Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 10 (SEPULUH)


__ADS_3

Kringgggg, bel pertanda masuk pelajaran dimulai


"Makasih" ucap riki sambil mencium kening atria di lanjut pipi kanan dan pipi kiri setelah itu pergi


"Gue ke kls duluan" ucap regin


"Iyaa" ucap viky pelan


"Bay"


"Bay"


"Hey nona manis"


"Apaan sih kak"


"Udah bel, dan lo juga udah di depan pintu kelas"


"Trs"


"Sampai jumpa" bisik farel di telinga kanan rita lalu mencium kening rita cepat dan pergi, rita mematung beberapa saat, lalu menyentuh keningnya


"Heh kakak cogan cium kening gue" ucap rita pelan


"Heh rit lo kenapa sakit?" Tanya elfi saat Melihat Rita memegang dahinya


"Ehh engga" ucap rita kaget


"Serius lo"


"Serius gue"


"Iyaa dehh masuk yu"


"Yuk"


"Lo gk nyusul" ucap elfi pada atria mendudukan pantatnya dengan kesal


"Tau tuh lo juga rit kemana lo?" Tanya zahra jutek


"Gue bawa makan dari rumah makanya gk nyusul" ucap atria


"Gue kaki gue cedera tadi"


"Yang mana?" Tanya zahra


"Yang kanan"


"Kok bisa?"


"Jelas gue kedorong kakak kelas, jadi ya gini"


"Tapi gpp?" Tanya elfi


"Gk sihh"


"Syukurlah" ucap mereka


"Kita lanjut yang tadi ya" ucap viky


"Iyaa kak"


"Yang belum siapin alat tulisnya, di kasih waktu 10 menit yaa dari sekarang" ucap viky


"Eh gue gk pandai bikin puisi" batin atria


"Yailehh adek gue gk pandai bikin puisi gimana nihh" batin riki


10 menit kemudian


"Waktu habis letakan alat tulisnya" ucap viky


"Rita,cici elfinas, zahra,adit, 6, 7, 8, 9, 10 atria" ucap rena, mereka pun maju satu persatu dan tiba saatnya atria


"Jangan ada yang ketawa ya" ucap atria


"Dihh pd lo" ketus vian


"Terus jangan ada yang marah juga, gue gk ahli kaya gini" ucap atria


"Bissmillah" batin atria


Puisi untuk kentut


Kentut


Oh kentut......


Suaramu halus dan lembut seperti suara burung perkutut


Bila di tahan sakit perut


Bila di keluarkan bakalan ribut


Oh kentut.......


Kau bersemayam di dalam perut


Bau harum seperti bangkai siput


Kau lah angin ribut


Keluar dari lubang kecil yang keriput


Kalau berbunyi put put put


"Ahahahahahahahahhahahahhahahahhah" gelagak tawa kelas IPA 3 pecah


"Tuh kan ngetawain"


"Hahah lo ada ada aja bikin puisi buat kentut" ucap viky memegang perutnya yang terasa sakit akibat tertawa


"Yaa gue bingung"


"Hahaha" tawa mereka


"Ihh kalian nyebelin" ucap atria sambil menghentak-hentakan kakinya dan kembali ke tempat


"Rita elfi, zahra kalian jahat" ucap atria


"Abisnya lo sih" ucap rita yang masih setia dengan tawanya


"Yaaa kok nyalahin gue sih" ucap atria


"Ehemm sudah sudah" ucap vian


"Atria" ucap vian lagi


"Iyaa kak?"


"Puisi yang bagus kakak suka"


"Makasih kak" ucap atria sambil tersenyum


"Cantik juga" batin vian


"Ish so manis" batin viona


"Tapi lain kali yang lebih bagus"


"Pasti kak"


"Kita lanjut ya"

__ADS_1


"Iyaa kak"


"Sekarang emm buat pantun, trs nanti kita berbalas pantun, kerjain sendiri sendiri jangan ada yang bekerja sama 20 menit dari sekarang" ucap vian


"Emm gue ambil bagian akhir aja lah gue gk bisa buat pantun" gumam atria


"Rit, rit" bisik atria


"Apaan sihh?" Ucap rita sewot


"Jangan ada yang kerja sama" sindir vian


"Dasar kakak osis punya mata berapa sih? Tau aja" dumel atria dalam hati


"Gpp gue ama rita ambil terakhir" batin atri, lalu ia mulai menulis puisi beserta balasannya


20 menit kemudian


"Selesai? " tanya vian


"Selesai kak"


"Rit"


"Apa"


"Kita ambil akhir aja ya"


"Lahh kenapa?"


"Gue gk bisa pantun, jadi gue bikin puisi aja tapi ada balasannya kok tenang"


"Puisi? Ada balasannya maksud lo? "


"Tunggu aja"


"Sama temen sebangku ya,5 pantun kan berdua jadi 10" ucap viona


"Eh 5 orang lima orang aja vin, kan seru tuh" usul riki


"Iyaa bener" ucap viky


"Boleh tuh"


"Kak" ucap atria lalu berdiri


"Iyaaa?"


"Gue mau berdua aja ya ama rita, tapi terakhir"


"Emmm..


"Gk bisa" ucap vian


"Ketentuan dari kita ber5" ucap vian lagi


"Gue gk mau tau pokoknya gue mau berdua aja ama rita titik"


Part 12


"Turutin aja" ucap viona


"Emmm" ucap vian malas


"Gadis keras kepala" dumel vian dalam hati


"Dasar kakak ketua osis keras kepala" dumel atria dalam hati


"Okee 10 orang maju di mulai dari barisan yang paling kiri" ucap viona merekapun maju ke depan


"Jadi semuanya 50 pantun,berhadapan yah" ucap viona.


"At" bisik rita


"Iyaa?"


"Gimana?"


"Haha lucu" ucap rita menahan tawa


"Gimana?"


"Boleh tapi kalo kena marah gimana?"


"Santai aja gue yakin mereka gk akan marah"


"Lo jamin yaa"


"Siap boss"


Tiba saatnya atria dan rita, atria dan ritapun maju


"Kak?" Ucap atri


"Iyaa?" Ucap viona


"Berhubungan gue gk bisa bikin pantun, jadi ya gantinya bikin puisi lagi


"Lo tuh ya bego,gila atau gk punya otak, lo udah ngelanggar ketentuan main, di tambah sekarang lo mau puisi gitu? Apa lo gk denger apa yang gue bilang sekarang itu berbalas pantun bukan puisi" Amuk vian, ia merasa jengah karna ulah atri, atri diam ia emang suka di bentak atau di amuk tapi tidak suka sekasar ini. Atri mendongkak dengan mata berkaca kaca


"Gue gk suka di bentak dengan cara kasar" ucap atria sinis menatap wajah vian penuh amarah


"Iyaaa mungkin gue bego, mungkin juga gue gila, mungkin juga gue gk punya otak, makanya gue di sekolahin, dan jangan mentang-mentang gue adik kelas lo, lo bisa seenaknya sama adik kelas, jangan mentang-mentang lo senior, lo bisa atur kita semau lo? Senior juga harus mau nurutin junior, jangan senior aja dong yang punya keinginan mau di turutin terus, junior juga punya keinginan yang sama sama mau di turutin ama senior" bentak atria sambil menangis setelah itu, ia berbalik sebelum kembali kemeja


"Senior egois, harusnya lo tau setiap orang mempunyai ke kurangan" ucap atria sinis


kembali ke meja mengemas barang barangnya lalu pergi dari situ


"Atri" ucap rita, elfi dan zahra


"Lo mau pulang sama siapa? Kalo bukan pulang sama kakak lo" teriak riki, tapi atri yang di selimuti amarah terus saja berjalan cepat dan sedikit agak berlari


"Kak sorry gue pamit duluan" ucap riki lalu pergi dari situ, ruang kelas menjadi hening


"Atri lo dimana" teriak riki


"Gue bego? Apa iya gue bego?" Tanya atria pada pantulan dirinya sambil menangis ya dia berada di toilet sekarang


"Gue gila? Apa iya gue gila?"


"Gue juga gk punya otak? Apa iya? Apa cuman gue manusia yang gk punya otak?" Ucap atria bertambah menangis


"Padahal gue kaya gini cuman mau ngehibur diri, andai aja kalian tau apa yang gue rasain, andai kalian ada di posisi kaya gue, andai kalian sanggup gantiin posisi gue"


"Kalian, kalian gk akan ngerti apa apa tentang gue, karna yang bisa mengerti hanyalah diriku dan tuhan" ucap atria terduduk lemah di lantai


"Seberat itukah beban hidup kamu atri" ucap seseorang yang juga ikut menangis mendengarkan curahan hati seorang atria setelah itu ia pergi dari situ


"Ehh gin" ucap riki yang melihat regin keluar dari toilet perempuan


"Iyaa?"


"Lo nangis?"


"Engga"


"Lo bohong" ucap riki sambil menyentuh dagu regin lalu mengangkatnya pelan


"Gue gk bohong"


"Ini air mata" ucap riki, tak sangkup berkata akhirnya regin menangis sambil memeluk riki


"Lo kenapa?" Ucap riki mengusap rambut regin

__ADS_1


"Atria ada di dalem, dia nangis gue gk sanggup denger kata kata ya dia ucapin ki, jadi gue ikut nangis ki" ucap regin sesenggukan


"Atri didalam?" Tanya riki pelan regin mengangguk


"Bisa antar gue?"


"Tentu, tapi setelahnya lo cerita apa yg terjadi sama atria, lagian ini masih jam pelajaran" riki mengangguk


"Apa yang membuat regin nangis?" Tanya viky dalam hati


"Gue yakin kalo regin jatuh cinta sma riki, tuhan tolong jauhkan rasa ini" ucap viky pelan lalu pergi


"Mama, jemput atria, atria cape, andai mama pergi sama atria waktu itu, mama tega mama tega ninggalin atri sendiri" ucap atria terisak, ingin sekali riki menangis tapi ia tahan sedangkan regin sudah menangis sambil *** tangan riki kuat


"Viky lo dari mana?" Ucao vian


"Ngejar riki tapi gk ke kejar" ucap viky datar


"Ambil alih, gue ada perlu" ucap vian sambil berjalan pergi


"Ya"


Part 13


"Bangun, gk ada gunanya nangisin yang udah gk ada, mau lo tangisin berjuta-juta kali dia gk akan kembali" ucap riki sambil berjongkok


"Kak riki" ucap atri dengan suara serak, riki menatap atri dalam lalu menghembuskan nafasnya pelan, menyentuh pipi atri yg basah oleh air mata lalu menghapusnya


"Adik Riki Adriansyah itu kuat, gk cengeng, gk baperan, konyol, ceria, gk kaya gini, cengeng, baperan, hey dengarlah kak vian tadi cuman lagi bingung ngadepin sikap kamu wajar dia baru kenal sama kamu sayang, ya jadi dia refleks ngucapin itu" ucap riki


"Tapi gue gk suka dia sekasar itu"


"Gue tau, gue juga ngerti tapi pahamilah kak vian gk sengaja"


"Emmm"


"Sekarang kembali ke kelas yahh" ucap riki, atria menggeleng


"Lohhh knpa?"


"Aku mau pulang aja kak"


"Tapi pembelajaran belum selesai"


"Kepala gue sakit pusing gini, mungkin efek nangis" ucap atria serak sambil memijat pelan kepalanya


"Yaudah tapi izin kak vian dulu ya"


"Kenapa harus izin?"


"Gk sopan tau masa main pergi pergi aja diakan penanggung jawab kalo di marahin guru gimana" ucap riki


"Emm iyaa dehh"


"Gin bawa dulu atri keparkiran gue minta izin dulu"


"Iyaa ki"


"Kak regin kenapa nangis?" Tanya atri saat mereka di tengah tengah perjalanan


"Gpp"


"Kak riki bikin kam regin nangis?"


"Ah engga kok"


"Jujur ama gue kak, nanti gue marahin kak riki kalo sakitin lo"


"Haha gue ama riki cuman temen" ucap regin tertawa hambar


"Emmm"


"Lo knpa?"


"Gue? Gue baik baik aja"


"Kenapa lo nangis?"


"Emmm"


"Bilang sama gue"


"Gue gk sengaja denger curahan isi hati lo yaa jadi gue baper gitu"


"Ooo my good"


"Hehe"


"Baperan lo"


"Hehe gpp lah"


"Eh kak vian?" Ucap riki kaget


"Eh rik, gimana adik lo?" Ucap vian pelan


"Diaa mau pulang, efek nangis jadi pusing gth" ucap riki


"Tapi gpp kan?"


"Gk kok, gimana? Boleh gk?"


"Maafin gue ki"


"Emm gpp kok kak, tapi gue harap ini yang pertama dan terakhir"


"Gue harap gitu"


"Iyaa"


"Gue ngerasa bersalah"


"Udah lupain kak"


"Apa yang harus gue lakuin supaya adik lo maafin gue"


"Gk usah, atri udah maafin lo kok kak"


"Apa Kesukaan atria?"


"Emm lo mau kasih sesuatu?" Ucap riki, vian mengangguk


"Beliin coklat yang banyak itu udah cukup"


"Okee makasih"


"Gue pamit kak, kasian udah nungguin"


"Okee"


"Lama?" Ucap riki tiba tiba


"Gk kok"


"Lo kuat?" Tanya riki pada atri, atri mengangguk


"Makasih gin" ucap riki setelah atria telah di atas motornya dan memeluknya


"Masama hati hati"


"Okee"


Next or stop?

__ADS_1


__ADS_2