
Jarum jam menunjukkan pukul 10:00 malam, Atria telah tertidur lelap di dalam pelukan Riki.
Riki bangkit perlahan dari tidurnya, dengan hati hati ia memindahkan kepala Atria dari dada Riki ke bantal kesayangan Atria.
Riki menyelimuti setengah tubuh Atria menatap Atria dalam, lalu menghembuskan nafasnya pelan.
"Selamat tidur bidadariku, mimpi indah sayang, aku mencintaimu" Bisik Riki tepat di telinga Atria, lalu bangkit dan menunduk mencium kening Atria lama
"Maafkan aku yang telah lancang mencintaimu, yang diam diam menginginkan ku, yang diam diam ingin memiliki mu, sungguh ini sebuah ketidak sengajaan dalam cinta" ucap Riki pelan mengelus rambut Atria pelan lalu melangkah pelan meninggalkan kamar Atria
Tuk tuk tuk
"Pah ini Riki, Riki ingin bicara dengan kalian berdua, maaf jika Riki mengganggu malam istimewa mungkin bagi kalian, tapi ini penting" Teriak Riki
"Ada apa Riki?" Tanya Alira
"Aku ingin bicara tante, boleh aku masuk?" Ucap Riki
"Biasakan menyebut mama Riki, dia mama kamu sekarang" ucap Riko saat Riki telah masuk di kamarnya, Riko menatap anak nya tak suka.
"Dia mama Atria pah, yang nantinya akan menjadi mama mertuaku" Ucap Riki santai sambil duduk di sopa yang berhadapan dengan kasur
Riko menatap Riki kaget termasuk juga Alira
"Rikii kau...
"Langsung ke intinya kamu ingin bicara apa Riki?" Riko memotong ucapan Alira
Riki tersenyum "Siapa sebenarnya Atria pah, Riki ingin kalian jawab jujur malam ini Riki ingin tau SEMUANYA" ucap Riki dengan penekanan di kata Semuanya
Riko mengehela nafas kasar lalu menatap Alira, Alira mengangguk "Riki sudah tau mas, beritahu saja semuanya" Ucap Alira pelan
"Baiklah papa cerita kan semuanya Riki, tapi berjanjilah untuk tidak menceritakan nya kepada Atria, menurut papa Atria masih terlalu dini untuk mengerti"
__ADS_1
Riki mengangguk "Riki mengerti pah"
Flashback beberapa tahun yang lalu
Saat itu Riki kecil berusia 5 bulan, Rely mama Riki dengan sabar mengurus Riki kecil seorang diri karna sang suami harus pergi bekerja selama 2 minggu karna di suruh dari perusahaan.
Saat itu Riko di tugaskan bersama Alira mama Atria, saat telah kembali di perjalanan menuju rumah Alira pingsan, lalu di larikan ke rumah sakit.
Ternyata saat itu Alira sedang mengandung, usianya 5 bulan. Suami Alira menuduh Riko yang menghamili istrinya padahal jelas jelas Riko tidak melakukan hal apa pun pada Alira.
Dan suami Alirapun mengaku hanya melakukan saat malam pertama saja, karna tidak terima suami Alira menceraikan Alira dan menyuruh Riko yang bertanggung jawab.
Pada saat Atria lahir, pada saat itu Rely tau mengenai masalah ini, dan Rely sendiri lah yang meminta Riko menikah dengan Alira.
Riko menuruti permintaan Rely, pada saat usia Riki 2 tahun dan Atria 1 tahun. Riko dan Alira menikah, siapa sangka setelah 1 tahun pernikahan mereka Rely meminta cerai karna merasa Riko lebih memiliki banyak waktu bersama Alira dari pada Rely.
Rely begitu keras kepala sampai akhirnya Riko mengalah dengan keputusan Rely untuk bercerai, soal Atria Rely sendiri yang meminta ingin mengurusnya.
Flashback off
Riko menghembuskan nafasnya kasar "Ya bisa jadi ia terpukul, karna pisah dariku ia menjadi sakit batin, sampai akhirnya ia mempunyai penyakit kanker lambung"
"Kanker lambung? Kok aku engga tau" Tanya Riki
Riko mengangguk "mama kamu gak mungkin ngasih tau kebenaran nya Riki, tapi ini juga salah papa, karna papa lah mama kamu seperti itu"
Bugh satu bogem mentah mendarat di pipi kanan Riko "Papa yang bodoh, apa papa tidak mencintai mama sehingga menuruti semua apa saja keinginan mama" Teriak Riki emosi
Dadanya naik turun, matanya memasan, tangan nya mengepal kuat.
Riko tersenyum "bukan begitu Riki, tapi seiring dengan berjalan nya waktu papa juga mulai mencintai Alira, jangan salahkan papa saja mama kamu sendiri yang menginginkan ada wanita lain di hati papa" Ucap Riko pelan
Riki mengusap wajahnya dengan kasar "lalu sekarang papa Atria ada dimana?"
__ADS_1
"Dia sudah meninggal" Ucap Alira
Riki mengangguk, pantatnya ia dudukan kembali pada sopa, tangan nya berkali kali mengusap wajah nya dengan kasar, sesekali mengacak acak rambutnya melampiaskan kekesalan nya.
"Papa minta maaf Riki" Ucap Riko parau
"Jangan minta maaf sama Riki" Ucap Riki dingin
Riko menggeleng "bukan itu, soal papa jarang memberi kabar sama kamu dan Atria, ini juga amanah dari mama kamu, jangan menemui mu selama kamu dan Atria sehat" Ucap Riko
Riki melongo tak habis fikir dengan jalan fikiran papa nya yang selalu menuruti keinginanku sang mama.
"Tapi kami sekarang akan tinggal di sini Riki, apa kamu tidak keberatan?" Tanya Alira
Riki tersenyum "gpp tante, lagi pula tante harus mengambil hati Atria biarnya nanti pas Atria tau bisa menerima"
"Mama Riki biasakan Mama, kalo kamu nyebut nya tante nanti Atria ikut ikutan" Tegur Riko
"Iya pa" ucap Riki malas
"Kamu mencintai Atria, Riki?" Tanya Lira
Riki tersenyum "Sepertinya iya mah, kenapa? Engga salah kan?" Jawab dan tanya Riki
Alira menggeleng "engga kok, tapi kamu bisa tahan kan untuk tidak mengungkapkan perasaan mu dulu pada Atria"
Riki mengangguk "Bisa tapi sampai kapan?"
"Kami tidak tau tapi bersabarlah dulu" Ucap Riko
Riki mengangguk "yasudah Riki ke kamar dulu pah, mah" ucap Riki seraya bangkit dari duduknya
Lira dan Riko mengangguk "Selamat malam" Ucap mereka
__ADS_1
"Iya" jawab Riki seraya pergi meninggalkan kamar orang tuanya