
Malam hari kembali lagi menyapa,langit di penuhi oleh cahaya bintang yang bertabur indah.Menghiasi langit yang gelap,memberikan penerangan alami.
Alifa masih setia duduk termenung di temani dinginnya malam hari,di kontrakan kecil ini yang sudah lima tahun terakhir ini dia tinggali.Berselimutkan duka,di sembuhkan oleh diri sendiri.Tak ada sana saudara bahkan sahabat pun tiada menemani malam panjang yang sepi itu.
"Seperti biasa, sepi menemaniku".Gumam Alifa,sembari menyalahkan laptop.Menonton kartun kesukaannya.
Tertawa terbahak-bahak sendirian,nangis pun sendirian tiada yang menemani di malam-malam panjangnya.
Berbeda dengan Deon,yang kini menikmati malam panjangnya dengan makan malam bersama dengan kekasih hatinya.Meski itupun bersama dengan kolega lainnya.Membicarakan masalah bisnis dan memperluas rekan bisnis.
Rupanya di jamuan makan malam ini tak hanya ada Deon,tapi juga ada Akmal di dalamnya.Maklum, sama-sama pemimpin perusahaan.
Meski hatinya di penuhi rasa khawatir terhadap kesehatan Alifa,Akmal tentu tidak bisa melewatkan jamuan malam yang di peruntukkan untuk pengusaha muda ini.Selain dapat memperluas jangkauan bisnisnya tapi juga bisa menggaet investor yang ingin menanamkan sahamnya di perusahaannya.
Basa-basi terdengar diantara puluhan orang,saling bercengkrama satu sama lain,bergosip ria tentang masalah yang terjadi di perusahaan dan bahkan ada pula si penjilat.
Kali ini Deon yang menjadi bahan pembicaraan.Bagaimana tidak,selain dia yang cerdik tapi juga ada sosok wanita cantik yang religius dan cerdik.Sosok pemeran pembantu yang berjasa di balik kesuksesan perusahaan nya.
"Bapak,Deon Artama.Selamat atas keberhasilan dalam pembangunan wahana baru".Ucap pak nanda,rekan bisnisnya.
__ADS_1
"Iya, terimakasih pak.Semoga ke depannya akan banyak proyek saya yang berjalan lancar seperti pembukaan wahana baru".Balas Deon sambil berjabat tangan.
Basa-basi diantara kolega bisnis sangat penting untuk mereka,sebagai bentuk untuk menyombongkan diri atas keberhasilan yang di capai oleh perusahaan nya.
"Sayang,emang kamu punya proyek di tempat wisata".Celetuk Samantha,bertanya pada sang kekasih setelah dia hanya mengamati percakapan.
"Iya,sayang yang ada di Lembang.Alifa lah yang membantu kesuksesan proyek perusahaan ku".Deon berani membanggakan kehebatan Alifa pada kekasihnya.
"Oh".Samantha mendelik sebal.
Deon tak peka akan raut wajah sebal Alifa,terlalu sibuk dengan acara jamuan malam.Tak peduli sang kekasih yang sepanjang acara tak menikmati jamuan malam itu.
"Deon,kau boleh tertawa sekarang tapi nanti.Tunggu, pembalasan dariku".Begitu dendamnya Akmal pada sosok deon.
Padahal dulu mereka tak pernah bersaing di dalam bisnis maupun pribadi.Bahkan mereka tak pernah saling mengenal.Namun,saat sosok Alifa hadir di tengah-tengah mereka.Ada rasa dendam pada diri Akmal terhadap Deon.Meski itu bukan secara bisnis,pribadi pun tidak.Hanya ingin menggantikan Alifa untuk membalaskan perbuatannya Deon terhadap Alifa.Meski belum tau,Alifa punya dendam atau tidak terhadap atasannya itu.
Jamuan malam itu masih terus berlanjut,Akmal memberanikan diri menemui Deon,ingin tau lebih jelas kedudukan Alifa di dalam hatinya.Sebelum benar-benar melakukan aksinya.
"Selamat malam pak Deon,saya Akmal dari perusahaan AKM group".Akmal memperkenalkan diri pada Deon sembari mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Selamat malam pak Akmal,saya Deon Artama.Dari perusahaan Artama Group ".Deon balas menjabat tangan Akmal".
"Kalau boleh tau,siapa perempuan yang ada di samping anda ini?".
"Oh ini Samantha,kekasih saya".Deon memperkenalkan Samantha pada Akmal tapi tidak membiarkan kekasihnya berjabat tangan dengan Akmal,sangat posesif.
"Oh kekasih,saya kira sekertaris anda".Sindir Akmal.
"Alifa tidak ikut bersama saya,meski ingin saya akan tapi dia menolak".
"Kenapa anda ingin Alifa ikut bersama anda.Jelas-jelas anda sudah punya kekasih".Akmal terus memojokkan Deon,memancing Deon untuk berkata jujur.
'Siap-siap saja nanti anda bertengkar dengan kekasih anda sepulang dari acara ini'.Akmal berani berkata demikian,sebab muka Samantha merah padam, seperti menahan emosi.
"Sebab dia sekretaris ku sekaligus asisten ku.Dialah orang yang berjasa dalam kesuksesan yang di raih oleh perusahaan ku.Tentu aku harus membawa dia ikut serta untuk aku kenalkan kepada kolega ku".Ucap Deon,menyanjung kecerdikan Alifa.
Samantha yang tak tahan mendengar ucapan pujian yang di lontarkan oleh Deon,pergi begitu saja tanpa pamit.
Deon gelagapan sendiri menyadari sikap Samantha,berusaha mengejarnya.Meninggalkan jamuan malam yang baru di laksanakan setengah nya.
__ADS_1
Akmal tertawa terbahak-bahak menyaksikan drama yang tersaji di depan matanya.Drama Korea pun kalah sama drama deon-samantha yang sengaja di ciptakan olehnya.