Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 91


__ADS_3

Perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang dengan pesatnya tentu berita sekecil apapun dapat menyebar dengan luasnya apalagi itu berkaitan dengan menyangkut sebuah perusahaan yang di pimpin oleh orang hebat dan sudah lama malang melintang.


Kabar buruk itu dengan cepat menyebar tanpa pandang bulu,menggiring opini publik pada pemberitaan tak benar.Semakin di gali informasi itu, semakin tambah buruk.Welcome to Indonesia,dimana kekuatan netizen lebih besar dan bahkan setiap komentarnya mampu menyerang mental seseorang.


Alifa tergugu dengan tindakan nya sendiri, hatinya jadi gamang di hadapkan pada berita tak sedap ini.Dulu dia sangat berapi-api ingin membalaskan sakit hatinya bukan karena dia terusir dari keluarga nya, melainkan dendam itu telah tertanam dengan sempurna di hati Alifa saat dia tau fakta tentang di balik kematian ibunya.


Akmal dan Deon telah salah paham dalam menilai diri Alifa, mereka menyangka Alifa membenci bahkan dendam pada ayahnya karena terusir dari keluarga nya.Namun,mereka juga tak sepenuhnya salah,pelaku utama dan dalang di balik dalang itu adalah Alifa sendiri.Pintar sekali dia memerankan drama, seakan dia yang tersakiti.


"Aku sudah memperingatkan kamu dan bahkan sampai berkali-kali aku harus mempertimbangkan kamu,tapi apa kamu mendengar ucapan?,apakah kamu tidak tergerak hati kamu untuk memaafkan ayah kamu?,tidak.Kamu malah ngotot ingin menggertak ayah kandung mu sendiri".Jelas Akmal.


Benar apa yang di katakan oleh Akmal,dia sering menasehatinya namun dia selalu membantahnya.Keegoisan dan sikap keras kepalanya, mendorong dia untuk melakukan hal keji.


"Sudahlah,ini semua sudah terjadi.Kita sebaiknya menyelesaikan bagian akhir dari usaha kita".Ucap Akmal,merebut MacBook dari tangan Alifa.

__ADS_1


"Ingat,harus total".Tak pernah Akmal menyerah untuk membangkitkan kembali semangat dan motivasi untuk Alifa.


Pasrah dan menerima segala yang sudah terjadi,Alifa terpaksa harus kembali berjuang demi hasrat dan keinginannya terwujud.


.......


"Apa-apa an ini kenapa para investor menarik sahamnya dari perusahaan ku".Bentak mr.smith begitu melihat laporan yang di terima dari asistennya.Membantung segala benda yang ada di hadapannya kearah asistennya itu.Meluapkan segala emosi dan kemarahannya.


Mr.smith nampak terengah-engah efek dari amarahnya yang kian meledak,tak bisa dia bayangkan kerajaan bisnis yang dia bangun dengan susah payah harus tumbang begitu saja.Selama ini dia selalu berhasil memenangkan tendor dan mengalahkan rival bisnisnya.Tapi, untuk masalah ini tentu berbeda kasus.


"Sebelum mengadakan konferensi pers,cari siapa dalangnya dan stasiun tv mana yang sudah membantunya ".Gertak mr.smith,duduk kembali diatas singasana nya.Menatap tajam pada asistennya.


Takut-takut Jeremi ingin mengatakan sebuah kebenaran.Tanganbya panas dingin,gugup itu yang di rasakan Jeremi bercampur rasa takut.Takut untuk kali ini kemarahan sang bos tak mampu terkendali.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih disini?,apa kamu tuli hingga gak bisa mendengar perintah ku?".Teriak Mr Smith,bangkit dari duduknya.Dia berjalan mendekat kearah asistennya itu.


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan asistennya itu."Masih gak denger juga?".Teriak Mr.smith, tepat berada di dekat telinga Jeremi.


Hal yang di takutkan Jeremi terjadi juga.Sudah hapal sekali dia dengan tabiat bosnya ini.Amukan,bentakan,cacian dan kekerasan fisik sering dia terima untuk melampiaskan amarahnya tuannya itu.


"Maaf tuan, bukannya saya tidak mau menjalankan perintah tuan.Tapi, semua pemilik stasiun televisi tidak bersedia untuk mengungkapkan indentitas dari orang yang menyuruhnya untuk menyebarkan rumor itu".Ucap Jeremi, memberikan penjelasan.


Mr.smith mengernyitkan dahinya,heran."Semua?". Tanyanya,masih menatap tajam kearah asistennya itu.


Mendapatkan tatapan tajam membuat Jeremi menundukkan pandangan nya,takut sekali melihat tatapan wajahnya yang penuh dengan intimidasi itu."Iya,tuan".

__ADS_1


__ADS_2