
Akmal buru-buru menghapus air liurnya yang tak sengaja menetes saat melihat penampilan Alifa,begitu menggoda dan cantik seperti biasanya.
Alifa memang sengaja berdandan cantik dengan makeup tebal,bibir di bubuhi gincu berwarna merah menggoda, sedikit blus on, eyeliner dan segala makeup perempuan tertanam dengan sempurna di wajah putih nan mulus alifa.
"Al, tunggu".Teriak Akmal, berusaha mengikuti langkah kaki Alifa.
Alifa tak menanggapi teriakan suaminya,terus berjalan tanpa menoleh ke belakang atau memelankan laju jalannya.
"CK, kenapa jalannya cepat banget, padahal dia pake high heels".Keluh akmal.
Dia bukannya tak berusaha jalan cepat, tapi memang Alifa hari ini berjalan dengan cepat.Berbeda dengan dulu.
"Jalan kok kayak siput,lama bener".Gerutu alifa.
Yah,Alifa yang tengah merajuk memang sengaja berjalan cepat dengan menggunakan high heels, berharap Akmal lebih peduli dengannya.Tapi,pada kenyataannya realita sesuai dengan ekspektasi.
Sepanjang perjalanan Alifa terus menekuk bibirnya,manyun bak anak kecil tak di belikan permen oleh ibunya.Bahkan,Alifa membanting pintu mobilnya dengan sangat kerasnya,saking emosinya.Tak menunggu suaminya datang menghampiri.
"Kau yang memulai ,maka kau juga yang harus mengakhiri nya".Gumam Alifa,sembari mencengkram kemudi.
"Alifa".Teriak Akmal,begitu dia melihat Alifa melesat pergi dengan laju kendaraan yang tinggi.
__ADS_1
"Dia benar-benar keras kepala,sama seperti ayahnya.Mr.smith".Keluh Akmal, berkacak pinggang.
Alifa tak menyadari teriakan Akmal sebab telinganya telah tertutup oleh earphone,sengaja memenuhi gendang telinga nya dengan suara musik yang mengalun merdu.
*Andai kau tau rasa sayang ku
Melebihi rasa sakit ini
Pasti kau takkan menyangka
Mengapa ku tetap disini*
Alifa tanpa sadar bernyanyi mengikuti irama musik yang di dengar nya, sayup-sayup dia mengingat kenangan dirinya bersama dengan Deon.
Begitulah perasaan Alifa, begitu dia mengetahui bahwa Deon sudah memiliki tunangan.Hingga satu persatu semua kenyataan telah terbuka lebar,hanya saja semua telah berubah.Rasa cintanya tak lagi sama.
Lagi,Deon terlambat menjemputnya.Teelambat menjemput cintanya yang sudah di miliki oleh orang lain.
"Hush,Al".Gumam Alifa."Tetap fokus dan jangan pikirkan hal yang sudah jauh tertinggal di belakang".Ucap Alifa lagi, mengibas-kibaskan tangan di depan wajahnya.
Setelah di rasa dia sudah kembali ke dunia nyata setelah tadi tersesat di dunia khayalan.Alifa kembali fokus berkendara.
__ADS_1
Tujuan nya bukan kantor nya seperti rencana awalnya sebab pasti Akmal akan membujuknya di kantornya yang banyak di isi oleh karyawan.
"Kemana yah, tempat yang asyik dan tenang untuk menyendiri?".Tanya Alifa pada diri sendiri.
Alifa memelankan laju kendaraannya, fokusnya terbelah menjadi dua antara fokus ke jalanan dan juga tempat yang tenang.
"Ahah,aku punya ide".Sahut Alifa, menjentikkan jari telunjuk dan jari jempolnya.
Lagi dia menambah kecepatan berkendaranya setelah menemukan ide tentang tempat yang tenang.
Pantai indah kapuk 2, disitu lah dia memilih untuk menenangkan diri.Selain menawarkan panorama alam,tapi juga terdapat pasir putih yang bisa memanjakan penglihatan.
Tak lama dia untuk sampai di tempat tujuannya,hanya 20 menit saja waktu yang harus dia lalui.
"Surganya dunia".Gumam Alifa, memandang hamparan pasir putih.
Saat itulah tanpa disadari oleh Alifa,ada seseorang yang tengah mengamati gerak-gerik nya.
...
***Hayoh loh,siapa orang yang berani menguntit Alifa?
__ADS_1
Temukan jawabannya dengan terus membaca, jangan lupa beri like,komen,vote dan hadiahnya yah.Terima kasih***