
"Deon Artama".Mendadak dia jadi salah tingkah, takut sekali jika anak buahnya melakukan kesalahan-kesalahan fatal.
"Apa yang sebenarnya terjadi?". Tanya kepala rumah sakit.
"Jadi,begini..."Perawat itu mulai menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.Pasien atas nama renata Kusuma,mendadak menghilang entah kemana.Padahal belum ada lima menit dia keluar dari ruangannya.
"Jadi begitu".Jelas perawat, menundukkan kepala.
Kepala rumah sakit itu,menepuk jidatnya, seakan tak habis pikir dengan pemikiran Deon yang terlalu membesar-besarkan masalah.Tapi,lagi kekuatan uang lah yang membuatnya berkuasa atas rakyat lemah nan menderita.
"Kau tau siapa itu deon Artama?".Gertak kepala rumah sakit.
Perawat itu menggelengkan kepala."Tidak".
Semakin dia buat pusing saja kepala rumah sakit itu,sebab yang di hadapi nya adalah orang yang memiliki saham terbesar atas keberlangsungan rumah sakit.Akan,sangat fatal jadinya jika kesalahan itu bisa mempengaruhi keberlangsungan rumah sakit.
"Dia memberikan ancaman".Gumam perawat.
"Apa?".Teriak kencang kepala rumah sakit hingga terdengar ke luar.Dia kaget bukan main, karena yang di takutkan nya akhirnya terjadi juga.
"Dia mengancam apa?".
Ragu-ragu perawat itu memberikan penjelasan terhadap ancaman Deon yang tak main-main.Keringat dingin mengucur dengan deras membasahi tubuhnya.
"Dia mengancam apa?".Tanya kepala rumah sakit sekali lagi.
__ADS_1
Lagi,perawat itu masih menundukkan kepalanya.Takut sekali akan mengungkapkan sebuah kebenaran.
"Dia mengancam akan menutup rumah sakit ini, apabila pasien yang bernama Renata Kusuma tak kunjung di temukan".Ucap perawat pada akhirnya.
"Apa?".Teriak kepala rumah sakit,berdiri sambil mengepak meja.
Semakin takut saja perawat itu mendengar teriakan kepala rumah sakit.Susah payah dia menelan salivanya.
"Cepat kau hubungi seluruh dewan direksi rumah sakit.Sementara aku akan menghubungi Deon secara langsung.Kita adakan meeting dadakan dan mendesak".Perintah kepala rumah sakit pada perawat.
perawat itu mengangguk kepala,mengerti dengan perintah kepala rumah sakit.Dengan langkah kaki lebar,perawat itu bergegas pergi untuk memenuhi perintah atasannya itu.
Sesuai dengan ucapan kepala rumah sakit,dia menghubungi Deon secara langsung untuk mengadakan meeting dadakan mengenai ancaman nya yang berakibat terhadap keberlangsungan suatu rumah sakit.
Debat alot terjadi antara Deon dan kepala rumah sakit.Keduanya sama-sama kuat dan mempertahankan argumennya, seakan tak mau kalah.Mungkin, kalau melibatkan Alifa,tentu debat itu akan semakin sengit.
"Pasien yang bernama Renata Kusuma,hilang di tempat dan tak satupun yang bisa menemukannya padahal rumah sakit ini di lengkapi oleh cctv canggih dan satpam yang berjaga dimana-mana,tapi kenapa masih aja kecolongan?".Gertak Deon.
Kepala rumah sakit semakin menunduk dalam,itu memang murni kesalahan pihaknya karena terlalu ceroboh dalam hal keberadaan pasien.
"Saya paham rasa khawatir bapak,tapi apa tidak bisa kita bicarakan baik-baik, mencarinya sekali lagi dengan teliti dan seksama.Siapa tau dalam rekaman cctv dapat terlihat".Jelas kepala rumah sakit,mencoba bernegosiasi.
Deon menatap tajam pada kepala rumah sakit."Mau di cek berapa kali lagi?,100 kali?, sedang ini sudah 70 kali".Gertak Deon.
Kepala rumah sakit tak lagi bersuara,menghindari amukan Deon yang mungkin akan semakin menjadi.
__ADS_1
"Kelalaian dalam bekerja tak dapat saya toleransi lagi.Tutup rumah sakit ini dan meeting berakhir sampai disini".Ucap Deon, mengakhiri meeting dengan melengos pergi.
Kepala rumah sakit,berlari menyusul Deon untuk memohon sebuah ampunan.Tapi,sayang Deon seperti nya sudah tak lagi peduli.Fokusnya hanya ingin menemukan renata.
Tanpa dia Ketahui,bahwa renata tak mungkin lagi di temukan.Dia sama seperti Alifa,menghilang dan pergi.Hanya saja,renata pergi tanpa sedikitpun meninggalkan jejak,surat atau kata perpisahan.Dia pergi meninggalkan semua yang menyakiti hatinya.Pergi, meninggalkan orang yang mulai mengharapkan nya.
Yah,Deon mulai menaruh rasa pada wanita yang di bentaknya,pada wanita yang dia selamatkan dari percobaan bunuh diri.
Deon, tanpa sadar dia mencintai renata.Perasaannya tumbuh subur di dalam hatinya tanpa tau kapan, seperti apa dan bagaimana.Cintanya hadir begitu saja.Tapi, cintanya telah layu sebelum tumbuh.
Cinta itu datang terlambat saat dia kehilangan wanita yang di cintai nya untuk yang kedua kalinya.
Alifa,cintanya datang terlambat saat dia pergi meninggalkan nya dengan beribu tanya dan penjelasan yang belum usai.Hal yang sama terjadi,saat rasa penasarannya terhadap renata telah menimbulkan bibit-bibit cinta di hatinya.Tapi, lagi cintanya telah layu sebelum tumbuh.Cintanya datang terlambat saat wanitanya telah pergi, meninggalkan luka hati untuk kedua kalinya.
Deon, semakin frustasi kala dia tak menemukan titik terang mengenai keberadaan renata.Sedang,Alifa tengah berada di puncak kebahagiaan nya, memulai kehidupan yang baru dengan orang yang di cintai nya.Alifa tengah berlayar dalam bahtera rumah tangga.Amat,berbeda dengan Deon yang terluka harus kehilangan cinta yang datang amat terlambat.
Hari demi hari telah di lewati oleh Deon tanpa cinta, tanpa kebahagiaan dan tanpa keceriaan mewarnai hari-hari.Semua telah terenggut oleh nasib cintanya yang amat buruk.
Alifa, wanita itu tak mungkin dia raih kembali.Renata,gadis misterius yang datang secara tak sengaja.Pergi pun,tanpa ada kabar.
"Kemana aku harus mencari,Renata?".Tanya Deon pada diri sendiri.Menatap gemerlap bintang yang indah tapi tak seindah kisah cintanya.
.......
__ADS_1