
"Kak" ucap atria sambil membuka pintu kamar riki
"Iyaa?" Ucap riki tetap fokus pada game nyaa
"Gue takut tidur sendiri" ucap atria pelan, riki mengalihkan pandangannya lalu meletakan hpnya
"Mau di temenin dlu tdrnya atau tidur bareng?" Tanya riki
"Emm temenin dulu kak ampe gue tidur"
"Yodah balik kamar lo sono gue nyusul"
"Makasih" ucap atri memeluk riki lalu keluar sambil berlari lari kecil
"Ko gue makin sini kaya berharap lebih sihh sama atria" ucap riki pelan
"Ah sadar sadar atria adik lo riki dia adik lo yang unik yang beda dari yang lain" ucap riki sambil geleng geleng, rikipun menyusul atria
"Tuk tuk tuk" ketuk riki di depan pintu kamar atria yang terbuka
"Masuk kak gue belom tidur"
"Kenapa Sihh ko gak tidur?" Ucap riki lembut sambil menyentuh pipi atria
"Guee gak tau kak mungkin gara gara tidur siang" ucap atri menyentuh tangan riki yang menyentuh pipinya, riki tersenyum
"Ini masih pukul sembilan gimana kalo kita nonton film"
"Film apa kak?"
"Emm horor"
"Enggaa" teriak atria
"Busett biasa aja kali nehh telinga gue untung gak budek"
"Aelahh kak lagian lo sihh udah tau gue penakut"
"Beraniin dong sayang, gimana coba kalo misalnya gue mati, terus di rumah sendiri hayoo"
"Ihh ngaco lo, ya lagian lo gak kasian apa ninggalin gue"
"Yaa kasian sihh tapi gimana kalo udah takdir tuhan"
"Udah ah jangan bahas kaya gitu" ucap atri yang mulai menangis
"Ehh ko nangis"
"Gue takut kak pas lo bilang gitu gue takut kalo gue harus kehilangan orang yang gue sayangi buat yang ke dua kalianya" ucap atria terisak
"Guee cuman bercanda dihh baperan" ucap riki sambil memeluk atri
"Guee takut hiks hiks"
"Udah udah gue minta maaf"
"Hiks hiks"
"Udah dong sayang" ucap riki lalu menghapus air mata atria
"Kak" ucap atria sera
"Iyaa?" Ucap riki melepaskan pelukannya
"Tinggalin gue sendiri"
"Yaa tapi lo kan...
"Guee mau sendiri"
"Lo serius?"
"Iyaa"
"Tapiii...
__ADS_1
"Kak"
"Oke oke" ucap riki sambil menghembuskan nafasnya pelan
"Makasih"
"Cepet tidur" ucap riki mengelus rambut atri dengan sayang lalu mencium kening atri
"Iyaa"
"Selamat malam" ucap riki setelah di ambang pintu
"Malam" ucap atri, rikipun menutup pintu kamar milik atri setelah berada di kamar miliknya riki mengambil handponnya lalu membuka game online nyaa
15 menit kemudian
Ternyata riki tertidur dengan hp yang masih ia pegang dan game yang masih menyala
"Cleket" atria membuka pintu kamar riki dengan hati hati lalu ia tersenyum melihat riki yang telah tertidur, iapun mengambil hp milik riki lalu mencharge nya setelah itu ia menyelimuti tubuh riki dengan selimut yang bergambar kartun legend hiro ganwu
"Selamat tidur kak riki mimpi indah" ucap atria pelan sambil mencim pipi kening, pipi kanan dan kiri riki tak lupa ia mengusap pelan rambut riki
"Gin gue sayang sama lo, gue tau rasa ini masih rasa sayang tapi gue mohon sama lo ubah rasa sayang ini jadi rasa cinta" ucap riki meraih tangan milik regin, regin tersipu malu
"Guee juga sayang sama lo ki bahkan udah jadi cinta dan gue mau ko rubah rasa sayang lo sama gue jadi rasa cinta"
"Jadi?"ucap riki hati hati
"Gue mau ko jadi pa....
"Tidakk" teriak viky
"Viky" ucap riki dan regin
Viky tersenyum kecut lalu mengampiri mereka berdua
"Ki sorry, jujur gue cinta sama regin" ucap viky to the point
"Apa?" Ucap riki pelan
"Oh gitu, sorry gue gak tau" ucap riki pelan sambil melepaskan genggaman tangannya pada tangan regin
"Gpp, gue cuman gak mau terluka aja" ucap viky egois
"Yaudah"
"Ehh rik" ucap regin
"Sorry gin gue gak mau ada yang terluka di antara hubungan kita"
"Tapi ki" ucap regin menangis
"Sorry" ucap riki lalu meninggalkan mereka berdua
"Kyaa" teriak riki
"Ya tuhan jadi itu cuman mimpi" ucap riki mengusap wajahnya kasar
"Hufff tapi kenapa gue mimpi itu sihh"
"Tau ah gelap" ucap riki
Lalu ia melihat selimut yang menyelimuti tubuhnya dan hp yang berada di meja belajarnya, ia tersenyum
"Pasti yang lakuin ini adek gue tercinta jadi dia tdr pukul brpa?" Ucap riki sambil berjalan menuju meja belajarnya
"Hah masih pukul 3 yaelah"
Riki meraih pipi atria yang terasa lengket
"Guee tau semalam pas gue udah tidur lo pasti nangis, kenpa sihh semenjak kejadian kak vian lo suka nangis tiba tiba, diem, ngelamun, hayolah kembali kaya dulu lagi, atria yang ceria, bawel, cerewet, aktif, gak baperan"
"Guee tau lo kuat, sama kaya mama"
"Hoamm" atria menguap
__ADS_1
"Jam berapa" ucapnya meraih jam weker miliknya
"Jam 5 yaelah masih ngantuk gue" ucap atria tak lama iapun tidur kembali
"Sayang"
"Papa"
"Papa rindu nak"
"Engga papa jahat"
"Sayang dengerin penjelasan papa"
"Pokoknya papa jahat jahat" teriak atria lalu menangis
"Sayang kamu salah" ucap papa atri mendekat lalu meraih tubuh sang anak ke dalam pelukannya
"Papa lakuin itu atas permintaan mama kamu nak" ucap papa sambil mengelus punggung sang anak
"Papa" hiks hiks hiks
"Papaaaa" teriak atria
"Astagafirullah" ucap riki refleks mengelus dadanya
"Papa" ucap atri pelan
"Lo mimpi papa?"
"Iyaa kak, gue akuin gue emang benci ama papa tapi gue juga rindu ama papa kak" ucap atria sambil menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangannya
"Udah masih pagi lo udah melow" ucap riki dingin
"Lo ngapain di kamar gue?"
"Bangunin lo, lo liat sekarang pukul berapa"
"Whatttt! Pukul setengah 7" teriak atria
"Iyaa"
"Nanti kita telat dong kak"
"Yagimana lagi"
"Engg gue gk mau sekolah lahh, lo. Duluan aja. Lagian gue sedikit gak enak badan" riki menyentuh kening atria
"Lo demam?"
"Engga"
"Yaudah istirahat tapi gpp di tinggal sendiri"
"Gpp ko"
"Beneran nih? Gue gk tega"
"Bnr kak"
"Yaudah lo baik baik. Di rumah kalo kenapa napa telepon gue oke"
"Iyaa, kak"
"Iyaa?"
"Lo jangan lupa sarapan"
"Kalo engga telat ke sklh ya gue pasti sarapan ko"
"Maaf yaa"
"Gpp sayang" lalu riki mencium kening atria
"Gue harus sekolah aja" ucap atria mengambil handuk lalu
__ADS_1
Next or stop?