Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 124


__ADS_3

"Maksud?".Tanya Deon, pura-pura bego


Alifa tak menanggapi pertanyaan Deon,fokus mengambil buku novelnya,bingung sendiri membawa buku novel dengan kapasitas melebihi kapasitas tangan munggil nya


"Butuh bantuan?".Tanya Deon,masih dengan posisi berdiri nya.


"Udah tau, bukannya membantu malah bertanya".Celetuk Alifa.


Deon berjongkok untuk mengambil alih buku novel milik Alifa itu."Lain kali kalau bertindak harus di pikir dulu.Jangan gegabah".Ucap Deon, sindiran itu kembali dia layangkan untuk Alifa.


"Andai aku punya kantong ajaib Doraemon?,semua keinginan akan terkabulkan.Andai aku punya baling-baling bambu?,akan ku terbang bebas ke angkasa.Andai aku punya pintu kemana aja?,akan ku telusuri seluruh pelosok negeri ini".


"Terbang bebas ke angkasa,gak sekalian ke neraka aja".Celetuk Deon, memberikan pendapatnya.


Alifa memukul lengan Deon."Kejauhan,bego".Gertak Alifa,geram."Lagian kalau ke neraka, meski mati dulu kali".Kata Alifa,sembari memelototi Deon.

__ADS_1


"Yah,mati juga belum tentu ke surga".Sahut Deon,tak mau kalah.


Makin lama Alifa berinteraksi dengan Deon,semakin dia merasa geram dengan ucapan nya ini.Semakin di pikir,semakin dia merasa bahwa Deon sudah kembali ke mode dulu.Seringnya membuat dia merasa geram dan jengkel di buatnya.


"Efek gak punya kekasih di malam Minggu, jadinya ngomong nya ngawur".Gumam Alifa,lirih.


"Iya, sengaja sebab lagi mencari perhatian dari si cinta yang datang terlambat".Sahut Deon.Ternyata dia mendengar gumaman Alifa.


Alifa mengarahkan pandangannya ke arah Deon."Udah tau terlambat,tapi masih aja mengejarnya.Sudah tau tak cinta lagi,tapi masih berusaha menanam benihnya.Sudah tau waktu tak bisa di putar kembali,tapi tetap memaksakan diri.Katanya gak boleh serakah.Tapi, dirinya tak sadar serakah nya mengalahkan raja Fir'aun ".Ucap Alifa, mengeluarkan segala unek-uneknya.


Semua kata hati yang di ucapkan Alifa, seperti tamparan keras untuknya seakan dia sedang menyindir agar dia berhenti memperjuangkan orang yang salah.Cinta yang dulu dia korbankan tak mungkin bisa seperti dulu lagi dan bahkan tidak akan pernah kembali.


Sudah jatuh tertimpa tangga pula,mungkin peribahasa itu cocok untuk menggambarkan nasib cinta Deon.Sudah datang terlambat,cinta itu telah pergi pula.


"Kalau kamu gak ikhlas membantu,gak usah pura-pura menawarkan bantuan".Gertak Alifa,sebab daritadi Deon masih berada di posisinya,tak beranjak sedikitpun dari tempatnya berdiri.Sedangkan Alifa sudah beranjak hendak ke kasir untuk membayar buku novel nya.

__ADS_1


Tersadar dari lamunannya,Deon buru-buru menghampiri Alifa.Berjalan dengan tergopoh-gopoh sebab dia membawa buku novel tebal mana banyak pula.


Deon meletakkan buku novel Alifa ke meja kasir untuk di lakukan transaksi.Mundur ke belakang agar tak menghalangi orang lain untuk bertransaksi.


Tak lupa mengeluarkan kartu saktinya untuk di pakai oleh Alifa sebelum dia melangkah menjauh dari meja kasir itu.


Tak mau memakai kartu yang di keluarkan oleh Deon,Alifa mengambil kartu Deon untuk dia simpan."Ini kartu mu".Ucap Alifa setelah dia sudah ada lagi di hadapan Deon.


"Sudah belanja nya?".Tanya Deon,tanpa mengambil kartu saktinya yang di sodorkan oleh Alifa.


"Sudah".Jawab Alifa."Dan ini kartu debit mu,aku tidak menggunakannya dan tak ingin berhutang apapun dengan mu.Jadi, ambillah".


Bukannya mengambil kartu itu,Deon malah menatapnya."Buat kamu saja.Anggap saja itu gajih bulanan kamu yang belum sempat kamu ambil sekalian pesangon kamu.Terima lah itu hak kamu juga".Kata Deon,menolak dengan halus kartu yang sudah di berikan untuk Alifa.


"Tapi_".

__ADS_1


Belum sempat Alifa menyelesaikan kalimatnya,Deon dengan segera berlalu dari hadapan Alifa.Seakan tak ingin di tolak."Kebiasaan '.Gumam Alifa.


__ADS_2