
Wardah berteriak histeris,tatkala Alifa dan akmal pergi meninggalkannya begitu saja dengan membawa kabar yang telah menusuk hatinya.Sahabatnya sendiri telah mengkhianati nya dengan diam-diam telah menerima lamaran dari pria yang di sukai nya.
Maulida dan Khalisa hanya menatap kepergian akmal dan Alifa dengan penuh kebingungan,tak bisa memahami peristiwa terjadi di depan mata mereka.Ini terlalu mendadak bagi mereka untuk di rangkai satu persatu kejadian yang mungkin sudah terlewatkan dan sudah jauh tertinggal di belakang mereka.
"Hiks..Hiks..Hiks".Wardah menangis, sesenggukan."
Khalisa dan Maulida hanya bengong,bingung harus menanggapi nya seperti apa.Sebab Wardah dan Alifa merupakan sahabat mereka.Tak mungkin memilih salah satunya,meski mereka berdua tetap kecewa pada Alifa.
Rasa kecewa itu ada saat Alifa tak mengundang nya atau sekedar basa-basi tentang acara lamaran itu.Bertanya pun,pada siapa.Hanya,bertanya dalam diam dan mencoba memahami segala peristiwa itu.
Sementara kerumunan orang-orang,berangsur membubarkan diri.Praduga mereka tentang Akmal dan Alifa, terbantahkan dengan bukti nyata berupa cincin lamaran dan lagi, undangan pernikahan mereka dapatkan sesaat sebelum Alifa dan Akmal pergi tanpa permisi,menyisakan tanda tanya dan luka hati pada orang yang diam-diam menaruh hati.
"Apa kalian tidak mau menenangkan ku?".Tanya Wardah pada Khalisa dan Maulida.
__ADS_1
"Menenangkan?".Tanya balik, Maulida dan Khalisa.Membeo.
Wardah menepuk jidatnya,merasa dua sahabatnya ini bego juga."Kalian ini pura-pura bego apa gimana?".Tanya Wardah, menginterupsi kedua sahabatnya itu.
"Bego".Khalisa membeo
Wardah memutar bola matanya,jengah.Ternyata kejadian tadi sudah membuat kedua sahabatnya menjadi bego alias oon.
"Yah sudah, lupakan".Ucap Wardah, melambaikan tangan menyerah.
"Ikut ke dalam".Ucap Khalisa dan maulida serempak.
Wardah, maulida dan juga Khalisa,berjalan menuju tempat majlis ta'lim,kendati pikiran mereka masih di Landa kebingungan.
__ADS_1
Deon yang sudah terlepas dari masalah perceraian orang tuanya yang banyak menyita perhatiannya,pikiran, tenaga dan bahkan menguras emosi nya itu kini telah memantapkan diri untuk mengejar cintanya.Aisha Alifa.
Sudah dua hari ini,Deon merenenung.Memikirkan cara untuk kembali lagi pada wanitanya,tak sabar rasanya ingin memiliki lagi cinta nya yang sempat terlantar.Di korbankan demi kebahagiaan orang tuanya.
"Alifa".Gumam Deon.
Dia sekarang masih berada di taman belakang rumah.Tempat,bunga mawar itu di tanam tapi sayangnya bunga itu telah layu sebelum tumbuh sempurna.Begitu pun cinta Deon di hati Alifa,telah tertutup rapat.Tergantikan oleh kehadiran Akmal dalam hidup Alifa.
Deon,tak henti-hentinya menatap gundukan tanah,bekas tanaman bunga mawar itu di tanam,mengulasnya penuh sayang,seakan di tanah itu adalah wanita nya.
"Al".Gumam Deon."Maaf,untuk semua luka hati yang tak sengaja aku torehkan di hati mu.Maaf,untuk amanah yang kamu berikan,tapi aku mengabaikan nya".Deon,terduduk di hamparan tanah itu, dengan linangan air mata membasahi pipinya.
Tak dapat di pungkiri oleh Deon,dia memang banyak menorehkan luka di hati Alifa.Mengabaikan perasaan Alifa,hanya demi kebahagiaan orang tuanya.
__ADS_1
Di saat Deon,tengah menangis dalam diamnya.Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menggenggam bahu nya.
"Deon".Ucap wanita yang ada di belakangnya,tak lain dan tak bukan itu adalah mommy danita.