
Masih dengan emosi yang berkecamuk dalam diri Deon,dia juga masih melaju kan mobilnya dengan arah tujuan tak pasti.Tak ada tujuan yang pasti untuk orang yang di Landa kebingungan hati ini.
Minuman beralkohol dan cerutu yang selama ini menemani hari-hari Deon setelah kepergian Alifa.Dulu,Samantha juga selalu menemani dia ke klub-klub malam, menghabiskan malam panjangnya dengan di temani beberapa botol wine.Berjoged ria, seakan melepas beban pikiran.
Padahal saat bersama Alifa, kebiasaan itu sempat terhenti.Namun, sekarang dia kembali ke lubang yang sama.Tenggelam dalam lumpur kenistaan,tanpa ada yang menghentikan nya, satu-satunya orang yang bisa menghentikan dia kembali ke lumpur penuh kenistaan, adalah Alifa.Namun,wanita itu telah menghilang,entah kemana.
Kekalutan pikiran Deon,membawa dia menuju sebuah klub malam.Tempat,dimana dia bisa mengekspresikan diri dengan berjoged ria dan di temani oleh minuman beralkohol.
"CK,kenapa tutup sih?".Gerutu Deon,begitu sampai di klub malam itu."Ais,aku lupa ini kan masih siang".Ucap Deon,mengomel.
Deon,turun dari mobilnya memeriksa sekitar klub malam itu.Membanting pintu kemudi dengan keras.
"Arggggh".Teriak Deon,mengacak rambutnya frustasi.
Dia berdiri di samping mobilnya,bersandar pada badan mobil sambil menyalakan cerutu.Kepulan asap keluar dari mulutnya setelah menghisap cerutunya itu, meresapinya sambil sesekali wajah Alifa menghiasi pelupuk matanya.
Jauh di mata,dekat di hati.Mungkin,itu benar adanya bagi Deon yang merindukan seseorang tapi tak mungkin untuk di gapai nya.
__ADS_1
Lemah,Deon memang lemah dalam urusan cinta.Dia tak pandai memperjuangkan cintanya, hingga wanita nya memilih untuk menyerah saja.Belum lagi, kejadian yang baru-baru ini terjadi, mematahkan semangatnya dalam urusan cinta.Wanita adalah kelemahan terbesarnya,dia tak pandai menilai sesuatu.
Wanita baginya adalah sebuah candu tapi bisa memabukkan.Mimik mukanya tak bisa di tebak begitu saja.Isyarat yang di berikan oleh wanita membuatnya pusing tujuh keliling.Di turuti salah,gak di turuti ngambek.
"Alifa".Ucap Deon,mengepulkan asap ke udara membentuk lingkaran.
Deon tak beranjak dari posisi berdirinya sambil menghisap cerutu kesayangannya,alat penenang pikiran nya setelah minum alkohol.Masih betah,tak beranjak sedikitpun.Meski pegal melanda kakinya, tapi dia tetap berdiri dengan angkuhnya.
Kring..Kring..Kring
Suara telpon bergetar di saku celana Deon.Menandakan, ada panggilan telpon masuk ke smartphone nya itu.
"Samantha?,mau apalagi dia?,sudah bosan hidup rupanya".Lagi Deon mengomel,merutuki nasib dirinya.
"Hallo"
[Hallo,Deon.Apa kabar]
__ADS_1
"Gak usah banyak basa-basi,aku gak punya banyak waktu bila hanya sekedar berbasa-basi dengan rubah betina macam kau".Sentak Deon,tak tahan untuk melampiaskan kemarahannya.
[Kenapa?,gak usah marah-marah,rileks"]
"Cepat katakan,atau ku matikan panggilan ini".Lagi Deon membentak Samantha.
[Ok,aku katakan.Tapi,kamu jangan terkejut yah?,Alifa dan akmal akan menikah dalam dua hari ini.Jika,kau masih mencintai Alifa?,kamu masih punya kesempatan untuk menggagalkan pernikahan mereka _]
Tut..Tut..Tut..
Deon mematikan panggilan itu secara sepihak dan membanting smartphone nya ke sembarang arah.Tak Sudi rasanya dia mendengar kabar burung,dari wanita nya itu apalagi itu di sampaikan oleh pengkhianat nya.
"Dasar lajang,sekali lajang tetap lajang ".Teriak Deon.
Di matikan nya cerutu itu dan kembali ke mobil sport nya.Satu lagi kemarahan terbesar nya melanda hati nya.
Sedangkan di tempat lain,Samantha dan daddy David tertawa terbahak-bahak, membayangkan reaksi Deon atas kabar burung yang di sampaikan oleh Samantha.
__ADS_1
"Haha..Haha. Syukurin ku Deon"Ucap daddy David,tertawa gembira sambil memegangi perutnya.
"Aku pintar kan?".Ucap Samantha,dia juga tak kalah senang dengan berita yang di sampaikan nya itu.