Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 170


__ADS_3

"Bedebah,kenapa gak sesuai ekspektasi".Gertak daddy David,menatap nyalang pada Samantha.


"Sabar sayang".Sahut Samantha, menenangkan kekasih nya.


"Bagaimana aku bisa bersabar,jelas akmal telah mengolok-olok kita dan dengan mudahnya dia berkata seperti itu,kayak orang yang gak cemburu".Gertak daddy david.


Samantha mengelus lengan daddy David, memberikan ketenangan atas rasa emosi pada kekasih nya itu."Sabar dulu".Kata Samantha."Mati satu tumbuh seribu,masih ada 1001 cara untuk kita menghancurkan mereka".Jelas Samantha.


"Bagaimana kalau gagal lagi?".


"Coba lagi sampai berhasil.Jatuh bangkit lagi,balaskan dendam mu dan dapatkan semua yang kamu inginkan".Ucap Samantha berapi-api.


Daddy david,kembali memandang dua manusia yang menjadi musuh dalam hidupnya."Kalian boleh saja hidup tenang untuk sekarang ini, tapi tunggu esok atau lusa.Kalian pasti akan ku hancurkan". Gertaknya."Ayo,kita pergi saja dari sini, percuma menonton dua patung tak berguna itu".Ledek daddy David sembari merangkul Samantha.


Deon dan Alifa memang masih berdiri, mematung satu sama lain tak ada percakapan diantara keduanya.


Alifa tengah menikmati deburan ombak pantai pasir putih sembari memikirkan saham yang nantinya akan dia simpan untuk menambah pundi-pundi uang nya.Sedangkan Deon,dia tenggelam di dalam kubangan yang sama, terperangkap oleh takdir yang kembali mempertemukan mereka lagi.


Sementara itu akmal yang berada di ruang kerja Alifa,dia tengah asyik menatap laptop nya,sembari mengerjakan pekerjaan kantor yang di lakukan via online.


Kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi memudahkan untuk mengadakan meeting dadakan dan bisa di lakukan di jarak jauh.

__ADS_1


Saat,dia tengah asyik memperhatikan anak buahnya tengah mengadakan presentasi.Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Masuk".Teriak Akmal.


"Ini hasil yang anda minta".Ucap seorang pria, sembari menyodorkan map berisi fakta yang sudah di pantau nya.


"Jelaskan saja,Brian.Aku tidak ingin sedang membaca seluruh rangkaian penelitian mu".


"Baik".Sahut Brian.


Brian mulai memaparkan sejumlah fakta yang sudah dia selidiki di lapangan.Tentu yang dia selidiki adalah Alifa,yang menurut informasi yang di dapat nya Alifa tengah berada di PIK 2, tepat nya di pantai pasir putih.


"Jadi, nyonya Alifa memang tidak sengaja bertemu dengan mantan yang dalam caption tertulis MANTAN TERINDAH".Jelas Brian,tak lupa memberikan ledekan.


"Betul tuan dan anda tau sendiri mereka berdua manusia macam apa?".Sahut Brian,ikut emosi.


"Rupanya ada yang lagi mancing ikan di air keruh."


"Betul,lebih tepatnya Deon yang akan mereka jadikan sebagai kambing hitam dan Alifa yang menjadi sasaran nya".Sahut Brian,menimpali ucapan akmal.


Akmal menatap tajam pada asistennya itu."Daritadi kau terus menyahuti ucapan ku saja.Apa tidak ada pekerjaan lain,selain menimbrung ucapan orang lain?".Tanya Akmal.

__ADS_1


Brian nampak berpikir."Ada". Kata Brian.


"Apa?.


"Mengganggu hidup mu".Celetuk brian.


Akmal memelototi asistennya yang suka bercanda bukan tanpa tempat nya dan tak kenal situasi.


"Jaga mata mu itu,aku takut".Ucap Brian,bergidik ngeri.


"Badan aja gede, tapi penakut".Ledek akmal.


Brian menekuk mukanya,kesal."Kau gak bisa di ajak bercanda yah?".


"Tidak".


"Pantas kulit mu terlihat keriput karena jarang tersenyum".Lagi Brian meledek akmal.


"Kau tak berkaca sekali dengan wajah mu sendiri".Ucap akmal,berhasil mengskakmat Bria.


"Huh gak asyik".Brian pura-pura merajuk pada brian.

__ADS_1


Akmal memutar bola matanya, jengah dengan kelakuan asistennya.Dia tak pernah diajak serius,tak mengerti sekali dengan situasi dan kondisi tuannya itu.


"Terserah".


__ADS_2