
Alifa dan Akmal mereka berdua tengah duduk di pinggir taman,setelah seharian mereka di sibukkan dengan urusan pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari, dari mulai fitting baju pengantin,memilih dekorasi pelaminan, menyebarkan undangan dan sampai pemilihan catering makanan.
Tentu ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya,harus mengurus segala keperluannya sendiri tanpa membebani orang lain sebab mereka yang menikah dan bukan orang lain untuk itu mereka sendirilah, mempersiapkan segala hal nya.
Alifa kini tengah duduk sambil bersandar di bahu Akmal,menikmati hembusan angin yang menyapa dua insan manusia yang tengah di Liputi oleh rasa kebahagiaan.
Kicauan burung terdengar begitu nyaring,di tengah hamparan rerumputan hijau,disana tak ada mereka berdua tapi ada beberapa anak muda-mudi yang tengah bergandeng tangan,penuh dengan kemesraan dan ada juga sebuah keluarga yang tengah asyik bercengkrama,di temani oleh anak-anak mereka.Potret indah dari sebuah keluarga.
Tak terasa butiran kristal bening,memenuhi kelopak mata Alifa.Menyaksikan pemandangan indah dari sebuah keluarga.
Sweet home, benar-benar sesuatu yang di impikan oleh banyak pasangan suami istri dan juga anak-anak mereka.Rumah,tempat kita pulang setelah seharian di sibukkan oleh rutinitas,tentu di dalamnya juga ada kehangatan dari sebuah keluarga dan juga keharmonisan di dalamnya.
"Aku pernah bermimpi,ingin memiliki sebuah keluarga yang hangat dan harmonis".Gumam Alifa,memandang keluarga kecil yang penuh dengan kehangatan.
"Nanti kita akan membangun keluarga impian mu itu".Sahut Akmal,dia juga ikut memandang kearah keluarga bahagia.
__ADS_1
"Semoga saja bisa".
"Pasti,akan aku pastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan sehat,dimana mereka di kelilingi oleh orang -orang yang menyayangi mereka dan keharmonisan di dalam rumah ".Ucap Akmal,tegas.
Butiran bening kristal milik Alifa,kembali berjatuhan.Kembali ingatan masa lalunya memenuhi memori otaknya.Masa kecil Alifa yang tak mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari orang tuanya,dan lagi kebencian telah merenggut kebahagiaan nya.
"Hiks..Hiks ..Hiks".Alifa,menangis tersedu-sedu.
Akmal,menoleh kearah Alifa."Hai,jangan menangis ".Ucap Akmal,sembari menghapus jejak air mata di pipi Alifa.
Kasak-kusuk terdengar begitu tangisan Alifa malah semakin kencang,Akmal mau tak mau harus menjelaskan kepada pengunjung tak lupa memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi.
"Maaf ibu,bapak jika merasa terganggu dengan tangisan istri saya".Ucap Akmal.
Semua kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing,tak lagi menjadikan tangisan Alifa sebagai bahan pertontonkan.
__ADS_1
"Maaf".Gumam Alifa, tertunduk malu.
Akmal mengusap puncak kepala Alifa, memberikan dia ketenangan."Gak papa".Sahut Akmal,duduk kembali di sebelah Alifa.
"Maaf,aku membuat mu malu".Lagi Alifa mengucapkan permohonan maaf nya.
"It's ok, baby".Ucap Akmal lembut, menggenggam tangan Alifa.
"Aku kayak anak kecil yah?,menangis di tengah keramaian tanpa rasa malu sedikitpun".Kata Alifa,masih tertunduk.
Akmal merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke Alifa,menatap wajah cantik nan sayu dari calon istrinya itu.Mengamati mimik mukanya."Kalau ada masalah,jangan sungkan mengatakan nya pada ku".Ucap Akmal.
Alifa mengangkat kepalanya, bersitatap dengan Akmal."Bolehkah?".Tanya nya malu-malu.
"Boleh dong".Jawab Akmal sambil tersenyum genit."Kau adalah calon istri ku yang sebentar lagi akan menjadi istri ku,tentu aku harus memahami kehidupan mu dan menjadikan diri ku menjadi tempat berkeluh kesah mu".Ucap Akmal lagi.
__ADS_1