
Walau merasa kesusahan akibat gaun yang di pakai menjuntai ke bawah,tapi Samantha tak ingin kehilangan jejak Deon."Merepotkan sekali".Gumam Samantha,menyibak ujung gaunnya, memegang dengan tangan agar kakinya bisa leluasa bergerak.Samantha yang terbiasa berjalan anggun,kini harus merendahkan harga diri nya dengan berjalan tergesa-gesa.Banyak pasang mata yang menyaksikan cara dia berjalan.Namun,dia berusaha bersikap acuh.
Saat Samantha sudah bisa mengejar Deon, tiba-tiba matanya menangkap pemandangan yang tak enak di pandang.Inilah yang di takutkan Samantha,Deon dan Alifa kembali di pertemukan, khawatir jika benih-benih cinta masih tertanam sempurna di hati mereka.
Dengan langkah lebar,karena tersulut emosi.Samantha tak lagi memperdulikan tatapan orang lain apalagi bisik-bisik tetangga sempat dia dengar.Telinganya telah tertutup oleh rasa cemburu,akal pikirannya telah di kuasai oleh emosi.Tak mau lagi mengalah seperti dulu sebab Deon telah menjadi calonnya,kurang dari seminggu mereka akan melangsungkan pernikahan."Lepaskan".Teriaknya,melerai genggaman tangan mereka.
Tatapan tajam Samantha layangkan untuk Deon."Apakah ini yang kamu lakukan di belakang ku?". Teriaknya marah,tak sadar teriakan nya telah mengundang perhatian banyak wisatawan.
Tak sampai disitu, tatapan tajam juga dia layangkan untuk Alifa.Wanita yang di tatap dan di bentaknya malah terlihat melongo."Kamu siapa?".Tanyanya dengan muka polos nya.
__ADS_1
Di tanya seperti itu Samantha yang sejak tadi terbakar api cemburu, tertantang untuk membangunkan iblis yang tertidur di dalam hatinya.
"Aku siapa?".Samantha,mengangkat tangannya.Memperlihatkan jari manisnya."Lihat ini apa?".Sentak Samantha agar Alifa menyadarinya.
"Kau.Kamu Samantha.Kekasih Deon?".Tanya Alifa, pandangan matanya menelisik dari atas sampai bawah,mengaitkannya dengan pakaian yang dikenakan oleh Deon.
"Belum,kami baru lamaran.Cincin yang tersemat di jari manis Samantha adalah cincin lamaran kami".Jelas Deon,tanpa permisi malah menjawab pertanyaan Alifa.
Alifa memegang kepalanya,merasa pusing dengan kejadian yang baru saja terjadi."Maksud mu?". Lama tak bertemu, ternyata membuat pikiran Alifa menjadi lemot.
__ADS_1
Samantha kembali naik pitam di suguhi oleh pemandangan Alifa yang sok polos."Kami akan melangsungkan pernikahan,Minggu ini dan kau".Teriaknya,menunjuk dada Alifa."Kau jangan pernah merebut kebahagiaan orang lain dengan kedatangan mu yang ku pikir adalah atas dasar kesengajaan dan yah berpura-pura bersikap sok alim.Pakaian mu aja tertutup tapi hatinya busuk".Teriak Samantha berapi-api.
Teriakan marahnya di sertai rasa cemburu Tak pelak itu menimbulkan rasa keingintahuan dari semua wisatawan.Dalam hitungan menit,mereka berkerumun menyaksikan perseteruan yang terjadi tak terkecuali akmal dan Brian yang tadi sempat kejar-kejaran, menghentikan aksi mereka setelah mendengar teriakkan seorang wanita, seakan tak mau ketinggalan mereka juga ikut berkerumun.Bisik-bisik tetangga kembali terdengar bahkan ada yang mengabadikan moment itu dengan kamera ponselnya.
"Alifa".Teriak kalap Akmal,begitu ekor matanya menangkap sosok wanita yang ketakutan akibat teriakan dari seorang wanita belum lagi dia menjadi pusat perhatian.
Dengan langkah lebar,Akmal menyibak kerumunan orang yang menghalangi jalannya."Permisi".Ucapnya pada orang si hadapannya itu untuk memberikan jalan.Semakin merangsek kerumunan orang, berjalan dengan cepat agar bisa Cepat sampai.
"Ada apa ini?".Teriaknya di buru oleh rasa khawatir bercampur emosi.
__ADS_1