
Hari ini Deon dan Samantha tengah melakukan foto prewedding di taman bunga begonia.Tak hanya mereka yang datang ke taman bunga itu,tapi juga ada mommy danita dan Daddy David ikut serta dalam pemotretan itu.Lebih tepatnya mereka kesana untuk meninjau kembali proyek yang sudah di bangun.Kebetulan lokasinya tak jauh,jadi bisa sekalian pergi bersama.
Di tengah proses pemotretan itu, tiba -tiba dia mendapatkan sebuah kabar dari orangtuanya untuk segera pergi meninjau langsung proyek itu sebab ada kendala di dalamnya.Deon yang memang sudah merasa jenuh dan jengah itu,tanpa pikir panjang berlari dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan keadaan Samantha.
"Tunggu".Teriak Samantha,mencoba memanggil Deon yang berlari dengan tergesa-gesa.Teriakan Samantha tak di gubris oleh Deon,dia semakin berlari.Menjauh dari Samantha."Gak bertanggung jawab sekali"? Gertaknya,tak bisa mengejar Deon karena gaun yang di pakainya menjuntai ke bawah.
Dalam keadaan darurat itu,Deon berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di tabraknya."Hai, hati-hati dong".Teriak orang itu.
__ADS_1
Beberapa orang di tabraknya dengan tubuh tegapnya itu tak peduli itu wanita atau pria.Keadaan darurat mengharuskan dia untuk berlari sekencang mungkin,tak peduli aral melintang di hadapannya terus menerobos segerombolan orang di hadapannya.
Brak.
Tabrakan antar dua tubuh Manusia itu tak dapat di hindari, hingga tubuh munggil wanita itu terjengkang ke belakang.Miris sekali keadaan."Maaf mbak".Hanya kata-kata itu yang dapat di ucapkan oleh Deon.
Wanita yang di tabraknya bangkit berdiri dengan susah payah,tapi Deon hanya memperhatikan nya tak berani menyentuh permukaan kulit bahkan bajunya itu.Wanita Sholehah pantang untuk di sentuh oleh sembarang orang,begitu pemikiran Deon.Hingga pandangan mereka bertemu,ekor mata Deon menangkap wajah cantik wanitanya yang selama ini di rindukannya itu.Otaknya kembali bekerja."Alifa". Begitu ucap nya berbarengan dengan suara wanita itu yang memanggil namanya."Deon".
__ADS_1
"Alifa".Sentak Deon,memegang tangan Alifa.Menggenggamnya erat-erat."Alifa, benarkah ini kamu?".Tanya Deon, seakan tak percaya dengan pemandangan di hadapannya itu.
"Yah ini aku".Sahut Alifa,kembali menatap lekat wajah Deon.Wajah yang di rindukannya namun,tidak bisa di miliki sebab sang pria sudah memiliki kekasih hati.
Takdir kembali mempersatukan dua insan yang pernah menasbihkan nama pasangan di hati mereka masing-masing.Sekuat apapun Alifa berlari,tapi takdir mampu mempertahankan mereka dengan caranya sendiri dan seberapa usaha apapun Deon mencari Alifa,jika belum waktunya bertemu.Pasti tak akan bertemu, Disini lah mereka bertemu.Di tempat yang tak pernah di rencanakan bahkan tak pernah terpikirkan.Itulah hebatnya takdir, manusia boleh berencana tapi harus ingat Allah SWT lah sang pengatur rencana yang paling indah.Perjalanan mereka diatur dalam skenario Tuhan.
Getaran di hati deon semakin kencang, seperti saat pertama kali rasa cinta itu mulai tumbuh di dalam hati.Bersemayam di dalamnya seakan tak akan bisa lagi ada yang menggantikan besar nya rasa cinta itu untuk Alifa.Tapi,Deon yang berkhianat.
__ADS_1
"Lepaskan".Teriak Samantha, melerai genggaman tangan mereka."Apa ini kelakuan kamu di belakang ku". Teriaknya lagi,menatap geram pada calon suaminya itu."Dan kau,kenapa harus kembali lagi".Teriak Samantha, menatap tajam kearah Alifa.
Alifa tergugu saat ada wanita yang tiba-tiba itu berseru dengan lantangnya,menyibak genggaman tangan yang di rindukannya."Siapa kau?".Tanya Alifa,begitu pikirnya kembali normal.