Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 47


__ADS_3

Sungguh hari yang sial bagi Alifa,di tengah rasa sakit fisiknya,belum lagi sakit di hatinya.Dua laki-laki yang menegurnya,yang satu demi kebaikannya dan yang satu meminta pertanggungjawaban nya.


"Gak papa alifa,kamu harus kuat.Jangan cengeng Alifa".Alifa berusaha menguatkan diri sendiri di tengah gempuran fisik dan mentalnya yang di hantaman secara bersamaan di waktu yang sama pula.


"Welcome to work hard".Alifa kembali berkutat di depan layar laptop.Menyelesaikan sebagian pekerjaannya yang sebentar lagi akan rampung.


.....


Di lain sisi,di perusahan yang berbeda.Yakni AKM Group,Akmal tengah menerima laporan dari pihak rumah saki."Oh jadi pasien yang bernama Aisha Alifa,kabur gitu".Akmal mengintrogasi pihak yang menghubunginya.


"Iya betul pak,saat saya mengantarkan sarapan pasien yang bernama Aisha Alifa,masih ada dan sempat menghabiskan sarapan bahkan saya yang menemani sarapannya sebelum meminum obat.Tapi,saat saya hendak mau menggantikan cairan infusnya.Padien itu sudah tidak ada".Lapor seorang perawat pada Akmal.


Memang Akmal lah yang meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik,bahkan memantau kegiatan Alifa.


"Baik, terima kasih atas infonya".Akmal menutup panggilan telepon itu.Mengepalkan tangan,sungguh tak habis pikir dengan kelakuan wanita yang di tolongnya.


"Alifa, ternyata kamu wanita yang nekat dan keras kepala yah.Bisa-bisanya kamu menolak tawaran ku".


Sedangkan,yang di bicarakan tengah asik berkutat di layar laptop.Tak memperdulikan orang yang sudah menolongnya bahkan mengkhawatirkan kondisinya.

__ADS_1


Waktu bagi Alifa begitu cepat berlalu.Tak menyadari jam kerjanya sudah berakhir."Ah rupanya sudah waktunya pulang.Beruntung,kerjaan sudah beres.Semoga tidak ada lagi tugas tambahan".


Alifa merapihkan berkas-berkas yang tergeletak di meja,membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani.Berharap tak ada lagi tugas yang harus di kerjakan ya.


Tok..Tok..Tok ..


"Masuk".


Alifa masuk ke dalam ruangan,setelah mendapatkan izin masuk."Saya sudah mengerjakan berkas-berkas untuk meeting besok,tinggal bapak tanda tangani".Ucap Alifa seraya menyimpan berkas-berkas pada meja Deon.


Deon tetap tidak mengalihkan pandangannya pada layar laptop,entah apa yang di kerjakan atasannya itu.Sedari tadi tidak terlihat keluar ruangan.


"Kalau tidak ada lagi yang saya kerjakan.Saya permisi".Alifa pamit undur diri.Ingin,rasanya segera pulang.


Alifa berbalik badan,menatap sang atasan."Ada lagi yang harus saya kerjakan?".


"Yah".


Alifa melangkah mendekati meja deon."Apalagi ini?".Gimam Alifa lirih.

__ADS_1


"Kau temani aku bertemu dengan seseorang".


"Aku?".Tanya Alifa heran.


Deon menatap alifa,pandangan mereka saling bertemu."Temani aku makan malam dengan para kolega,sebab kau adalah sekertarisku".


"Kenapa gak bawa kekasih bapak aja,sebab menurut hemat saya.Biasanya makan malam bersama kolega itu harusnya di temani oleh pasangan masing-masing".Celetuk Alifa memberi saran.


"Kalau aku gak mau".Tantang Deon.


"Bapak harus mau,saya lihat kekasih bapak juga dari kalangan bisnis.Akan sangat baik jika bapak pergi bersama dengan kekasih anda saja".Alifa terus bernegosiasi dengan atasan satunya ini.Taj mudah memang,tapi memang harus.


"Ok,aku terima usulan mu".


"Memang harus".Ucap Alifa lantang.


"Ok,kau bisa pergi.Siapkan fisik dan mental mu untuk besok".


'Tak perlu menunggu besok,bahkan sekarang pun fisik dan mental ku sudah di hancurkan oleh anda". Gumam Alifa yang hanya bisa di ucapkan di dalam hati saja.

__ADS_1


...


Dunia kerja memang kejam dan keras alifa.Lebih kejam daripada yang kamu alami..


__ADS_2