
Hari demi hari,bulan berganti bulan.Alifa dan Akmal telah mengarungi rumah tangga mereka selama tiga bulan ini dengan keharmonisan dan keterbukaan diantara mereka berdua.Menyingkirkan segala ego demi terciptanya sebuah keluarga yang harmonis.
Sudah tiga bulan ini, tanda-tanda kehamilan Alifa belum juga muncul.Padahal,mereka rutin beribadah suami-istri demi mempunyai momongan.Tapi,lagi Allah SWT lah yang mengatur kehidupan manusia,pemilik skenario yang paling indah dan teratur di dalam takdirnya.Kendati demikian baik Alifa maupun akmal,mereka tak mengharapkan lebih.
Ketika kesabaran, keihklasan,ikhtiar,doa dan tawakal belum memberikan hasil.Maka,lebih baik berpasrah PadaNya.
Keluarga besar Alifa dan akmal juga tak menuntut Alifa segera punya momongan.Toh,itu adalah ketetapan Allah SWT,bukan manusia yang menentukan.
Alih-alih merasa sedih karena buah hati yang mereka tunggu-tunggu hadir,baik Alifa maupun Akmal.Mereka berdua, nampak menunjukkan kemesraan mereka berdua.
Seperti saat ini,Alifa yang sudah memutuskan untuk menanam saham di pantai pasir putih itu, tengah bergelayut manja di lengan Akmal.
Alifa yang saat ini, mengenakan dress pantai dengan motif bunga-bunga dan panjang itu tengah menikmati keromantisan suaminya dengan di terpa angin sepoi-sepoi.
"Aku berharap kita akan menjadi keluarga yang harmonis nan romantis terus".Gumam Alifa.
"Sure".Sahut Akmal.
Akmal yang kali ini memakai kaos putih dengan celana pendek, tanpa alas kaki dan kaca mata yang bertengger di kepala nya.Sungguh indah ciptaan Tuhan.
__ADS_1
Lagi, moment keromantisan mereka tak luput dari pantauan Deon.
Yah,dia sengaja membeli rumah mewah di sekitar pantai pasir putih,agar dia bisa memantau Alifa dan kehidupan rumah tangganya.Berharap dia masih punya kesempatan, walau sekecil apapun itu.
Deon, tersenyum merendahkan Akmal."So,romantis". Begitu pikiran Deon.
Dia belum bisa move on dari Alifa,hati dan pikirannya masih tertuju untuk orang yang sama dan dengan perasaan yang sama pula.
"Alifa, mungkinkah kesempatan itu ada meski kau sudah bahagia bersama dengan laki-laki yang kau cintai".Gumam Deon.
Pandangannya tak lepas sedikitpun dari Alifa.Wanita yang dia cintai,tapi tak dapat dia miliki.Cintanya bukan datang terlambat tapi memang dia tak pernah memperjuangkan nya.
Alifa yang masih akur dengan Akmal,Deon yang tidak pernah lagi mengusik kehidupan Alifa.Sehingga membuat Samantha dan daddy david kehilangan celah untuk bisa membalaskan perbuatan Deon.
"Anak mu itu memang pengecut".Gertak Samantha.
Daddy David menatap nyalang pada Samantha."Anak danita bukan anak ku.Aku tak Sudi punya anak lambat dan lelet kayak Deon".Hardik daddy David.
"Yah yah yah, tanpa air mani mu.Dia tidak akan tercipta,lagi dia juga mewarisi otak licik dari mu".
__ADS_1
Kedua sejoli ini saling adu mulut.Tak mau di salahkan satu sama lain.Mendesah kecewa,karena selama ini usaha mereka belum juga membuahkan hasil.
"Harusnya aku berhasil menikah dengan Deon".Gertak Samantha.
"Why?".Sahut daddy david tanpa menoleh kearah Samantha, fokusnya mengawasi pergerakan Deon.
"Kau tolol apa bego?".
"Tolol dan bego juga sama".Gertak daddy David."Kau bisa diam tidak?,kau menganggu konsentrasi ku saja".Hardik daddy David.
"Salahkan anak mu yang lambat itu.Gara-gara anak mu juga, rencana kita hancur lebur".
Daddy David mulai jengah dengan ocehan Samantha,dia lebih memilih memasang earphone di telinga nya sembari memantau keadaan sekitar.
Samantha menekuk wajahnya,tak terima dengan kelakuan daddy david yang mulai abai terhadap nya."Anak dan bapak sama aja".Keluh Samantha.
....
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya setelah membaca yah.. Terimakasih, dukungan kalian adalah motivasi kami.
__ADS_1