
"Maukah kamu mempertimbangkan lagi?".Tanya Deon,masih berusaha membujuk Alifa.
"Tidak".Jawab Alifa."Ini adalah urusan kalian,tidak ada sangkut pautnya dengan saya.Jadi,saya mohon jangan libatkan aku dalam masalah kalian.Ini adalah masalah pribadi."Kata Alifa lagi, memberikan alasan di balik keputusan nya.
Deon menghembus napasnya kasar.Usahanya ternyata tak membuahkan hasil,Alifa tetap pada pendiriannya.Seharusnya dia tau sifat Alifa.
"Aku tau ini masalah kami,tapi aku membutuhkan bantuan mu".
"Bantuan hukum bisa kamu dapatkan di kuasa hukum.Ada pengacara yang pandai berdebat dan juga mereka pasti bersedia untuk memberikan kalian bantuan hukum".Sahut Alifa."Aku harap kamu bisa memakluminya."Alifa bangkit dari kursinya, meninggalkan Deon yang masih terdiam.
Yah, deon bukan tanpa alasan meminta bantuannya pada Alifa,sebab dia paham betul karakter alifa.Dia yang pintar berdebat karena dia lulusan terbaik dari fakultas nya dengan nilai cumlaude.
__ADS_1
Gagal sudah dia meyakinkan Alifa dan juga mengajak dia untuk ikut bergabung untuk melawan daddy dan juga selingkuhan nya itu.Undangan itu memang sengaja di kirimkan untuk Alifa,meminta bantuannya secara khusus.Tapi,lagi dia yang keras kepala dan teguh pada pendirian nya tentu tidak akan semudah itu mengajaknya untuk bergabung di kubu nya.
"Al,mengapa sulit untuk mendapatkan hati mu lagi?,mengapa Al?".Tanya Deon pada dirinya sendiri.
Memang tak bisa di pungkiri rasa cinta itu masih ada, berharap dengan meminta bantuannya padanya,akan menimbulkan kembali perasaan yang pernah ada walau terlambat untuk di ungkapkan.
Sementara itu,Alifa tengah mengemudikan mobil Pajero sport nya.Membelah jalanan ibu kota,pada tengah malam ini memang tak banyak kendaraan yang berlalu lalang, sehingga memudahkannya untuk cepat sampai di rumah kecilnya.
Yah,Alifa memang mengetahui niatan Deon mengajaknya bergabung,tentu itu tidak hanya sekedar ajakan,tapi ada maksud tertentu.Itu dapat,di buktikan dengan tatapan penuh cinta yang tertuju untuknya.
Hati Alifa yang memang mudah tersentuh itu,tak pelak membuat dia mudah goyah dengan perasaannya sendiri.Rasa cinta yang sudah susah payah dia kubur dalam-dalam kini mulai tumbuh kembali.Sebisa mungkin Alifa, mempertahankan rasa cintanya untuk Akmal.Laki-laki yang menjanjikan sebuah ikatan untuknya.
__ADS_1
Berbeda dengan Deon, hatinya masih belum tentu untuk siapa.Tak ada kata ataupun tindakan yang memperkuat rasa cintanya untuk Alifa.Itu juga yang menjadi salah satu keraguan Alifa terhadap besar nya cinta Deon untuknya.
"Fokus,Al.Ingat ada seseorang yang menjanjikan cinta untuk mu.Jangan goyah, ataupun kalah sebelum bertarung".Gumam Alifa,saat hati dan pikirannya tak sama.Hati, menginginkan Deon, tapi pikirannya terus tertuju pada Akmal.
Saat Alifa di Landa kebingungan,berbeda dengan Deon.Dia tengah di hadapkan pada masalah perceraian orang tuanya.
"Argh".Teriak Deon,mengacak rambutnya frustasi.
Masalah demi masalah tengah melanda nya,kasus perceraian orang tuanya ternyata menyita seluruh tenaga,pikiran,dan emosinya.Tak mudah menghadapi orang yang sudah lama malang melintang dalam berbagai kasus dan telah melewati hitam putih kehidupan ini.
Saat di hadapkan pada beban masalah ini,Deon yang memang senang menegak alkohol ini.Mau tak mau harus kembali lagi pada kebiasaan lamanya,yaitu menegak minuman keras sebagai bahan pelampiasan perasaannya dan beban masalah yang datang bertubi-tubi.
__ADS_1