Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 70


__ADS_3

Tak terasa sudah dua bulan ini Alifa harus berhadapan langsung dengan Akmal,tak pernah terbayangkan kalau proses pelariannya justru akan gagal kembali.Mengingat hari-hari nya terus berhadapan dengan seseorang yang juga mencintainya.


Yah,Alifa telah mengetahui perihal Akmal yang mencintai nya.Memang betul terkadang Akmal selalu membentaknya sebagai tabir pelindung untuk menutupi rasa cinta terhadap nya.Bukan,masalah sikap akmal yang sering kali membentaknya yang menyebabkan dia tak mau membalas cinta Akmal.Melainkan karena memang Akmal sendiri belum menyatakan cinta untuknya.Terlebih lagi Alifa sedang membentengi hatinya agar tak mudah menaruh hati pada orang lain.


Misi balas dendam yang di rencanakan oleh Alifa belum juga kunjung terealisasi kan.Sebab tak ada waktu untuknya memikirkan yang lain, hari-hari nya di sibukkan dengan kerja,kerja,kerja dan kerja.Menyita waktu dan tenaganya yang seharusnya dia gunakan untuk melancarkan aksinya.


"Terpaksa harus menunda lagi".Keluh Alifa,saat ini dia masih di sibukkan dengan pekerjaannya.


Memang benar,orang baru,pemimpin baru,aturan pun baru juga.Itu lah yang menyebabkan Alifa tak kunjung mendapatkan waktu senggang untuk merencanakan misinya.Belum lagi cafe ini berubah fungsi menjadi restoran.


"Al,tolong kamu antarkan makanan dan minuman ini ke meja no.45 yah".Perintah Hardi,kepala koki


"Oh i-ya ".Ucap Alifa gelagapan.


Di raihnya nampan yang tadi di serahkan oleh kepala koki itu,melenggang pergi dengan tatapan kosong.


"Aish,anak muda sekarang banyaknya ngelamun terus ".Protes Hardi,menggelengkan kepala.


Alifa memang tadi tengah melamun, memikirkan cara untuk dia bisa mendapatkan waktu senggang.Jalannya pun goyah,antara sadar dan tidak sadar.Alifa dengan lamunannya membawa nampan itu dengan berjalan tidak fokus.


Brak

__ADS_1


Akibat keteledorannya itu,menyebabkan Alifa menabrak pelanggan yang baru masuk.


Nampan itu jatuh ke lantai dengan minuman nya menumpahi baju si pelanggan.


"Baju kesayangan ku".Ucap si pelanggan wanita.


"Heh,kamu kalau kerja hati-hati dong.Jangan teledor kayak gitu,kamu tau gak harga baju ini lebih mahal dari gajih mu".Bentak si pelanggan wanita.


Alifa menundukkan kepala."Maaf mbak,saya tidak sengaja".Sesalnya.


"Maaf maaf,mau kamu ganti pake apa huh.Gaji setahun kamu aja gak cukup?.Teriak si pelanggan,murka.


Kegaduhan itu telah mengundang banyak orang untuk mendatangi sumber keributan.Tak ayal Alifa menjadi pusat tontonan bahkan ada yang mengeluarkan ponselnya,merekam keributan itu.


"Itu karyawan mu kerja tak becus.Lihat baju putih kesayangan ku ketumpahan air minum".Ucap si pelanggan wanita, menunjukkan bajunya yang memang benar terdapat noda di baju putihnya.


Akmal menatap tajam Alifa,mencari kebenaran."Apa benar itu ulah mu?".Bentaknya.


"Iya pak,maaf".Gumam Alifa lirih.


"Jangan meminta maaf pada ku,minta maaf lah pada pelanggan".

__ADS_1


"Gak usah minta maaf,itu tidak akan mengubah kenyataan".Sambar si pelanggan wanita.


Akmal menoleh kearah pelanggan wanita itu.Yang di tatap balik menatap Akmal dengan tatapan memuja.Tak ayal ketampanan Akmal yang nyaris mendekati kata sempurna itu,membuat si pelanggan wanita melunak dengan sendirinya.


Melupakan kemarahan yang tadi di alamatkan pada Alifa.Bagai tersihir oleh ketampanan paripurna Akmal,si pelanggan wanita tak lagi menuntut pertanggung jawaban Alifa.


Pelanggan wanita itu memilih untuk kembali melanjutkan aktivitasnya,tak memperpanjang masalah.


"Semua bisa kembali lagi ke meja kalian masing-masing .Mohon maaf bila ada hal yang tidak berkenan atas keributan yang terjadi dan saya mohon untuk menghapus video yang sempat kalian rekam di layar ponsel kalian".Ucap lantang Akmal,sopan.


Pelanggan yang sempat merekam kejadian tadi di layar ponselnya dengan sukarela menghapus video rekaman itu.Kerumunan berangsur membubarkan diri.Kembali ke mejanya masing-masing .


"Yah,penonton kecewa".Ucap Marsha dan Sofi bersamaan,memang mereka mengharapkan kejadian itu berlarut-larut kalau perlu Alifa di pecat dari pekerjaannya.


"Kamu,cepat bersihkan lantai ini dan cepat temui saya di ruangan saya".Bentak Akmal pada Alifa.


"Iya,baik pak".Sahut Alifa, mengangguk sedih.


Alifa dengan sigap menuruti perintah Akmal,tak ingin membuat Akmal kembali murka padanya.


"Sabar Alifa,kuat yah".Gumam Alifa,mencoba menahan lelehan air mata yang sejak tadi menganak di pelupuk matanya.

__ADS_1


Mengepel lantai itu secara perlahan,menahan getar dada yang semakin sakit.Syok bukan main yang di rasakan Alifa, karena mendapatkan bentakan kemarahan.


__ADS_2