Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 26 (DUA PULUH ENAM)


__ADS_3

Yuhu ada yang kangen sama cerita Atria dan "Atria lo baik baik aja kan" ucap Rita khawatir tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan salam


Atria hanya tersenyum sambil meringis


"Lo tuh bandel sih harusnya ya kemarin lo makan, coba kalo makan mungkin gak sampai kaya gini, terus obat nya juga minum, kalo misalnya lo sakit terus harus di rawat lagi gimana ha mau lo" Cerocos Rita membuka makan yang ia bawa lalu memberikannya pada Riki.


"Atria di rawat?" Tanya Riki


"Loh Atri belum cerita Ki?" Tanya Farel


"Atria bilang nya cuman dia sakit udah gitu doang" ucap Riki sambil menyuapkan makanan nya pada atria, atria menerimana nya dengan senang hati.


"Ih kak Riki, Atria itu sakit di rawat 3 hari kak, Asam lambungnya naik, seharian dia gak mau makan gak mau minum, tadinya kayanya kalo dia gak sakit sampe lo sadar dia gak bakal makan gak bakal minum, soalnya dia bilang juga gak bakal minum kalo lo belum sadar" cerocos Rita menjelaskan dengan gemas dan sedikit esmosi


"Santai dong sayang nyerocos gitu ngomongnya" ucap farel mengacak acak Rambut Rita dan mengecup kening Rita


"Abisnya aku tuh kesel yang sama Atria" Ucap Rita ia mengembungkan kedua pipinya mendandakan bahwa ia benar benar kesal


"Kamu tuh bandel udah tau punya penyakit Asam Lambung masih aja telat makan" ucap Riki memandang atria yang di pandang hanya bisa nyengir


"Nyengir lagi" ucap Rita ketus


Tuk tuk tuk


"Masuk" Teriak Rita


"Assalamualaikum" Ucap Zahra dan Ivan bersamaan


"Waalaikumsalam" jawab mereka


"Ivan" sapa Riki


"Kemana aja lo bro" Tanya Farel dingin


Ivan hanya melirik Mereka lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain


"Kak Riki gimana keadaannya?" Tanya zahra


"Baik" jawab Riki tersenyum hangat


"Kok lo bisa bareng dia?" Tanya Rita sewot menunjuk Ivan dan mendelikan matanya pertanda ia tidak suka


Ivan mengehela nafasnya pelan teman teman nya pasti kecewa pada dirinya bagaimana ia menjelaskan nya tuhan bantu aku batin nya


"Kamu kenapa sih yang sewot mulu dari tadi lagi PMS?" Tanya Farel hati hati


"Engga tau" jawab Rita ketus sebenarnya dari tadi ia merasa aneh juga dengan perutnya rasanya sakit seperti sumilang tapi Rita mencoba mengabaikan nya


"Tapi emang ini udah waktunya kamu Pms loh yang" ucap Farel memainkan ponselnya mengecek tanggal datang bulan nya Rita "kamu serius belum Pms?" Tanya Farel lagi


"Belum kak" Teriak Rita berdiri dari duduknya dan menghentakan kaki kanannya pertanda ia kesal


"Ehem" dehem Riki "kayanya Doi lo emang lagi Pms rel" ucap Riki


Farel menyatukan Alisnya pertanda bingung


Riki menghembuskan nafasnya pelan ia malu sebenarnya mengatakan nya tapi gimana ia harus mengatakan nya


"Tuh ada darah nya" ucap Riki pelan tapi matanya menatap atria malu mungkin, atria hanya terkikik geli begitupun dengan zahra dan ivan


"Hah yang bener" teriak Rita sambil memeriksanya


"Huaaa hiks malu" ucap Rita refleks memeluk farel yang ada di sampingnya sambil menangis


Farel melepas jaket kulitnya dan memasang nya pada pinggang Rita mengambil tangan kanan dan kiri jaket lalu mengikat nya menjadi satu


"Jangan nangis" ucap Ferel tersenyum geli

__ADS_1


"Malu hiks" ucap Rita mengeratkan pelukan nya pada farel


Rita ini memang aneh tadi dia marah marah, sekarang menangis seperti anak kecil dasar cewek yang sedang Pms memang tidak bisa di tebak


"Dasar cewek Pms" batin Riki,Farel dan ivan


"Hiks pulang yu yang" ucap Rita merengek seperti anak kecil pada farel tangan kanan nya menarik narik ujung kaus Farel


Farel menghembuskan nafasnya kasar "dasar cewek Pms aneh" Gumam farel


"Apa?" Teriak Rita menatap farel tajam


"Eh engga yang, mau pulang?" Tanya farel mengelus puncak rambut kepala Rita dengan sayang. Rita hanya mengangguk


"Yaudah yuk" ucap Farel


"Tapi mampir dulu yang ke indomaerot beliin aku pembalut yah yah yah" ucap Rita dengan tatapan memohon


"Indomaerot?" Tanya Farel lagi lagi farel mengerutkan alis nya karna bingung


"Indomart maksud aku tuh yang" teriak Rita mencubit pipi farel gemas


"Aduh sakit yang" farel mengaduh pasalnya cubitan nya sangat keras sampe pipi farel memerah


"Kamunya ngeselin sih yang" ucap Rita lembut, mengelus pipi farel dengan sayang


"Dasar cewek tadi galak, eh tiba tiba lembut lagi" batin Ivan


"Cewek memang gak bisa di tebak tuhan, kadang mereka seperti macam lapar, tapi terkadang bisa menjadi lembut seperti bulu marmut" batin Riki


"Yaudah nanti mampir, tapi nanti kamu ikut masuk yah" ucap Farel menangkap tangan Rita yang mengelus pipinya dan mengenggam nya erat


"Nonton drama" batin zahra


"Huaaa gue nonton drama korea asli, sosweet buanget huaa atri juga mau" batin Atria


"Gak ada tempat lain emang Rel sosweetan di Rs dasar gak modal Farel" Batin Riki yang jengah melihat Farel dan Rita


"Engga mau kamu aja sendiri yah yah plis yang sayang aku kan, masa kamu tega sama aku suruh masuk dalam keadaan gini hiks" ucap Rita kembali merengek


"Yaudah iya deh sayang" ucap farel akhirnya mengalah


Tuk tuk tuk


"Masuk" teriak Rita


"Assalamualaikum" ucap Ozy dan Elfi bersamaan


"Waalaikumsalam" jawab mereka


"Eh udah lengkap ternyata" ucap ozy


"Kok ada dia sih" ucap Elfi dingin sambil menunjuk ivan


"Ya dia jenguk gue" ucap Riki


"Gak sama cewek murahan nya kan" tanya Elfi


"Engga lo tenang aja kalo ada gue hajar tuh cewek" Ucap Rita ia telah mengepalkan tangan kanan nya dan menonjok nonjok telapak tangan kirinya mengingat wanita yang telah menyakiti Zahranya


Tapi tiba tiba


"Hiks yang perut Rita sakit" ucap Rita menangis *** telapak tangan Farel kuat


"Dasar ceue" batin Riki dan Ivan


"Loh kenapa?" Tanya Elfi khawatir

__ADS_1


"Biasa fi wanita" jawab Atri


Elfi hanya mengangguk


"Yaudah kita pulang duluan yah" ucap Farel


"Iya Rel lagian kasian tuh bini lo kesakitan" Ucap Riki


"Bini bini" Teriak Rita


"Aamiin jadi bini gue doanin aja" ucap farel merangkul Rita dan menuntun nya keluar


"Cabut ya" Teriak Farel


"Yaya bawel lo" teriak Atri


Sepeninggalan Farel dan Rita hanya keheningan yang ada di dalam Ruangan Rawat Riki


"Gimana keadaan lo ki,tri?" Tanya ozy


"Baik" ucap Riki dan Atria


"Kok bisa sama kak Ivan Ra?" Tanya Atria


"Gak boleh yah, zahra kan masih pacar gue dan kalian masih temen gue kan" ucap Ivan


"Gue minta maaf ya ki" Ucap ivan Akhirnya "gue kebawa emosi waktu itu dan maaf waktu lo sakit gue sama sekali gak jenguk lo dan malah berlibur" tambahnya


"Sama cewek itu?" Tanya elfi


Ivan mengangguk "awalnya gue juga nolak tapi fany maksa terus menerus akhirnya mau gak mau gue turutin lah" ucap ivan pelan


Zahra menghela nafas kasar matanya kembali berkaca kaca


"Jangan nangis lagi dong aku minta maaf" ucap Ivan menatap mata zahra yang berkaca kaca siap mengeluarkan air mata


Zahra tersenyum kecut lalu mengangguk


"Jadi status kalian masih pacaran?" Tanya Atri


"Masih" jawab Ivan mantap "btw ki di maafin gak?"


"Udah lupa gue, udahlah anggap aja gak terjadi apa apa" ucap Riki


"Makasih ki" ucap ivan, di angguki oleh Riki


Farel mengambil 5 pack pembalut yang biasa ia beli untuk Rita, farel telah 2 kali dan 3 kali dengan sekarang membelikan pembalut untuk kekasihnya itu


"Yang beli kirantinya juga nggak?" Tanya farel di ujung telepon


"Jangan beb" ucap Rita di sebrang sana


"Oke, mau sekalian beli cemilan?" Tanya farel lagi


"Engga jangan yang"


"Oiyah deh yang, jangan dulu di matiin telepon nya yang sebelum aku keluar dari indomaerot"


"Indomart yang" teriak Rita


"Indomaerot aja yang"


"Ish jangan yang kata aku indomart ya indomart" teriak Rita


"Iya sayang iya" akhirnya Farel mengalah


Lagi lagi Farel mengeluh "dasar ceue" decak Farel kesal

__ADS_1


__ADS_2