
Malam ini,Alifa kembali lagi ke kota metropolitan.Kota dimana dia harus menorehkan luka,sempat merasa di bahagia kan tapi kemudian di kecewakan.
Alifa menghempaskan tubuh nya di atas kasur berukuran king size itu.Tak butuh waktu lama untuk Alifa bisa terlelap tidur.Merangkai mimpi untuk menemani malam panjangnya.
.....
Pagi kembali menyapa,di tempat yang sama tapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda.Siap menjalani hari yang di tunggu-tunggu nya.Hari ini,Alifa telah siap dengan membawa misi balas dendam nya, berharap kali ini semua keinginan nya bisa terealisasi kan.
"Are you ready,Alifa?".Ucap Alifa menyemangati diri sendiri.Menatap tampilan tubuhnya di depan cermin.
Alifa memakai rok span di padukan dengan blazer kotak-kotak.Sangat cocok layaknya pekerja kantoran.
Memanggang roti serta membuat coffe latte kesukaannya untuk mengisi perutnya.Bersiap dengan stamina dan semangat baru.Sesekali matanya melirik jam di pergelangan tangannya.Mempertimbangkan strategi untuknya menjalankan misinya.
Bertahun-tahun Alifa,menyusun strategi dan pembalasan.Namun,belum pernah terealisasi kan.Hari ini dengan membawa semangat dan tekad yang kuat.Alifa berkeyakinan kali ini misinya akan tercapai,tentu dengan orang yang memahami seluk-beluk kelemahannya.
__ADS_1
Cinta?,Alifa bahkan tidak lagi peduli dengan perasaan itu.Berkali- kali dia harus menelan kecewa akibat perasaannya yang mudah tersentuh.Tak akan lagi dia melibatkan perasaan dalam segala hal.Meski harus di akui,dia masih mengharapkan sosok Deon yang akan menjadi pendamping hidup nya sampai akhir hayat nanti.
"Assalamu'alaikum,Al".Ucap salam Akmal, membuyarkan lamunan Alifa.
"Oh,ya.Waalaikum salam".Bahkan Alifa menjawab salam itu dengan gelagapan.
"Hai,kamu ngelamun yah?,lagi ngelamun apa?".Tanya Akmal,duduk di sebelah Alifa.
"Hmmm,gak ada kok".Kilah Alifa, berbohong.
"Itu,kopi ku".Sentak Alifa,tak terima kopinya di minum oleh orang lain.Merebut gelas itu dengan kasar.
"Yeay,bagi dikit lah Napa,pelit amat". Seloroh Akmal,merebut kembali gelas kopi itu.
Alifa memilih mengalah,beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan lagi kopi."Mau kemana?". Tanya Akmal,begitu melihat Alifa beranjak pergi.
__ADS_1
"Mau bikin kopi lah".Ucap nya ketus.
Akmal memperhatikan Alifa yang tengah membuat coffe latte,terlihat cantik dengan riasan natural nya dan juga pakaian kantoran."Aku tau apa yang kamu rasakan tapi aku tak tau apa saja yang sudah kamu alami selama ini".
"Bicara apa?". Tanya Alifa, meletakkan coffe latte nya di atas meja.Ternyata Alifa sudah kembali, sempat mendengar gumaman Akmal.
"Oh gak papa".Sahut Akmal, pura-pura melihat map.
"Hmmm.So,kita mulai menjalankan misi saya darimana?".Tanya Alifa,tak sabaran.
Akmal,nampak berpikir sejenak.Sebelim mengambil langkah besar,takut itu semua akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Menurut hemat nya,Alifa tak semestinya melakukan balas dendam terhadap ayah kandungnya.Pasti semua bisa di selesaikan dengan baik-baik tapi lagi rasa cintanya mengalahkan akal pikirannya.Rasa sakit hati yang dialami Alifa selama ini, membuatnya ingin selalu melindunginya.Termasuk, membantunya untuk melakukan misi balas dendam nya.
"Boleh aku tanya sesuatu?".Tanya Akmal, setelah pikiran nya kembali normal.Berharap keputusan nya kali ini tak merugikan siapapun.
__ADS_1