Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 65


__ADS_3

Hari libur pun telah tiba,pagi ini Alifa berencana untuk lari pagi di sekitar kampung terdekat.Bosan,rasanya bila hari libur di habiskan dengan kegiatan itu-itu aja.Lari pagi sengaja Alifa pilih untuk meregangkan otot-otot tubuh nya yang mulai kaku akibat jarang di ajak berolahraga.Gimana sempat berolahraga,jika hampir setiap hari Selalu di sibukkan dengan pekerjaan.


Hari libur yang hanya mendapat jatah satu hari ini saja dan dengan sistem bergilir.Maklum cafe tak pernah tutup selalu buka.Apalagi pas weekend,jangankan untuk bersantai.Makan pun di kejar waktu saking banyaknya pengunjung yang datang.


"Ah senangnya dalam hati".Celoteh Alifa,menghirup udara pagi mumpung masih segar,belum terkontaminasi oleh polusi udara.


"Eh neng,lagi lari yah?".Tanya ibu-ibu yang kebetulan lewat.


"Iya Bu".Jawab Alifa,menghentikan langkah kakinya demi melihat pedagang sayur.


"Wuih, sayurannya pada seger dan lengkap yah?".Ucap Alifa,memilih dan mengambil beberapa sayuran untuk di masaknya.


"Iya neng,masih fresh karena di petik dari kebunnya langsung".Sahut amar, pedagang sayur.


Alifa memilih sayuran itu seperti kol,wortel,cabe rawit, tomat kembang kol.Memasukkannya ke dalam bungkus plastik."Jadi berapa mang amar?".


"Semuanya jadi 20.000 rebu neng".Ucap pak amar,menyerahkan kembali kantong plastik yang tadi di sodorkan Alifa untuk di hitung jumlah belanjaan nya.

__ADS_1


Alifa mengeluarkan uang sebanyak yang di sebutkan tadi, menyerahkan nyapada pedagang sayur itu.


"Hatur nuhun neng,tong kapok balanja deui di dieu."Ucap mang amar menggunakan bahasa Sunda.


"Jangan pake bahasa Sunda atuh,kan si Eneng mah teu ngarti".Timpal Bu Tini, pelanggan setia pak amar.


Benar saja apa yang di katakan Bu Tini,sebab daritadi Alifa tersenyum kecut.Tak mengerti bahasa apa yang di gunakan oleh si pedagang sayur itu.


"Oh iya maaf neng, kebiasaan ".Sesal mang amar.


"Gak papa mang, justru itu bagus untuk saya Kan saya jadi banyak belajar ".Sahut Alifa,menyadari sepenuhnya itu bukan salahnya mang amar.


"Iya mang iya.Oh yah neng.Neng suka pake cream apa?,kok putih bening kayak gini.Ibu juga jadi pengen ".Tanya Bu Tini, malu-malu.


Alifa tersenyum dengan pertanyaan dari Bu Tini."Gak pake cream apa pun kini Bu,hanya mandi rutin saja".


"Ah masa?".Ucap Bu Tini,tak percaya begitu saja.

__ADS_1


"Iya Bu,saya gak pake apa-apa kok Bu". Kilah Alifa, memberikan kejujuran nya meski tak di terima oleh Bu Tini.


"Mau putih glowing gimana?,orang sehari-hari pergi ke kebun atau ke sawah.Bukan putih glowing tapi hideung ngabelekbek".Sahut pak amar,tertawa cekikikan.


Bu Tini mencebikkan bibir,kesal."Kayak yang gak hitam aja".Balas Bu Tini,tak kalah menohok.


"Yang penting hitam-hitam si buah manggis.Biar hitam tapi banyak yang menanti".Pak amar mengskakmat Bu Tini.


Di Skatmat oleh pak amar,membuat Bu Tini kehabisan kata-kata.Memang benar kulit nya hitam bukan karena sering pergi ke kebun atau ke sawah.Namun,memang pada dasarnya kulit penduduk Indonesia bermacam warna nya,ada yang berwarna kulit sawo matang,hitam,kuning Langsat dan yang berkulit putih.Itu pun jarang di jumpai.


Berbeda dengan Alifa yang memang dasarnya dia seorang wanita blasteran.Jelas berbeda dan tak bisa di bandingkan.Selama setengah tahun berada di desa pedalaman, menjadikan Alifa sebagai primadona desa.Kembang desa yang kencang ikannya tak bisa di bandingkan.


Pertanyaan tentang rahasia berwajah cantik nan berkulit putih sering dia dengar.Bahkan itu adalah makanan sehari-hari nya.Guyonan di pagi hari juga adalah sebagai hiburan bagi Alifa yang sedang mengembara di negeri antah berantah.Tanpa adanya keluarga maupun sanak keluarga.


Tut...Tut..Tut..


Di saat Alifa tengah menikmati hiburan gratis nya yang terpampang nyata di hadapannya.Ponselnya bergetar, menandakan ada panggilan masuk.

__ADS_1


"CK menganggu sekali".Gertak Alifa,merutuki si penelpon yang tak tau situasi dan kondisi.


__ADS_2