
Sesuai dengan kesepakatan,hari ini Alifa dan mr.smith mengadakan konferensi pers untuk membantah rumor yang sudah terlanjur menyebar itu sekaligus untuk memperkenalkan calon penerus dari perusahaan raksasa.Smith group.
"Are you ready,my angel?".Tanya mr.smith pada putrinya,Alifa.
Alifa mengangguk kepala,merasa sudah siap untuk bertatap muka dengan semua orang, menyampaikan segala fakta untuk membantah rumor itu dan dia siap menerima hujatan dari netizen yang pandai sekali memberikan komentar pedasnya tanpa mau menggali informasi lebih lanjut,berasumsi sendiri dan menarik kesimpulan sendiri.
Jeremi,selaku asisten mr.smith sebelum sudah menghubungi stasiun televisi swasta untuk menyiarkan konferensi pers ini.
"Tuan,semua sudah selesai".Ucap Jeremi pada tuannya itu.
Mr.smith bangkit dari duduknya dengan membawa beberapa berkas yang sudah di siapkan oleh asistennya itu,berjalan keluar menuju ruang konferensi pers itu dengan di ikuti oleh Alifa si belakangnya.
__ADS_1
Mr.smith,menengok kearah belakang."Ayo putriku,kau harus berjalan berdampingan dengan ayah mu ini agar kita bisa membungkam mulut orang yang sudah menghina mu dan berkata pedas pada ayah mu ini".Kata Mr.smith sembari mengangkat tangannya untuk di gandeng oleh sang putri.
Alifa tersenyum gembira.Menunjukkan rentetan gigi putih nan terawatnya itu."I'm ready daddy".Ucap Alifa sembari bergelayut manja di lengan ayah nya itu.
Sepanjang perjalanan mereka saling menggenggam tangan, menyalurkan kekuatan dan keyakinannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Flash
Lampu kamera begitu terang menyoroti wajah anak dan ayah ini begitu mereka membuka pintu.Tersenyum bangga satu sama lain seakan ingin membantah rumor itu.Semua wartawan yang hadir di ruangan itu maju beberapa langkah untuk memberikan pertanyaan pada ayah dan anak itu yang baru mereka ketahui bahwa mr.smith mempunyai seorang wanita cantik nan Sholehah yang mana dia di gadang-gadang akan menjadi penerus dari perusahaan raksasa Smith group itu.
Alifa dan mr.smith dapat maju ke kursi mereka masing-masing setelah di berikan jalan oleh bodyguard mereka.Sulit memang mengatur segerombolan orang-orang yang seperti singa kelaparan itu.
__ADS_1
"Berhenti".Teriak jeremi pada beberapa wartawan yang merangsek maju,tak sabaran berebut informasi terkini sebagai resiko dari pekerjaannya.
"Jeremi".Kata Alif, menginterupsi Jeremi agar dia duduk kembali Gak usah bersikap sama arogannya seperti mereka."Biarkan saja mereka seperti itu sebab itu pekerjaan nya".Ucap Alifa, setengah berbisik di telinga Jeremi.
Jeremi mengangguk,setuju.Tak lagi berteriak seperti tadi setelah mendapatkan mandat agar tak arogan.Jika tidak,mungkin rumor itu akan lebih parah dari rumor sebelumnya.
Mr.smith,tengah bersiap-siap untuk menyampaikan beberapa fakta dan akan mengumumkan calon penerus dari perusahaan raksasa Smith group itu.Tiba-tiba datang seorang perempuan tak di kenalnya,merangsek maju tanpa pengawalan.
"Aisha Alifa". Teriaknya tegas.
Semua mata tertuju pada suara orang yang tak di kenalnya,tapi berbeda dengan Alifa dan mr.smith yang mengenal betul dengan wanita yang ada di hadapannya ini.
__ADS_1
Senyum terukir di wajah cantik Alifa,karena dengan begitu dia tak harus menjelaskan lebih detailnya.Orang yang menyebabkan ibunya meninggal memang lah asistennya,rosaline.Aksinya di bantu oleh sang adik Renata.
Renata inilah yang sekarang berdiri dengan memancarkan aura keangkuhan sama halnya dengan kakaknya,rosaline.