
"Sudah selesai?".Tanya Alifa sekali lagi,daritadi dia sibuk memperhatikan kedua laki-laki dewasa tapi kelakuannya seperti anak kecil.
Kamal memutar tubuhnya menghadap pada sumber suara yang dia kenali itu adalah suara istri dengan perasaan malu dan gugup Akmal mendekat kearah Alifa sembari menengadahkan tangan.
Alifa mencium tangan suaminya,takzim."Sudah lama,mas disini?".
"Lumayan sayang".Jawab Akmal.
"Yah gak asyik".Keluh Brian yang kegiatan di masa kecilnya harus terganggu dengan kehadiran Alifa.
Akmal menoleh kearah Brian, memberikan pelototan tajam."Kamu main saja sana sama Arumi".Hardik akmal.
"Apa boleh nyonya Alifa?".Tanya Brian,seraya memohon.
Alifa dan Akmal saling pandang, ternyata Brian menganggap ucapan Akmal itu dengan serius.
"Permainan apa yang ingin kamu lakukan dengan sekretaris ku?".Tanya Alifa.
"Main kuda-kudaan".Celetuk Brian.
Akmal segera mendekat kearah Brian,menoyor kepalanya dengan keras."Apa kau tidak bisa berpikir jernih?".Gertak Akmal.
__ADS_1
"Yeay,aku hanya bercanda kali".Sahut Brian sembari memegang belakang kepala nya.
"Aku tidak mengizinkan dan lagi aku butuh dia".Gertak Alifa.Dia juga ikut emosi,kala Brian seenaknya jidatnya me jawab pertanyaan tanpa berpikir panjang.
"Mentang-mentang sudah merasakan surga dunia,belagu amat kalian".Keluh Brian.
"Brian".Hardik Alifa dan Akmal bersamaan.
"Cieee kompak amat".Sahut Brian.
Alifa memberikan pelototan tajam pada Brian.Sedangkan Akmal hendak menoyor kepala Brian lagi,tapi asistennya itu sudah berlari terbirit-birit."Jangan suka menoyor kepala orang,entar otak cerdas ku berkualitas".Teriak Brian.
Akmal di buat emosi oleh tingkah laku Brian,menyesal kenapa dia bisa merekrut orang seperti Brian.Tapi,otak cerdasnya memang tak bisa di ragukan lagi, terbukti dengan hasilnya yang memuaskan dan tepat waktu.
"Yah, sayang".Jawab Akmal.
"Ayo,kita ke ruangan ku.Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan".Ucap Alifa.
Akmal mengangguk kepala, menggandeng tangan sang istri dengan mesranya.Tak ingin lagi kejadian tadi pagi terulang lagi.
Adegan mesra mereka tak luput dari pantauan karyawan termasuk dengan Arumi.Wanita yang sudah menjadi sekretaris Alifa tak lama ini.Diam-diam dia merasa cemburu dengan perlakuan Akmal terhadap Alifa.
__ADS_1
"Andai aku juga punya suami kayak Akmal".Keluh Arumi."Ah tapi tak mungkin dia jatuh cinta pada seorang sekretaris,kayak aku". Keluhnya lagi.
Yah,tak dapat di pungkiri oleh Arumi.Wajah tampan nan rupawan Akmal telah membuat nya jatuh hati.Wajah akmal yang perpaduan indo-arab,menambah kesan sempurna.
"Mas sudah lama disini?".Tanya Alifa,begitu sudah sampai di ruangan kerjanya.
"Lumayan,aku langsung menyusul kesini".Jawab akmal.
Alifa dan akmal duduk di sofa,masih saling bergandengan tangan begitu amat mesranya bak perangko yang selalu nempel terus.
Akmal mencium tangan Alifa amat lama."Tetaplah bersamaku sampai tua nanti".Ucap Akmal sembari melirik kearah Alifa."Ceritakan semua yang sekiranya tidak kamu sukai, komunikasi adalah kunci sebuah hubungan langgeng".Ucap akmal lagi.
Alifa tergugu dengan ucapan akmal, seakan dia tengah mengintrogasi dengan cara halus.
'Apa dia tau,aku sudah bertemu dengan Deon?,ah rasanya tak mungkin, kalau iya tau.Tapi,aku kan gak sengaja bertemu dengan dia'Ucap Alifa membatin.
"Hai".Sentak Akmal, melambaikan tangan ke wajah Alifa."Ngelamun aja". Gertaknya.
"Hehe maaf".Alifa hanya menyengir kuda, berharap Akmal tidak mengetahui perihal dirinya bertemu dengan Deon di pantai pasir putih.
"It's ok,asal jangan di ulangi lagi.Hargai suami mu ini".Ucap Akmal.
__ADS_1
Dia bukannya tak tau mengenai pikiran Alifa, hanya saja dia tak ingin Alifa kembali salah paham terhadap dirinya.
Alifa menyandarkan kepala di bahu Akmal,mencari kenyamanan di bahu laki-laki yang sudah dua hari sah menjadi suaminya.Begitupun dengan Akmal,dia mengecup puncak kepala Alifa, sebelum akhirnya dia juga menikmati moment kemesraan mereka berdua.Mencoba memaklumi kesalah pahaman diantara mereka berdua.