
Jika Alifa tengah menimbang-nimbang keputusannya.Apa sebaiknya resigh atau tetap bertahan dalam tekanan mental dan hatinya.Alifa,memang tidak secara gamblang mengakui bahwa dirinya telah jatuh cinta pada sosok laki-laki yang hampir seharian bersamaanya.Namun,ada rasa nyaman bila ada di dekatnya.Tapi,dua bulan yang lalu Dimana Deon memperkenalkan Samantha sebagai kekasihnya.Itu adalah pukulan bagi hatinya.Seperti tercabik-cabik hingga tak tersisa.
Menampar hatinya,seakan ingin mengatakan bahwa Alifa memang telah jatuh cinta pada atasannya itu.
Berbeda dengan Deon, laki-laki itu tengah memikirkan cara agar bisa menunaikan janjinya.Mendamaikan konflik antara ayah dan anak itu.
"Aku memang tidak memilih mu Alifa.Tapi,aku tidak akan lupa dengan janjiku.Berharap kau mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.Kembali pada pelukan keluarga mu.Agar kau bisa bersaing dengan ku.Kelak".Deon menatap layar laptop nya.Menunggu balasan email yang tadi di kirimkan ya pada mr.smit.
Ting
Layar laptop itu berbunyi,menandakan ada email balasan yang masuk.
From:Deon Artama
To. :Smith Rodriguez
Selamat siang kembali saya ucapkan pada anda.Deon Artama,dengan senang hati saya menerima undangan makan malam anda.Sesuai dengan waktu dan tempat yang anda sepakati.Hanya ada aku dan anda.
__ADS_1
Begitulah kira-kira isi balasan email yang baru saja di kirimkan dan di ketik langsung oleh mr.smith sendiri.
"Yes".Deon mengepalkan tangan ke udara.Mr.smith telah menyetujui ajakan Deon.Kali ini tantangannya terletak pada Alifa.Sangat sulit untuk membujuknya.Sama seperti ayahnya,Mr Smith.
Itu adalah pesan email yang di kirim oleh Deon,entah sudah berapa kali Deon mengirimkan pesan lewat email pada mr.smith,tapi baru kali ini mendapatkan balasan."CK,ayah dan anak itu emang sama-sama keras kepala".Gertak Deon,merutuki sifat ayah dan anak itu.
"Ayo Deon,kamu harus bisa.Kali ini kamu harus bisa.Ingat, bersikap lah layaknya pemimpin".Deon meyakinkan diri sendiri.Kali ini tidak boleh gagal agar rencana yang telah lama di susunnya berhasil dan tepat sasaran.
Di ayunkannya kaki itu menuju meja Alifa yang berada di luar ruangannya.Melangkah tegap,layaknya seperti sosok pemimpin yang di segani.Di pegangnya handle pintu itu.
"Alifa,aku mohon dengan sangat malam ini.Kamu tidak boleh menolak ajakan ku.Nalam ini,jam delapan malam di cafe and cake Braga.Kamu harus ikut".To the point,Deon menyampaikan maksud dan tujuannya menghampiri meja alifa.
"Seperti dia sudah tau rencanaku".Ucap Deon yang hanya bisa di ucapkan di dalam hati saja.
"Hello,pak".Alifa menggerak -gerakkan tangan tepat ke depan muka Deon.
"Oh i-ya,ta-di gi-ma-na yah?".Saking terkejutnya Deon, sampai-sampai dia gelagapan sendiri.
__ADS_1
"Hmmm,aku bilang ada kepentingan apa?".Alifa sampai mengulang pertanyaan nya.
"Aku hanya ingin mengajak mu makan malam saja.Tak ada hal yang penting,yang harus di bahas.Seingatku.Aku tak pernah mengajak mu makan malam di luar".
"Kan bisa mengajak Samantha,tak perlu mengajak ku.Entar kalau Samantha berpikir yang tidak-tidak dengan aku gimana?".Kilah Alifa,memberikan alasan masuk akalnya.
Deg
Alifa seakan menampar dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia melupakan keberadaan Samantha.Bagaimana jika memang benar Samantha tau tentang makan malamnya bersama dengan Alifa.Wanita yang selama ini di cemburuinya.
"Tak akan ada masalah.Aku mohon Alifa kali ini aja".Deon,terus membujuk Alifa tanpa kenal lelah.
Alifa merasa jengah juga dengan perlakuan Deon,seakan tak ada lelahnya membujuk."Iya,aku ikut bapak makan malam.Tapi untuk kali ini aja.Tak ada yang kedua ketiga dan seterusnya.Aku tak ingin membuat masalah dengan kekasih bapak itu".
"Terimakasih Alifa.Aku janji ini adalah yang pertama dan terakhir.Tak ada lagi makan malam untuk yang kesekian kalinya'.Deon pamit undur diri pada Alifa,berjingkrak senang,karena rencananya kali ini akan berjalan lancar....Semoga saja.
"Ah dasar CEO aneh bin gila".Alifa sampai mengangkat telunjuknya pada keningnya kemudian menggesek nya dengan miring.Melambangkan orang gila.
__ADS_1
Cinta tertutup rasa gengsi.Cinta berselimutkan lara..Dua insan yang sama-sama belum juga menyadari perasaan cinta yang tumbuh di hati masing-masing