
Alifa yang terbiasa menjalani hari dengan kehadiran Akmal itu kini harus dengan terpaksa harus menjalani rutinitas sehari-hari dengan kesendirian.Rasa rindu begitu menggelitik hatinya seakan mengolok-olok nasibnya."Kekasih rasa jomblo".Gerutu Alifa,mencemooh diri sendiri.
Yah,Alifa di pagi hari ini harus menjalani pekerjaan kantor nya dengan seorang diri,membiasakan diri untuk bekerja mandiri.Tidak bergantung pada orang lain, sebagai bekal dirinya agar siap mengemban tugas dan tanggungjawab yang akan di pikul nya.
Kring
Bunyi notifikasi dari iPhone Alifa begitu nyaring terdengar, mengalihkan fokus Alifa pada tumpukan berkas.
Seketika itu senyum merekah tergambar jelas di bibir mungil Alifa.Notifikasi itu tak lain dan tak bukan dari Akmal,kekasih hati yang di rindukannya.
Dear,my love
Semangat kerjanya yah!,jangan lupa segalanya.I always love you.Peluk hangat dari kejauhan.
Kira-kira begitu isi notifikasi dari Akmal.Bagai telah di beri amunisi yang cukup,bagai sapi yang di pecut oleh penunggang nya.Alifa semakin semangat dalam bekerja,menjalani rutinitasnya tanpa kehadiran sang kekasih di sampingnya.
__ADS_1
"Aku tunggu kedatangan mu,tak sabar ingin cepat-cepat hari itu tiba".Gumam Alifa sembari memeluk iPhone nya.Menciumi layar iPhone dengan layar berisi wallpaper foto Akmal.
Bukan tanpa alasan Alifa, menunggu kepulangan Akmal,sebab di hari setelah itu dia telah di janjikan sebuah janji manis yang di nantikan dan di tunggu-tunggu oleh kaum hawa dari kaum Adam yang di cintai nya.
Tanpa Alifa sadari,di taksir Tuhan yang begitu indah telah tertulis dalam takdirnya.Skenario Nya tak bisa di tebak dan tak akan pernah di ubah tanpa kehendak Nya.
Senyum sumringah begitu kentara menghiasi bibirnya munggil nya, semangat hidup kembali ada saat dia mendapatkan sebuah notifikasi.Hanya berupa pesan tapi sukses membuat mood seseorang membaik.
"Berkas apalagi ini?".Tanya Alifa pada diri sendiri sebab Alifa merasa dia sudah menandatangi semua berkas yang ada.
Semakin di buka,semakin jelas data dan biodata dari CV orang yang mengajukan lamaran itu."David Artama, Daddy nya Deon?,ada apa dengan pak David?,lalu,kenapa dia mengajukan diri melamar di perusahaan ku ini?".Tak henti-hentinya Alifa bertanya tapi sayangnya tak mendapatkan jawaban kecuali bertanya pada orang yang bersangkutan.
"Hello,Arumi .Tolong ke ruangan saya sekarang!".Perintah Alifa,begitu dia menelpon sekretaris nya itu.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Masuk".Sahut Alifa.
Arumi, sekretaris Alifa.Dia selalu sigap menjalankan perintah Alifa tanpa mengenal lelah ataupun mengeluh.Itu lah yang membuat Alifa sangat suka dengan kepribadian Arumi."Wanita tangguh".Julukan itu di berikan Alifa untuk Arumi.
"Apa kau tau,apa yang terjadi dengan perusahaan Artama group".Tanya Alifa begitu Arumi baru masuk.
"Memangnya ada hal apa yang membuat ibu bertanya?".Tanya balik Arumi,tentu dia harus bertanya terlebih dahulu agar tak salah persepsi.
Bukannya menjawab,Alifa malah menyodorkan berkas CV berisi pengajuan lamaran kerja."Kau bisa menyimpulkan sendiri".Ucap Alifa,saat berkas itu sudah beralih ke tangan Arumi.
"Tuan Artama, melamar kerja disini?".Tanya Arumi,seakan tak percaya dengan berkas yang baru di bacanya.
"Seperti yang kamu lihat".
Arumi izin undur diri,sebab dia juga belum mengetahui tentang masalah yang tengah di hadapi oleh perusahaan Artama group itu.Dia sendiri yang akan mencari tau dan akan melaporkan nya pada Alifa sesuai dengan perintah Alifa.
__ADS_1