Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 64


__ADS_3

"Maksud anda apa?".Tanya ulang Alifa, pura-pura bego.


Akmal menggaruk tengkuknya yang tak gatal."Begini,kamu kan putri dari seorang konglomerat.Iya kan?".Tanya Akmal,mencari kebenaran.


Alifa mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan yang sensitif itu.Mungkin sesama kalangan pebisnis mereka tau kalau dia ini putrinya seorang konglomerat yang bernama Smith.Tapi,di pedesaan ini banyak yang tidak tau.Sebisa mungkin dia rahasiakan indentitas agar dia bisa lebih leluasa beraktivitas.


"Seperti yang anda tau".Jawab Alifa sinis, sekarang mereka berdiri saling berhadapan.


"Anda seorang putri konglomerat,lalu kenapa anda bekerja sampai sekeras ini?".Ucap Akmal bertanya lebih detai atau lebih tepatnya mencari informasi.


"Hmmm".Alifa maju dua langkah dari posisinya semula,memberi jarak diantara keduanya.


"Kenapa nada bicara anda jadi berubah?.Sahut Alifa,berusaha mengalihkan perhatian.


"Jawab dulu pertanyaan saya,jangan terus berkilah saya tau anda berusaha menutupi indentitas anda kan?,dan apa alasannya ".Terdorong oleh rasa penasan,tak sadar Akmal memprovokasi Alifa untuk berkata jujur.


"Apa urusan anda?,ini masalah keluarga tak sepantasnya anda ikut campur".Sentak Alifa,nada bicaranya meninggi.Naik satu oktaf.


Akmal terdiam,tak menyangka akan reaksi Alifa atas pertanyaannya yang bagi dia sederhana.Tak tau jika itu adalah pertanyaan yang sensitif bagi Alifa.Menjauh bukannya memberikan dia ketenangan,malah semakin membuatnya runyam.


"Ada apa ini?".Tanya Marsha dan Sofi berbarengan.

__ADS_1


Ternyata suara sentakan Alifa yang meninggi itu telah terdengar dari luar,semakin membuat penasaran mereka atas suara gaduh yang sumbernya dari arah dapur kotor itu.


'Kenapa pula ada si Marsha and the bear dan si Sofi in the first 'Gumam Alifa membatin,memijat pelipisnya karena merasa di buat pusing dengan kedatangan dari dua gadis centil ini.


"Gak ada apa-apa".Sahut Akmal sopan.


"Oh kirain si anak baru ini sedang mencari perhatian dengan berteriak"Ucap Sofi lantang,sengaja menekankan kata-katanya.


"Sembarangan kalau ngomong,tak sadar apa dia sendirinya yang bermuka dua,penjilat,dasar ular memang".Gumam Alifa lirih.


"Biarkan saja".Sahut Akmal setengah berbisik.


"Ular akan tetap menjadi ular.Meski berubah menjadi Londok sekalian tetap bisa nya masih ada.Hanya perlu diam menyimak ucapannya daripada ikut menimpali.Hanya bikin darah tinggi saja".Bisik Akmal di dekat telinga Alifa,memang sejak kedatangan dua ular berbisa tadi.Akmal merapatkan diri dengan posisi Alifa Sehingga tak ada jarak diantara keduanya.


"Kenapa kalian malah sibuk berbisik-bisik?,apa iya si anak ingusan yang bau kencur ini lagi menarik perhatian dari bos ganteng kita satu ini".Ucap Sofi memojokkan Alifa dengan nada lembut.


"Jangan sama dia,sama aku aja".Ucap Marsha yang sedari tadi hanya diam menonton.Bergelantut manja pada lengan Akmal,tak tau malu sekali dia.


Akmal melepaskan tangan Marsha dengan lembut,risi dengan kelakuan wanita yang satu ini,sangat persis dengan penilaian nya.


"Ini sudah waktunya pulang kan?,kenapa kalian masih ada disini?".Tanya Akmalengalihkan perhatian.Lebih tepatnya mengusir secara halus.

__ADS_1


"Oh iya ini sudah waktunya pulang kan?,piring juga sudah bersih semua.Berarti aku boleh pulang dong?".Tanya Alifa, mengedipkan mata mencari pembelaan Akmal.


Akmal yang tak mengerti, bertanya tanpa mengeluarkan kata."Apa?".Semakin geram saja Alifa di buatnya,ingin sekali menoyor kepala si bos satunya ini.Tapi,urung di lakukan.


"Pak bos saya pulang dulu yah,sebab ini sudah waktunya pulang".Ucap Alifa,meminta izin secara sopan.


"Udah sana pergi,gak usah ke ganjenan loe".Ucap Marsha dan Sofi berbarengan,mengibaskan tangannya ke udara.Mengusir Alifa.


Alifa yang merasa sudah mendapatkan izin,meski bukan dari Akmal langsung.Bersorak senang dalam hati,merasa terbebas dari cengkraman dua ular berbisa itu yang sewaktu -waktu bisa saja mengeluarkan bisanya.


Melenggang pergi tanpa memperdulikan keadaan Akmal,gelisah dalam hati mendapati dirinya di kepung oleh dua ular berbisa.Meski dia adalah bos nya tapi kalau berhadapan langsung dengan dua ular berbisa secara bersamaan.Tentu,itu akan menimbulkan ketakutan.


"Ya Tuhan, selamat aku dari jerat manusia setengah ular ini".Do'a Akmal dalam hati.


Dua ular itu hendak bersiap-siap untuk mengeluarkan bisanya.Namun, sebelum keluar.Akmal menyentak mereka, berbicara tegas sebagai peringatan agar mereka berlaku sopan.


"Pergi atau mulai besok kalian jangan datang lagi ke sini". Gertak Akmal.


Merasa terusir,ke dua ular berbisa itu lari terbirit-birit,tak ingin kehilangan pekerjaan yang berharganya itu.


"Selamat".Ucap Akmal,mengelus dadanya sendiri.Terkadang bersikap tegas lebih di perlukan daripada bersikap lemah lembut tapi tak di hargai.Begitu lah menurut pemikiran nya.

__ADS_1


__ADS_2