
Alifa yang sudah terlelap tidur dengan masih menggunakan mukena akibat dari rasa lelahnya setelah banyak mengeluarkan air mata dalam doa panjangnya,mengadu kepada sang Khalik tentang permasalahan hidup yang dialaminya.
Berbeda dengan Deon,yang gelisah dalam tidurnya.Ada rasa tak enak hati karena berani memamerkan kemesraan di hadapan si lugu,Alifa.Entah mengapa rasa tak enak hati itu muncul begitu saja.
Mungkinkah rasa cinta yang pernah ada untuk Alifa masih tersimpan di dalam hati kecilnya.Deon,merasa tak yakin karena itu.Tapi,memang hati kecilnya tak bisa di bohongi.
Apalagi setelah melihat jejak air mata yang membasahi pipi putihnya itu tak sengaja terlihat oleh Deon."Alifa pasti tadi habis nangis".Deon terus berguling ke kanan kemari dalam kegelisahan tidurnya.
"Tapi,kenapa dia menangis?,apa dia punya masalah?".Deon tak henti-hentinya mengubah posisi tidur.
"Astaga aku lupa dengan janjiku".Sedetik kemudian Deon berdiri dari posisi tidurnya.Tersadar dalam janji yang belum di tunaikannya.
Lagi,Deon mengkhianati hati kecilnya yang meronta.Ingin memberikan protes pada si pemilik raga.Tapi,Deon tak mau mengerti akan isyarat tubuh yang ikut meronta,menjerit karena kebodohan sang pemilik raga.
.......
Deon yang semalam sudah menemukan ide untuk memenuhi janjinya,memanggil Alifa untuk datang ke ruangannya.
"Yah pak,ada yang saya harus kerjakan?".Alifa sedikit menekan kata-katanya,terbawa arus emosi yang tak mampu di kendalikan.
__ADS_1
"Besok ada rapat dadakan pemegang saham.Ada sedikit masalah dalam keuangan kantor kita.Kau persiapkan segala sesuatunya dengan pasti.Jangan ada cacat sedikitpun,pastikan semua pemegang saham hadir di rapat dadakan ini".Banyak sekali beban yang harus di kerjakan oleh seorang Alifa.Hanya seorang.
"Baik,ada lagi?".Tantang alifa
"Yah tentu ada".Deon merasa tertantang oleh ucapan Alifa yang dia ketahui itu sengaja di lakukan.
"Tolong kau Pastikan untuk membuat laporan laba-rugi yang perusahaan ini telah peroleh,selama setahun ini.Periksa dimana letak kesalahannya dan pastikan temukan pelakunya".Dengan gampangnya Deon memberi setumpuk pekerjaan untuk Alifa.Sungguh tak punya hati nurani.
'Sial dia memaksaku untuk lembur pada malam ini".Tentu protes macam gini hanya di ucapkan di dalam hati saja."Baik,akan saya laksanakan tugas ini dengan baik".Lisannya mengkhianati hatinya yang merutuki Deon yang memberikan pekerjaan seenak jidatnya saja.
Alifa keluar ruangan laknat itu untuk sesegera mungkin mengerjakan setumpuk tugas yang di embankan kepadanya.
Fokus matanya tertuju pada layar laptop, mengetikkan sesuatu diatas tools bar.Memaksakan matanya bekerja terus-menerus di layar laptop itu.Hingga membuatnya merasa pusing.
Waktu bergulir begitu cepat,tak terasa sinar matahari berganti dengan cahaya yang di hasilkan oleh si kembar Siam,bulan dan bintang.Alifa masih setia duduk sambil tetap fokus ke layar laptop.Tak ada yang lembur,selain dirinya.Tak apa baginya yang penting malam ini juga dia harus bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.
"Kenapa belum pulang".Ucapan Deon,sukses membuat Alifa berjingkrak terkejut.
"Bisa gak sih kalau datang jangan tiba-tiba.Bikin jantungan orang aja".Alifa tanpa sadar mengucapkan kata kasar pada Deon,efek rasa capek dan pusing kepala yang menyerangnya.
__ADS_1
"Yah maaf".Deon berkata tanpa ada raut penuh penyesalan.
"Gak akan aku maafkan".Alifa mendelik sebal pada kelakuan Deon yang satu ini.
"Why".
"Pikir aja sendiri".
"Gak sopan amat yah kamu".Sentak Deon tak terima perlakuan kasar Alifa.
Alifa menghela napasnya kasar, berhadapan dengan Deon,harus memiliki stok kesabaran yang banyak."Maaf pak,bukan bermaksud kurang ajar.Tapi,tolong lain kali kalo datang jangan tiba-tiba ".Nada bicara Alifa berubah menjadi lemah lembut, melunakkan singa jantan yang sedang bersiap mengeluarkan cakarnya.
"Yah aku maafkan tapi kamu juga jangan mengulangi ini lagi".Deon berkata dengan angkuhnya,sama sekali tidak melunak.
"Kenapa bapa belum pulang?".
"Menunggu mu".
"Buat?".
__ADS_1
"Melihat kinerja kerja mu".
"oh".Alifa hanya beroh ria.'Tuh kan Alifa,jangan kegeeran kamu'.