Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 123


__ADS_3

Untuk beberapa hari ke depan Alifa harus berjauhan dengan Akmal karena dia harus mengurus bisnisnya.Rasa bosan dan rindu karena jarak yang membentang dan komunikasi yang hanya bisa di lakukan via WhatsApp saja itupun dengan durasi pendek,membuat Alifa merasakan sedih dan juga jenuh.


Apalagi di malam Minggu ini,Alifa duduk merenung.Sudah lama dia tidak menghabiskan waktu sendirian seperti dulu dia menikmati waktu sendiri nya dengan pergi ke toko buku.


Yah,Alifa sering menghabiskan waktu untuk sekedar membaca buku atau menulis novel online."Ah rasanya aku rindu ingin pergi ke toko buku".Gumam Alifa.


Dia sekarang berada di pusat perbelanjaan terbesar bernama M*****itu.Ngemall,dan ngemil adalah kegiatan barunya.


"Itu dia".Ucap Alifa saat ekor matanya menangkap toko penjual buku.


Dengan langkah pelan,Alifa berjalan masuk ke dalam toko buku itu.Menghampiri rak buku dan membacanya satu persatu.


"Wow, lengkap juga yah buku yang ada disini.Apalagi novel.".Ucap Alifa,menatap rak buku yang berisi buku novel itu.Berjajar rapi sesuai dengan nama penulisnya.Alifa semakin kalap saja membeli novel yang belum ada di rak buku rumahnya.


Karena kecintaannya membaca novel,apalagi banyak buku novel yang baru.Alifa tak menyadari bahwa dia telah mengambil banyak sekali buku novel hingga tak tertampung oleh kedua tangan mungilnya.


Satu dua buku novel itu terjatuh ke lantai bahkan mengenai tubuh orang yang sedang berjongkok,mencari buku yang akan di belinya.

__ADS_1


"Maaf pak".Ucap Alifa,begitu buku novelnya mengenai tubuh seorang pria.


"Iya,gak papa".Sahut pria itu,sembari mengambil buku novel itu."Ini".Ucap pria itu menyodorkan buku novel Alifa tanpa mengalihkan pandangannya kearah Alifa.


"Terimakasih pak dan maaf untuk ini".Sahut Alifa,tak lupa beramah tamah dan mengucapkan kata maaf.


"Alifa".Kata pria itu saat dia menangkap jelas sosok wanita yang entah sengaja atau tidak telah menjatuhkan buku novel ke tubuh nya.


"Deon?".Tanya Alifa, seakan tak percaya dengan sosok laki-laki di hadapannya ini.


Yah,Pria itu adalah Deon.Dia juga tengah mencari buku ensiklopedia,buku kesukaan nya.


"Belanja baju.Yah,beli buku lah".Sahut Alifa, menurut nya pertanyaan Deon itu hanya sekedar basa-basi tapi terlanjur sudah basi juga.


"Haha".Deon tertawa sendiri,menyadari kebodohannya."Ups,maaf". Kata nya lagi.


Deon menelisik tubuh Alifa dari ujung kepala hingga ke bawah kaki.Sangat lucu menurutnya,karena wanita yang ada di hadapannya ini membawa banyak buku novel tapi tak sadar dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


"Kau hanya punya dua tangan tapi memaksakan diri untuk membawa semua buku novel.Kau pikir dewa Krishna".Sindir Deon,sembari tertawa.


"Gak sekalian dewa Ganesha aja".Celetuk Alifa,tak terima dirinya di jadikan bahan sindiran.


"Yah,betul kau cocok sekali jadi dewa Ganesha".Deon semakin tertawa terbahak-bahak.


Alifa semakin di buat geram saja dengan tingkah laku Deon.Seenaknya saja Deon mengatainya bahkan tertawa terbahak-bahak.


"Kalau tidak mau membantu setidaknya jangan menyindir orang lain apalagi di jadikan bahan candaan".Gertak Alifa,geram.


Di ambilnya buku novelnya yang berserakan di lantai sebab buku novelnya sudah terjatuh tadi karena kelebihan kapasita.


"Sudah tau tak mungkin bisa tertampung tapi tetap memaksakan diri untuk mengambil semua.Serakah sekali kau".Ucap Deon,meledek Alifa.


"Sudah tau cinta, tapi tidak di perjuangkan".Celetuk Alifa.


Deg

__ADS_1


Kata-kata Alifa membuat dia tersadar akan kesalahannya terhadap Alifa.Dia memang mencintai Alifa,dia juga tau tentang kepergian Alifa tapi dia tidak berusaha mencari keberadaan Alifa dan bahkan tidak memperjuangkan cintanya.Hingga perlahan cinta di hati Alifa untuknya mulai Melayu.Seperti tanaman bunga mawar itu.Layu sebelum tumbuh dengan sempurna.Cintanya telah kalah sebelum berjuang.


__ADS_2