
Alifa mengenai sepeda motornya,menelusuri padatnya jalanan untuk sekedar mencari angin.Bosan bila terus-terusan berada di lingkungan kantor.Mengerjakan berkas-berkas yang menjulang tinggi,tiada henti.Maklum saja akhir-akhir ini perusahaannya mengalami perkembangan yang sangat cepat.
Sesekali Alifa mengeluhkan jalanan yang padat merayap belum lagi polusi udara serta pengendara nya yang kurang tertib dalam berkendara.
"Pantas saja,sering macet.Ternyata memang cara mereka berkendara kurang tertib".Ucap Alifa,mengeluh saat motornya di salip motor lain dan hampir terjadi kecelakaan bila Alifa kurang fokus berkendara.
Dalam hati Alifa merutuki kebodohannya karena berani berkendara di siang hari.Tapi,apa mau di kata sudah terlanjur.
Saat ini Alifa tengah berhenti di persimpangan jalan,menunggu lampu berubah menjadi hijau,sambil menunggu dia memperhatikan kendaraan yang ada di kanan dan kiri.Saat itu pula ekor mata Alifa menangkap sesosok mahluk yang kemarin di temuinya,Deon.
Yah,di samping kanan motor nya terdapat mobil Deon.Dia berkendara dengan seorang wanita tua,tapi masih terlihat cantik.Di perkirakan itu ibunya.Wanita yang ada di sebelah Deon,nampak bermuram durja entah apa penyebabnya.
Tid..Tid...Tid..
Kendaraan di belakang Alifa menyembunyikan klakson mereka,agar Alifa segera menyalakan kendaraan nya karena lampu jalan sudah berubah warna.
__ADS_1
"Ah sial, mengagetkan saja".Gerutu Alifa,begitu dia sudah melesat pergi.
Rasa penasaran bercampur khawatir tengah di rasakan oleh Alifa, bagaimana tidak penampakan yang baru saja dia lihat tanpa di sengaja itu terpampang nyata terdapat masalah yang sangat serius.
"Apa mungkin,keluarga Artama memiliki masalah besar?".Tanya Alifa pada diri sendiri.
....
Alifa menghempaskan pantatnya di kursi ke besarannya,healing sejenak tadi bukan malah membuatnya sedikit lega.Tetapi malah semakin menambah beban pikirannya.
Alifa menepuk-nepuk pipinya, menyadarkan diri sendiri agar dia fokus kerja.Jangan terus melamun pada sesuatu yang tidak pasti.
"Fokus,Al jangan banyak melamun.Mungkun itu hanya pikiran kamu saja".Gumam Alifa,menyemangati diri sendiri.
Saat dia tengah fokus pada pekerjaanya, tiba-tiba Arumi datang menghampiri Alifa.Sekretaris serba sigap itu datang dengan tergopoh-gopoh seperti ada hal penting yang ingin di sampaikan nya.
__ADS_1
"Ibu".Ucap Arumi.
"Yah".Sahut Alifa sembari menatap kearah Arumi."Kau baik-baik saja?".Tanya Alifa,saat dia menyadari sekretaris nya tengah terengah-engah untuk mengatur napasnya.
"I'm okay,tapi ada berita penting yang ingin saya sampaikan".Jawab Arumi,setelah dia bisa mengatur ritme napasnya.
"Berita apa?".
Arumi mengeluarkan MacBook nya, menyodorkan MacBook itu kearah Alifa agar di baca oleh Alifa.Tanpa banyak bertanya Alifa mengambil MacBook yang di sodorkan oleh Arumi.
"What?".Teriak Alifa seakan tak percaya dengan rumor yang beredar."Tuan Artama di lengserkan dari jabatannya!".Seru Alifa,begitu kagetnya dia.
"Betul Bu,sebab skandal perselingkuhan yang menjadi sebab Deon Artama,selaku anak dan juga pimpinan perusahaan untuk melengserkan jabatannya.Tak hanya itu,tuan Artama juga di gugat cerai oleh istrinya.Danita".Ucap Arumi, menjelaskan rumor yang tengah beredar.
Alifa meletakkan MacBook itu."Wajar sih,apalagi perselingkuhan nya dengan calon menantunya sendiri.Bahkan aku dengar perselingkuhan itu sudah terjalin sejak lama".Ucap Alifa.
__ADS_1