itu sebelum pembagian rapot
"Kak ivan" gumam zahra menyentuh foto berwajah ivan "aku mencintaimu" ucapnya mulai meneteskan air "tapi sayangnya kau tak sepenuhnya mencintai ku atau mungkin tidak mencintai ku"
"Aku memang tak secantik fany" ucap Zahra berjalan ke meja riasnya dan menatap pantulan dirinya lalu menyentuh wajahnya air matanya tak berhenti mengalir
"Aku jelek,aku tak sempurna seperti fany" ucapnya lalu terduduk lemah
"Ra" panggil sang kakak di depan pintu kamar milik zahra
Zahra buru buru menghapus air matanya "iya kak, masuk" jawabnya
'Clekt' pertanda pintu di buka
"Ada yang mencarimu" ucap sang kakak
"Siapa?" Tanya zahra menautkan alisnya
"Temui saja, dia seorang pria" ucap sang kakak dengan nada menggoda
"Ish apaan sih, yaudah sono nanti gue nyusul"
"Jangan nanti dong sekarang"
"Iya iya bawel"
__ADS_1
"Eh kak" panggil zahra setelah sang kakak berhasil memegang gagang pintu
"Yah?" Tanya sang kakak menoleh ke arah zahra
"Yang datang ivan kah?" Tanya nya suaranya memelan saat iya menyebutkan nama ivan
Sang kakak mengangguk "kenapa ada masalah?" Tanya zila sang kakak menghampiri kembali zahra yang duduk di sisi ranjang
"Hmmm tolong sampaikan aku sedang tidur kak, kumohon" ucap zahra dengan wajah memelas
"Lagi ada masalah?"
Zahra mengangguk
Zila tersenyum "temuilah, jangan menghindari masalah kalian berdua perlu bicara" ucap zila mengelus rambut sang adik sayang
"Tapii kak...
"Ah" zahra mendesah pelan
"Kakak tunggu di bawah" ucap zila meninggalkan sang adik
Dan mau tak mau ia harus menemui ivan
~ ~ ~
Hening! Itu yang ivan dan zahra rasa di ruang tamu, mereka duduk berhadapan tapi di antara keduanya tidak ada yang membuka suara
Ivan menatap zahra yang sedari tadi hanya menunduk sebenarnya dirinya merasa malu bertemu zahra hanya saja hatinya ingin memastikan keadaan kekasihnya baik baik saja atau tidak
__ADS_1
"Ra" sapa ivan pelan
"Yah" jawab zahra datar
Ivan menghembuskan nafasnya pelan "masih marah?" Tanya ivan memandang zahra
"Menurutmu" ucap zahra jutek
"Maafkan aku" ucap ivan kembali menunduk
"Dengan kata maaf akan mengembalikan semua kah?" Ucap zahra pelan matanya memerah menahan genangan air kecil yang sebentar lagi keluar
"Aku tau aku salah dan aku minta maaf sayang, tolong maafkan aku kita mulai dari awal lagi yah" ucap ivan mencoba tenang
"Segampang itu?" Tanya zahra menatap ivan tajam pertahanan nya bobol perlahan air mata zahra turun membasahi pipinya
"Aku...
"Bukan kah kamu mencintai fany kak,masa lalumu itu, cinta pertamamu itu, kalo memang ia kenapa tidak putuskan aku dan teruskan bersama fany, tolong jangan permainkan hatiku" ucap zahra pelan tapi tajam
"Aku mencintaimu Ra" ucap ivan pelan ntah sadar atau tidak ivan mengucapkan kata itu
"Cinta? Engga kamu engga cinta sama aku, kamu cuman suka,mengagumi bukan cinta dan rasa sayang yang kakak kasih itu cuman sayang kakak sama adik nya gak lebih" ucap zahra tajam
"Ra, percaya sama aku, aku cinta sama kamu" ucap ivan ia berpindah tempat dan mengambil posisi di samping zahra
Zahra menggeleng "bagaimana dengan fany?" Tanya zahra
Ivan menatap mata coklat milik zahra dalam sangat dalam "itu aku hanya rindu dengan fany Ra bukan cinta" ucap ivan pelan
__ADS_1
"Aku tidak percaya" ucap zahra sinis ia berdiri lalu berlari menaiki anak tangga sebelum bisa ivan cegah
Ivan menatap kepergian zahra tak lama mata ivan terpejam,kepala nya rasanya pusing dan pening 'bagaimana cara meyakinkan zahra tuhan' batin nya