
Atria berlari dengan sekuat tenaga sesekali menyeka air matanya dengan kasar.
"Pak." Ucap Atria lirih
"Iya?" Tanya pak satpam
"Saya udah minta surat ijin tadi sama pak Surya. Tolong bukain gerbangnya." Ucap Atria lirih
Pak satpam mengangguk, berjalan pelan sambil membawa kunci gembok.
"Turut berduka cinta, neng." Ucap pak satpam pelan. "Saya baru kemarin melihat neng Elfi beli es krim. Ternyata itu pertemuan terakhir." Tambahnya
"Makasih, pak." Ucap Atria lirih
"Yang sabar ya." Ucap pak satpam
Atria mengangguk pelan.
Berjalan sendiri di jalan yang sepi, sesekali Atria menengok ke belakang, ke samping kanan dan kirinya dengan mata ketakutan. Meskipun siang hari tapi tetep saja Atria merasa takut.
"Hay nona manis." Ucap seorang anak sekolah yang Atria taksir seumuran dengan Riki.
"Apaan sih?" Ujar Atria merasa risih
"Cantik, jangan sombong gitu dong, main 2 atau 4 jam sama kita." Ucap yang paling tampan di antara 6 orang itu, mencolek lengan kiri Atria sambil mengedipkan mata kiri nya.
Atria menepis tangan nakal itu dengan kasar. "Apaan sih gak sopan!" Teriak Atria, berlari menjauh sekuat tenaga.
"Jangan lari sayang." Teriak nya.
Berlari terus tanpa lelah, tanpa sadar Atria sampai di jalan yang padat kendaraan dan
'Brak' Atria tertabrak mobil hingga terpental 6 meter dari tempat kejadian.
'Prang' Alira, mama Atria yang sedang membersihkan foto, yang di bingkai menjatuhkan foto Atria seorang diri dengan tidak sengaja.
"Astagfirullah." Gumam Alira, membersihkan serpihan kaca yang pecah lalu mentap foto Atria dalam
"Ada apa dengan Atria?" Tanya Lira lirih
'Degh' jantung Riki berdetak sedikit cepat seperti orang yang habis berlari. Membuat sedikit sesak di dada.
__ADS_1
"Astagfirullah, kenapa fikiran gue terjutu sama Atria apa yang terjadi dengan Atria?" Batin nya
"Ada apa Regin?" Tanya Riki, "kalau mau diem aja, gue pergi nih. Gue ada perlu penting banget." Tambahnya
"Gue suka sama lo, ki." Ucap Regin pelan
Riki terbelakak, nyaris tercopot matanya. "Gin...
"Dari pertama kali gue liat lo di sekolah ini, awalnya gue cuman suka. Tapi, setelah kita sempat dekat waktu itu rasa ini berubah menjadi nyaman dan sayang." Ungkap Regin
"Setelah lo sempat buat gue nyaman dan sayang, rasa ini berubah menjadi rasa cinta ki. Cinta!" Ucap nya
"Gue tau, lo gak sayang sama gue, lo gak cinta sama gue. Tapi, gue mohon buka sedikit hati lo buat gue." Ucap Regin, menatap Riki penuh harap.
"Gin, gue lagi gak mau pacaran atau deket sama cewek. Gue lagi gak mau kenal sama orang baru...
"Gue bukan orang baru, ki! Kita kenal udah satu tahun lebih, ki! Teriak Regin penuh penekan.
"Maksudnya gue, Gin. Gue lagi nggak mau deket sama cewek selain keluarga gue. Gue mau fokus bahagiain adik gue." Ucap Riki menjelaskan
"Jangan berlebihan, Riki! Dia cuman adik lo." Ucap Regin penuh penekanan
"Gin, jangan paksa gue. Biarin gue sendiri yang nentuin kapan buka hati. Dan makasih, lo udah mau naruh hati sama gue. Gue hargain itu. Tapi, kalau buat membalas cinta lo, maaf gue engga bisa. Maaf!" Ucap Riki
"Maaf gue harus pergi, gin!" Ucap Riki, berdiri dari duduk nya, melangkah meninggalkan Regin.
Regin menatap kepergian Riki dengan hati hancur. Benar dugaan nya. Cinta nya tidak terbalas selama ini. Sebelumnya, Regin pernah menerima Viky tapi hubungan nya hanya berjalan satu minggu, karna ia masih mencintai Riki dan dia tidak mau menyakiti Viky.
'Degh' perasaan Zahra dan Rita tidak enak
"Kak Riki sama Atria lama amat sih." Ucap Rita yang mulai kesal menunggu.
"Tau ih." Desah Zahra, "perasaan gue juga engga enak lagi." Tambahnya
"Mungkin ada sesuatu yang membuat mereka lama." Ucap Farel
"Bisa jadi." Ucap Ivan
"Perasaan gue juga enggak enak gini ya, kenapa ya?" Tanya Rita
"Sama, Rit. Fikiran gue melayang nya sama Atria terus." Ucap Zahra
__ADS_1
Riki berlari dengan tergopoh-gopoh menuju parkiran.
Hos hos, dengan bertumpu pada lututnya Riki meredakan capenya.
"Atria mana, kak?" Tanya Rita, saat melihat Riki kembali hanya seorang diri.
Riki mengerutkan keningnya, "bukan nya udah di sini?" Tanya Riki, menatap satu persatu teman-temannya.
Mereka menggeleng, "engga ada, gak nampakin batang hidung nya pas kalian udah pergi." Ucap Ivan
"Serius?" Tanya Riki nadanya sedikit berteriak
Mereka mengangguk, "emang lo kemana dulu?" Tanya Farel
Riki menggeleng pelan. Salah nya seharusnya ia kejar Atria tadi bukan malah menurut untuk tidak mengejarnya.
"Kalian ngapain di sini?" Tanya pak satpam
"Mau pulang, pak." Jawab Ivan
Pak satpam mengangguk mengerti, melihat keadaan kedua wanita yang sedang tidak baik itu.
"Neng Atria juga baru saja 25 menit yang keluar." Ucap pak satpam
"Apa?" Teriak mereka
"Neng Atria juga baru keluar 25 menit yang lalu," ulang pak satpam
"Serius, pak?" Tanya Riki
"Iya, emangnya kenapa?" Tanya pak satpam
"Harus nya dia pulang bareng kita pak." Ucap Farel
"Oyah? Mamang gak tau sih, itu juga neng Atria nangis."
"Nangis?" Tanya Riki
"Iya."
"Yaudah makasih, pak." Ucap Riki, "oiyah, maaf gerbangnya juga bukain yah, pah. Maaf banget." Tambahnya
__ADS_1
"Iya."