Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 161


__ADS_3

Deon yang terbakar rasa cemburu dan emosi,tak memperdulikan teriakan alifa,meski dia adalah wanita yang di cintai nya, wanita yang pernah mengisi relung hatinya.


"Rasa sakit mu itu tak sebanding dengan luka yang kau torehkan di hati ku".Sentak deon."Sekarang kau mengiba untuk ku melepaskan mu?.Cuih,jangan harap".


Tangan Alifa masih berada di genggaman Deon,rasa sakit dan perih menjalar di tangan putih nan halus nya.


"Gambar apa ini?".Tanya Deon, setelah melihat tangan Alifa penuh dengan hiasan hena.


Alifa menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Deon.Berhasil,dia mampu melepaskan diri dari jeratan manusia iblis.Jika,memang benar seperti itu.


"Kau!".Seru Alifa."Kau manusia iblis yang pernah ku kenal.Rasanya aku menyesal mengenal dan pernah mencintai mu".Teriak Alifa.


"Hahaha".Deon tertawa terbahak-bahak."Sekarang kamu baru sadar?,kemana aja tuan putri".Ledek Deon.


Alifa menjauh beberapa langkah dari Deon, menjauhkan diri dari orang setengah gila.Tak ingin lagi dia menjadi sasaran kemarahan.


"Silahkan anda berlari sebisa yang anda bisa.Malaikat berhati setan".Lagi Deon menyindir Alifa.


"Itu lebih baik daripada pengkhianat macam kau".


"Sama aja,dodol".


Perdebatan sengit antara Alifa dan Deon begitu kentara terdengar dari luar ruangan.Sedangkan,Akmal tak berdaya di hadapkan pada masalah ini.

__ADS_1


Kejadian ini terlalu cepat baginya,merenggut belahan hatinya dari pelukannya dan yang lebih parahnya,dia hanya bisa menyaksikan tanpa melakukan apapun.


Lagi, tubuhnya terluka parah akibat perlakuan Deon yang menghantam tubuh nya tanpa ampun, tanpa bisa membalas perbuatannya.


Tapi, tanggung jawab dia sebagai suami.Mengharuskan dia untuk melawan rasa sakit itu.Yah, keberanian itu harus lah ada untuk menyelamatkan wanita yang menjadi istrinya.


"Deon,buka pintunya".Teriak Akmal,tak henti-hentinya menggedor pintu.


"CK, mengganggu saja".Umpat Deon.


"Akmal".,Teriak alifa.


Saat Alifa hendak akan berlari,menuju pintu keluar.Tiba-tiba Deon memeluknya sangat erat.Itu menyebabkan Alifa tak bisa leluasa bergerak.


"Tak semudah itu Ferguson". Seringai lebar terbit di bibir manisnya.


"Apa mau mu?.


"Apa mau ku?, bukankah aku sudah mengatakan nya pada mu?,aku ingin diri mu".Jawab Deon.


"Jangan mimpi".Ledek Alifa.


"Maka,jangan pernah bermimpi untuk bisa lepas dari pelukan ku".Ucap Deon.

__ADS_1


Alifa yang sekarang merasa jijik dengan tingkah laku Deon,memaksanya untuk berpikir keras,agar terlepas dari rengkuhan Deon.


Tiba-tiba pemikiran itu bermunculan saat dia tengah terhimpit.Di injaknya kaki Deon,hingga dia mengasuh kesakitan.


"AW".Teriak Deon.


Tak cukup disana saja,Alifa juga menggigit pergelangan tangan Deon dan pada akhirnya pukulan di perut dan kepala berhasil melumpuhkan Deon.


"Wow, cantik-cantik kelakuannya bar-bar juga".Ledek Deon yang tersungkur di lantai."Darimana kamu mendapatkan keberanian itu?". Tanya nya.


"Darimana?,itu bukan urusan mu".


"Cuih,sombong sekali"Ucap Deon,dia bangkit berdiri untuk menggapai alifa.


"Tetap di tempat mu atau _".


"Atau apa?,percuma kamu melawan,kamu bukan tandingan ku".Ucap Deon,berjalan perlahan-lahan mendekat kearah Alifa.


"Apa kau tidak mau menerima kenyataan?,apa kau tidak mau belajar dari kesalahan-kesalahan mu?".Tanya Alifa sembari berjalan mundur,menjauh dari Deon yang semakin mendekat.


"Belajar dari apa?".Tanya Deon, berjalan selangkah demi selangkah.Terus saja begitu,hingga Alifa tak mampu lagi menghindar.


"Sial".Umpat Alifa,saat dia membentuk tembok,pembatas.

__ADS_1


Deon, menyeringai lebar.Tangan kanannya ,dia letakkan di atas tembok,mengungkung tubuh alifa."Aku mencintai mu, tapi kau mengkhianati cinta".Bisik Deon di dekat telinga Alifa.


__ADS_2