
Saat Deon tengah mengamati Alifa,dia tidak sengaja menangkap sosok wanita yang membelakangi dirinya.Wanita itu tengah memandang kearah tengah pantai, seperti sedang menikmati hembusan angin dan juga keindahan pantainya yang mempesona.
"Ah,mungkin pengunjung biasa".Begitu pikir Deon,dia memang tidak menyadari di balik tubuh mungil dengan rambut tergerai itu tengah menatap air pantai dengan tatapan kosong.
Tak hanya Deon saja, tapi pengunjung yang lain juga beranggapan demikian dan bahkan ada yang sibuk sendiri.Tak,menyadari ada seorang wanita yang tengah depresi dan ingin mengakhiri hidupnya,meski itu di lakukan atas ketidaksengajaan.
Fokus Deon,bukan lagi pada wanita munggil itu.Fokusnya tertuju pada wanita yang sudah bersuami tapi memiliki masa lalu bersama nya, tentu Deon tak rela jika wanitanya lebih bahagia daripada dengan dirinya.
"Cuih".Deon meludah."Palingan nanti juga, mereka akan ribut,moment romantis ini hanya sementara dengan demikian aku akan merebut Alifa dari sisi Akmal.Gak papa janda,asal dia bisa kembali dengan ku".Gumam Deon, tersenyum jahat.
Saat itulah, matanya ternyata berkhianat.Dia yang bermaksud memantau wanitanya itu,secara tidak sengaja matanya melirik kearah wanita munggil itu.Seakan ada ikatan batin diantara keduanya.
Deg
Alangkah terkejutnya Deon,saat ekor matanya menangkap pemandangan yang amat memilukan.Dimana, wanita itu ternyata terus berjalan menuju tengah laut bersamaan dengan suara teriakan histeris pengunjung yang lainnya.
__ADS_1
Sontak saja banyak pengunjung yang berhamburan, menyaksikan seorang wanita yang mereka duga hendak bunuh diri.Tak terkecuali Alifa dan akmal, mereka berdua juga ikut menyaksikan moment pilu itu.
Tak ada yang berani untuk mencegah laju jalan wanita itu, mereka hanya berteriak histeris sembari menghubungi pihak yang berwajib.
"CK, menjijikkan sekali".Gertak Deon."Niat mau nolongin apa mau jadi anggota cheerleaders ".Keluh Deon.
Semakin lama,tubuh wanita itu tenggelam di kedalaman air pantai yang sedang meninggi, tanpa pikir panjang Deon berlari menyibak kerumunan dan
Blur
"Apa kamu sudah gila?".Sentak deon,begitu dia sudah menangkap tubuh wanita munggil itu.Tak ada sahutan darinya, seakan pikirannya kosong.
Jleb
Deon kembali terkejut bukan main,saat wanita ini menoleh kearahnya."Renata".Sahut Deon, terperangah.
__ADS_1
"Deon".Gumam,Renata.Hingga di detik selanjutnya tubuhnya ambruk di dalam pelukannya.
Rasa dingin menjalar tubuhnya,panik bukan main dan di kejutkan oleh sosok wanita yang empat bulan lalu pernah berurusan dengannya.Tanpa pikir panjang,Deon mengendong tubuh renata untuk kembali ke daratan.
Tepuk tangan dan riuh rendah menggema saat Deon berhasil menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri itu.
Alifa bukan menatap takjub pada Deon, tapi otaknya berputar-putar mengenai sosoknya yang mungkin dia berada di sekitarnya.
"Apa dia,ada di sekitar sini dan memantau kita?".Tanya Alifa, berbisik pada akmal.
"Mungkin hanya kebetulan,toh ini tempat umum siapa saja bisa saja berada di sini".Sahut Akmal,kembali mengandeng tangan Alifa.
Alifa yang berotak cerdas tentu tak percaya begitu saja,sebab sebelumnya dia juga pernah bertemu dengan Deon di tempat yang sama tapi entah itu adalah sebuah kebetulan atau tidak?.
"Mungkin".Gumam Alifa.Tapi, feeling-nya mengatakan dia sengaja memantaunya.
__ADS_1