
"Apakah sudah sampai?". Pertanyaan Alifa terucap begitu lancar dalam pikirannya yang kalut.
Akmal mematikan mesin mobilnya,menatap Alifa lekat-lekat."Are you okey?".Tanyanya,menyentuh kening Alifa."Tapi kok gak panas yah". Kelakar Akmal,mencoba untuk mencairkan suasana.
"Lah emang aku gak sakit".Sahut Alifa, pikirannya sudah kembali normal.Tapi,sedetik kemudian dia kembali bermurung durja."Aku malu mal".Gumam nya lirih,kembali menerka kejadian tadi."Aku bukan pelakor dan tuduhan itu berhasil menjatuhkan mental ku mal". Butiran-butiran bening jatuh di pelupuk matanya.Tak sanggup menahan rasa sakit dan tuduhan yang menyakitkan itu.
Akmal memeluk tubuh ringkih Alifa, memberikan kekuatan untuk selalu tegar."Tenanglah Alifa,masih ada aku".Akmal membalikkan tubuh Alifa agar dia bisa leluasa memeluk wanita rapuh itu.Alifa tersedu-sedu menangis dalam pelukan hangat Akmal.Tak bisa di pungkiri dia juga seorang wanita lemah lembut yang membutuhkan bahu untuk bersandar.Di balik sikap tegasnya tersimpan rasa sakit.
"Tenanglah,tadi Deon meminta pengunjung untuk menghapus video dan foto tentang kejadian itu agar mereka bisa tutup mulut".Ucap Akmal, melepaskan pelukannya."Jangan menangis,air matamu terlalu berharga untuk kamu keluarkan.Aku percaya kamu adalah wanita yang kuat,hebat,tegas dan pejuang tangguh".Ucap Akmal,menangkub wajah Alifa dan kemudian menghapus bekas air mata itu.
"Tapi,tuduhan itu terlalu menyakitkan bagi ku.Aku baru pertama bertemu dengan Deon itupun tak sengaja, tiba-tiba dia datang sambil berteriak di hadapan khalayak ramai".Adu Alifa.
__ADS_1
Akmal kembali memeluk tubuh ringkih itu,ikut merasakan apa yang di alami Alifa.Cap pelakor menggiring opini masyarakat agar mereka membencinya.Apalagi akhir-akhir ini banyak kasus perselingkuhan dimana sang perempuan sering di cap sebagai pelakor.Padahal perselingkuhan itu terjadi bukan karena salah wanita saja.Tamu tidak akan masuk bila tuan rumahnya tak membukakan pintu begitulah istilah dalam kasus perselingkuhan itu bermula.Bukan hanya wanita saja yang harus di salahkan tapi disini juga laki-laki berhak untuk di persalahkan.
Tok.. Tok.. Tok
Kaca mobil di ketuk oleh seseorang dari luar."CK, mengganggu saja".Gertak Akmal, melepaskan pelukannya."Eh kutu kupret,ngapain kamu ada disini?".Tanya Akmal,begitu kaca mobil di turunkan.Begitu melihat orang yang menganggu acara bermesraan nya dengan Alifa terganggu oleh asistennya.Brian.
"Yeay, salah sendiri ninggalin saya sendiri".Omel Brian tak kalah kesal,membuka pintu mobil belakang."Ah untung feeling aku bener". Ucapnya lagi setelah mendaratkan pantat diatas kursi penumpang itu.
Brian mencondongkan badannya ke depan agar mendekat ke tubuh akmal."Alifa kenapa?".Tanyanya ,berbisik di telinga Akmal.Saat kaca mobil itu terbuka lebar,dia sempat melihat bekas jejak air mata Alifa.
"Gara-gara kejadian tadi".Jawab Akmal,ikut berbisik agar percakapan mereka tak di dengar oleh Alifa.
__ADS_1
"Hah dasar memang biang rusuh.Orang lagi diem di usik".Celetuk Brian,kembali menghempaskan tubuhnya diatas kursi penumpang itu."Kaca Gatot dah jadinya".
"Gatot kaca".Ucap serempak Alifa dan Akmal , membenarkan ucapan Brian.
"Kalian gak bisa di ajak bercanda yah?".Tanya Brian.
"Gak ".Jawab mereka serempak.
"Kaca Gatot itu singkatan dari sekali coba langsung gagal total ".Sahut Brian, memberikan penjelasan di balik ucapannya.Tadinya dia mencoba untuk mencairkan suasana dengan melemparkan guyonan.Tapi,dua sejoli yang ada di hadapannya itu tak bisa diajak kompromi."Serasi sekali".Decak Brian, sebal.
"Kamu bercanda di saat yang tidak tepat".Sahut Akmal,menanggapi ocehan Brian.
__ADS_1
Semakin bertambah saja rasa sebalnya sudah di tinggalkan begitu saja,tak di hargai pula usahanya."Nasib nasib ".Brian masih mengoceh tak jelas.