
"Persetan dengan cinta.Semua bulshit".Teriak Deon, meraung-raung tak jelas diantara ketidak sadarannya.
Mommy danita yang sejak tadi berada diambang pintu, meneteskan air mata penyesalan.Anak semata wayangnya harus menderita akibat keegoisan orang tuanya.Sedari kecil memang Deon selalu menyaksikan mommy menangis dalam diamnya,menangisi kelangkuan kepala rumah tangga mereka.
Selama 28 tahun,mommy danita selalu menyembunyikan rasa sakit nya dari sang putra demi menjaga tumbuh kembangnya dan memiliki kehidupan yang layak seperti anak-anak lainnya.
Deon yang sudah dewasa,tentu tak ingin terus-menerus, menempatkan mommy nya dalam bahaya.Menderita dalam rumah tangganya,hingga sebuah pengorbanan besar yang membuat cintanya harus kandas dan kini dia harus kembali berjuang untuk melawan daddy nya sendiri.
"Argggg".Teriak Deon,sembari memukul-mukul dadanya."Alifa". Teriaknya, kesakitan.
Mommy danita tak kalah merasa sakit,melihat putranya meraung-raung.Memanggil nama pujaan hatinya."Maaf nak.Sungguh maafkan kami nak".Ucap mommy danita,terduduk menangisi keadaan putranya itu.
Andai waktu bisa di putar kembali,ingin rasanya mommy danita berpisah saja semenjak dahulu.Lebih Baik menderita sejak awal daripada harus banyak memakan korban akibat dari keegoisan orang tuanya.
Mommy danita yang terlalu cinta terhadap suaminya dan juga ingin menyelamatkan masa depan putranya itu.Selalu mengurungkan niatnya dan lebih memilih memeluk rasa sakit itu.
"Deon".Teriak mommy danita,menghampiri tubuh kekar putranya itu.
Deon mana mendengarkan teriakan mommy nya yang ada dia merasa nge-fly akibat minuman beralkohol itu.
__ADS_1
Bugh
Tubuh kekar itu jatuh ke lantai,tak kuat menahan rasa sakit di kepalanya.
"Deon".Mommy danita berlari berhamburan memeluk tubuh lemas putranya itu.
"Nak...Nak.. Nak".Teriak mommy danita sembari menepuk-nepuk pipi putranya itu.Air mata tak bisa lagi di bendung oleh mommy danita.
Inilah ketakutan mommy danita terhadap Deon.Kebiasaan buruk di masa lalunya kini harus di lakukan lagi.Sempat terhenti ketika bertemu dengan alifa.Kini kebiasaan buruk itu terulang kembali.
Mommy danita memangku kepala Alifa, menjadikan pahanya sebagai bantal.Di tepuk-tepuk nya pipi Deon agar dia tersadar dari mabuknya itu.
"Mommy danita menghempaskan tangannya."Aku mommy mu bukan Alifa".Sentak mommy danita.
Diantara ketidaksadaran nya saja Deon terus mengumamkan nama Alifa,seakan hanya dialah poros hidupnya.
Tak ingin sang putra terbuai oleh rasa sakit karena mabuk,mommy danita berjalan keluar ruangan kedap suara itu bermaksud untuk memanggil mbok Ijah.
Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
Mommy danita menggedor pintu kamar mbok Ijah,pembantu rumah tangga mereka.Dengsn linangan air mata.
"Mbok bangun,mbok".Teriak mommy danita, memanggil pembantu itu.
Lama sekali mbok Ijah membuka pintu kamar nya yang di gedor dengan sangat keras di malam buta itu karena mbok Ijah sudah terlelap tidur.
"Iya,Bu.Ada apa?".Tanya mbok Ijah,begitu dia baru membuka pintu.
"Kenapa lama?,apa kamu sudah tuli?,apa aja yang kamu lakukan?".Tanya mommy danita, memberondong mbok Ijah, dengan pertanyaan.
Mbok Ijah yang antara sadar tak sadar hanya bisa melongo dengan teriakan dari majikannya itu.
"Maaf,Bu".Ucap mbok Ijah,mencari jalan aman saja.
"Maaf maaf,emang gajih kamu bisa di bayar dengan kata maaf?".Terisak mommy danita.
"Enggak".
"Makanya kerjanya jangan lelet.Buatkan air jahe anget ke ruangan kedap suara".Ucap mommy danita,sebelum berlalu pergi.
__ADS_1
"Yeay,orang lagi enak-enak tidur malah di ganggu".Omel mbok Ijah,sembari pergi ke dapur.