
"Dia mamah kamu Atria" bentak sang papa
"Mamah? DIA BUKAN MAMAH ATRIA" ucap atria penuh penekanan mata atria merah berkaca kaca siap meluncurkan air putih bening, tubuhnya bergetar hebat atria tidak bisa di bentak ia takut ia takut
Tubuhnya ambruk seiring air matanya mengalir untung ada farel dengan sigap farel menangkap tubuh atria
"Dia mamah kamu atria mamah kamu yang melahirkan kamu" ucap sang papa pelan sangat pelan mungkin tidak terdengar oleh atria tapi terdengar oleh indra pendengar wanita itu
"Mas belum waktunya" ucap sang istri pelan seraya mengelus pundak sang suami dengan sayang
"Papa lebih baik pergi dari sini" usir atria dengan nada ketus
"Papa ingin melihat riki nak" ucap sang pap parau
"Papa boleh datang lagi ke sini tanpa wanita murahan itu" ucap Atria
Sang papa menatap atria tajam membuat atria yang perasaan nya sedang campur aduk membalas tatapan sang papa dengan tajam pula
"Berapa kali papa bilang atria dia mamah kamu" teriak sang papa
"Mama atria itu Mama Rely pah bukan wanita murahan itu" ucap atria tajam menunjuk wanita itu seraya menatapnya dengan pandangan jijik
"ATRIA" teriak sang papa
"Plak" tangan itu berhasil menyentuh pipi kanan atria dengan keras
"Mas" teriak sang istri
Atria refleks menyentuh pipi nya yang memerah dan terasa perih bahkan sangat perih, bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut bibir atria
"Om" teriak farel
"Om gak berhak tampar atria, dia ini anak om darah daging om, apa om gak sadar dengan menyakiti atria om sama aja menyakiti diri om sendiri" ucap farel dengan tenang
"Jangan ikut campur"
Atria menangis tapi ia mencoba untuk tetap kuat, nafas atria tersegel dadanya merasa sesak
"Jadi, papa berani nampar aku cuman gara gara wanita ini ia" ucap atria pelan tapi tajam
"Itu gara gara kamu yang memancing emosi papa"
Riki on vov
"Sayang kamu harus kembali" ucap sang mamah
"Tapi mah, mamah belum jawab siapa atria, kenapa rasa ingin memiliki di hati riki semakin membesar, kenapa riki ngerasa dia bukan adik riki mah, kenapa riki ingin dia menjadi kekasih riki tolong jelaskan mah kenapa?" Tanya riki
"Kamu akan tau nanti sayang, pergilah"
"Mah...
"Pergilah atria menunggumu" ucap sang mamah lalu menghilang
Riki off Vov
Riki membuka matanya perlahan, pandangan yang pertama ia lihat pertengkaran sang papa dan atria
__ADS_1
Atria menangis, apa yang papanya ucapkan? Brengsek kondisi riki sedang tidak memungkinkan untuk melindungi atria
"Aku? Jadi itu salah aku?" Tanya atria " harusnya papa sadar kenapa atria kaya gitu" tambahnya
"Atria plis tolong nak" ucap sang papa pelan
"Keluar pa, bawa wanita itu atria merasa muak melihat dia, karna dia penyebab kematian mama" ucap atria tajam
"Plak" lagi lagi tangan itu melayang sempurna menyentuh keras pipi atria yang kiri
"Papah" teriak riki lemah tapi tajam ia bangkit lalu melepaskan selang infus yang berada di tangan kirinya dan berjalan ke arah atria
"Apa yang papah lakukan" ucap riki pelan menarik tubuh atria kedalam pelukannya
Hayooo penasaran gak siapa sebenarnya atria?
"Apa yang papah lakukan" ucap riki pelan menarik tubuh atria kedalam pelukannya
"Riki kamu udah bangun nak" ucap sang papa seraya tersenyum baru saja akan memeluk
"Jangan sentuh riki pa,papa sudah melukai atria itu artinya sama saja papa telah melukai riki" ucap riki dingin ia mempererat pelukan nya pada atria tubuh atria bergetar hebat pertanda ia sangat sangat shok mungkin
Riki Tak peduli darah yang mengalir di tangan kirinya akibat melepaskan infusan secara paksa, ia benar benar khawatir pada atrianya itu.
"Kak panggil dokter" ucap rita pelan pada farel
"Eh iya sampe lupa" ucap farel seraya melangkah pergi
Dokterpun datang
"Riki kamu...
"Berbaringlah, saya akan memeriksa mu"
Riki menggeleng "tidak perlu dok, aku baik baik saja tidak ada yang perlu di khawatir kan" ucap riki menolak sangat halus
"Menurutlah" ucap dokter muda itu mulai kesal
"Kak...
"Iya iya aku mengerti" ucap riki membelai rambut artia pelan melepaskan pelukan nya perjalan pelan menuju kasur pembaringan
"Kenapa infusan nya di lepas?" Tanya dokter
"Risih, jangan di infus lagi aku baik baik saja" ucap riki
Dokter itu mengangguk "kamu belum pulih total tapi jika kekeh ya apa boleh buat" ucap sang dokter pergi meninggalkan mereka
"Atria kemarilah" ucap riki
Atria pun mendekat dengan wajah tertunduk pipi nya masih terasa nyeri, sebenarnya kepalanya juga pusing tapi ia tahan air mata tak berhenti mengalir tubuhnya masih bergetar
Riki menarik atria kembali kedalam pelukan nya "tidak perlu takut ada aku" bisik riki
Atria menangis di pelukan riki, ia rindu riki rindu semua tentang riki
"Pah lebih baik papah pulang tunggu di rumah, riki ingin bicara dengan papa"
__ADS_1
"Tapi...
"Tiduk usah tapi tapian pah" potong riki cepat
"Bailah, atria papah minta maaf" ucapnya pelan lalu meninggalkan ruangan itu bersama sang istri
"Baikan lo bro" tanya farel
"Kenapa lo gak lindungin atria?" Tanya riki
"Papah lo bilang gak usah ikut campur, tadinya sih gue mau tapi ngeliat atria ama papa lo tatap mata gitu gak jadi deh" ucap farel tenang
Riki mengangguk mengerti "ozy,Ivan,Zahra,elfi gak kesini?" Tanya riki
"Kayanya ozy sama zahra tidur deh, semalem dia yang nungguin lo, dan sekarang kan gue kalo ivan ntah kemana"
"Thanks ya kalian baik banget, loh ivan...
"Jangan di fikirin broo gue tau ivan gak kaya gitu dia cuman lagi di gerakin ama tu cewe gatel aja" potong farel cepat
Lagi lagi riki mengangguk
"Krubuk krubuk"
"Walah perut siapa tuh?" Tanya riki "kamu beb?" Riki memandang atria
Atria menggeleng lemah
"Kamu yang?" Tanya farel pada rita
Rita menunduk wajahnya bersemu merah
Farel tersenyum "kenapa gak bilang hah" ucap farel menyentuh dagu rita dan mengangkat nya pelan
"Hmm tadi emang gak laper" ucap rita
Lagi lagi farel tersenyum "gue izin beli makan ama rita ya kalian di tinggalin dulu gpp kan?" Ucap farel
Riki mengangguk
"Atria belum makan kak dari kemarin belum minum obat juga" adu rita
"Obat? Kamu sakit sakit?" Ucap riki memandang atria dalam ia sangat rindu sangat sangat rindu pada adiknya ini oyah benarkah adik
"Biar dia yang jelasin bro oya mau nitip?" Tanya farel
Riki menggeleng
"Yaudah kita tinggal ya" ucap farel seraya pergi
Next or stop?
Ngikut pm!
Like fb baru mimin, sok monggo di baca juga cb baru nya
Cerbung-Cerita Sambung
__ADS_1
Cerbung-Cerita Sambung
Cerbung-Cerita Sambung