Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 116


__ADS_3

Alifa tak jadi melakukan meeting bersama dengan dewan redaksi,dia lebih memilih Akmal untuk di tanyain beberapa hal termasuk keberadaan nya di anak perusahaan Smith group itu.


"Jadi,apa yang ingin kau tanyakan?".Tanya Akmal, begitu dia sudah duduk diatas singasana nya.


Bukannya menjawab Alifa hanya melongo, menyaksikan Akmal duduk di sebelah kursi kebesarannya."Kenapa kau duduk di situ?".Celetuk Alifa, pikirkannya kini banyak dengan pertanyaan.


Akmal mengerutkan keningnya."Kau tidak di beritau ayah mu?".Tanya Akmal.


Gelengan kepala Alifa berikan sebagai jawaban."Tidak".


"Kau juga tidak bertanya?,kau tidak berusaha mencari tau?,kau tidak pernah belajar?,kau tidak tau seluk beluk perusahaan ini?".Akmal memberondong Alifa dengan banyak pertanyaan.


Lagi hanya gelengan kepala yang di berikan oleh Alifa.Apa yang di tanyakan Akmal, semua tidak pernah dia lakukan.


"Aku tidak tau dan tak ingin tau".Ucap Alifa sembari duduk di sebelah Akmal."Aku ingin belajar sendiri tanpa merepotkan orang lain _".


"Kamu menyusahkan diri kamu sendiri".Sahut Akmal,memotong ucapan Alifa.


"Hmmm".Jawab Alifa sembari tangannya menyangga kepalanya."Aku ingin mandiri".

__ADS_1


"Mandiri boleh,tapi harus tau diri.Apa kau tau aku ini menjabat apa disini?".Tanya akmal,tanpa menoleh kearah Alifa.


Hening,tak ada jawaban dari lawan bicaranya.Membuat Akmal,menoleh kearah Alifa."Pantas saja tak di jawab, ternyata tidur.Dasar ratu moyoy".Gerutu akmal,kesal dengan kebiasaan buruk Alifa.


Akmal memandang rakus wajah cantik nan bersinar itu.Aura kecantikannya begitu terpancar dengan jelas sekarang.Dulu kecantikan itu tertutup kabut rasa dendam,kini wajah cantiknya bersinar terang apalagi Alifa memakai jilbab pasmina sangat cocok di kenakan.


Pandangan Akmal beralih ke bibir ranum nan mungil itu yang terbalut lipstik berwarna nude dengan polesan makeup natural.


"Cantik.Secantik hati mu".Gumam Akmal,memandang mahkluk lemah ini."Tapi,sayang hatinya bukan untukku".


"Hati ku tetap untuk mu".Sahut Alifa sembari membuka matanya perlahan.


"Kau.Kau sudah bangun?".Tanya Akmal.Dia bahkan merasa malu.


"Yah,aku sudah bangun".Jawab Alifa,sambil menggeliat manja.Meregangkan otot-otot tangan nya.


Akmal tak bisa lagi menatap wajah cantik itu sebab kepalang dah malu."Sejak kapan kau dah bangun?".Tanya Akmal,kembali memfokuskan diri ke layar laptopnya.


"Sejak kau mengatakan,Kau cantik".Sahut Alifa.

__ADS_1


"Kalau mau bangun, bilang-bilang kek.Main bangun-bangun aja".Ucap Akmal,ketus.


Alifa mengarahkan pandangannya ke layar laptop Akmal,tak menanggapi ucapan Akmal."Cieeee,yang mengagumi kecantikan ku".Goda Alifa sembari menarik turunkan alis nya.


Akmal tetap fokus ke layar laptopnya,tak ingin semakin malu dengan godaan Alifa untuknya.


"Yah, penonton kecewa".Ucap Alifa,mengeluh tentang sikap akmal yang tidak tergoda oleh tindakannya.


Alifa kembali fokus menatap layar laptop milik Akmal itu, memperhatikan Akmal bekerja di balik layar.Fokus sekali Akmal dalam bekerja,tak menanggapi tindakan atau ocehan Alifa.


"Kau juga punya laptop sendiri,gak usah nebeng sama aku".Ucap Akmal.


"Kenapa?,pelit amat".Gertak Alifa,mengeluh.


"Dah tau pelit,masih aja maksa".Sahut Akmal.


Semakin dongkol saja Alifa pada Akmal."Huh".Sahut Alifa, mencebikkan bibir nya.


'Aduh Al, kenapa bibir kamu pake di manyun-manyun in segala sih?".Ucap Akmal membatin.Dia bukan tak peduli tapi berpura-pura bodoh.Tak mengetahui apapun padahal dia dengan jelas mengetahui raut wajah Alifa.

__ADS_1


Apalagi waktu Alifa mencebikkan bibir.Keranuman dari bibirnya sempat membuat pikiran Akmal traveling itulah sebabnya akmal lebih memilih mencampakkan Alifa daripada dia tak bisa menahan nafsu nya.


__ADS_2