Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 14 (EMPAT BELAS)


__ADS_3

"Makasih ya kak" ucap atria pelan


"Sama sama, mau ke kelas?" Tanya rizal, atria mengangguk, rizal tersenyum


"Ayo kakak anter" ucap rizal menarik tangan atria pelan


"Gak ngerepotin kak?" Tanya atria menatap rizal


"Engga lah" jawab rizal balik menatap atria , atria menunduk malu , rizal tersenyum


"Aku menemukan kembali orang seperti mu via" batin rizal


"Bt sih gak ada atri" keluh elfi sambil memainkan bukunya


"Hooh" ucap zahra memainkan pulpen nya


"Ya mau gimana lagi" ucap rita menenggelamkan wajahnya di balik tangannya


"Kak rikiiiii" Teriak atria sambil melambaikan tangannya, riki berbalik lalu menatap atria yang mulai mendekat bersama pria yang sebaya dengannya


"Iii bengong" ucap atria lalu memeluk riki erat bak rindu kepada sang kekasih yang telah berbulan bulan atau bertahun tahun tidak bertemu


Riki melepaskan pelukan atria "I..i...ini lo?" Tanya riki ragu sambil memperhatikan atri dari atas ampe bawah dari bawah ampe atas


"Iyaa ini gue kak" ucap atria


"Tapi bukan nya lo gak sekolah?" Tanya riki bingung


"Lo udah makan?" Tanya atria Riki menggeleng


"Ayo ke kantin" ucap atria menggandeng tangan riki


"Jawab dulu ko lo bisa di sini?" Tanya riki

__ADS_1


"Ke kantin dulu nanti gue ceritain di kantin" ucap atria


"Iyaa deh iyaa" ucap riki malas


"Kak mau ikut?" Tanya atria pada rizal


Rizal tersenyum lalu menggeleng


"Yaudah makasih buat bantuannya kak" ucap atria lalu berlalu dari hadapan rizal


Rizal mengangguk pelan lalu menyentuh dadanya , ada api kecemburuan di sana,mengapa ini terjadi? Ia cemburu? Pada orang yang baru saja beberapa jam ia kenal? Mengapa? Kenapa? Ko bisa? Mungkinkah ia jatuh cinta pada pandangan pertama? Secepat itukah? Itu lah yang di fikiran izal saat ini


1 bulan sudah atria bersekolah dengan seragam putih abu abunya , dan 2 bulan sudah ia tidak bertemu papahnya , papahnya hanya mengirim uang mengirim uang, menanyakan kabar atria dan riki lewat via suara tanpa melihat keadaannya, itupun jarang sekali paling 2 atau 3 minggu sekali papahnya menanyakan jatah uang dan kabarnya


Sangat menyebalkan bukan, seharusnya di usia mereka yang masih muda mereka masih bisa merasakan kasih sayang dari seorang mamah dan papah , yaya mereka tau bahwa mamah nya tidak bisa memberikan kasih sayangnya lagi tapi setidaknya papahnya bisa, sesibuk apapun itu


Dan dari kepergian mamahnya atria dan riki mandiri mereka tidak akan menghubungi papahnya jika tidak papahnya yang menghubungi terdahulu, mereka sudah cukup kecewa pada papahnya jadi ya begitulah


"Selamat pagi gays" sapa zahra hangat pada ke 3 sahabatnya itu sambil tersenyum manis *so manis kali ya wk* abaikan:v


"Kenapa?" Tanya zahra heran menatap ke tiga temannya yang kini telah menjadi sahabat


"Lo tumben pagi pagi udah senyam senyum gitu?" Tanya atria sambil menyentuh kening zahra memeriksa apakah zahra baik baik saja atau tidak


"Ibadah toh" ucap zahra menyingkirkan tangan atria dari keningnya lalu duduk di kursi miliknya


"Tapi lo gak biasanya kaya gitu" ucap rita curiga sambil memicingkan matanya mencari sesuatu disana


"Gue...


"Kenapa?" Tanya elfi memotong ucapan zahra


"Guee....

__ADS_1


"Jangan jangan" Potong atria


"Gueee....


"Obat lo abis" Potong rita lalu merekapun tertawa


"Gak lucu" teriak zahra lalu mengembungkan pipinya kesal


"Yeee ngambek" ucap elfi mencolek dagu zahra


"Bodo, pokoknya gue marah sampai jam istirahat titik" ucap zahra


"Ayo kantin zah, udah 5 menit nihh waktu istirahat" bujuk tiga sahabatnya itu


"Katanya Ngambek nya cuman sampe jam istirahat"


"Zahra sayang?" Ucap seseorang di ambang pintu


Ketiga teman zahra mengalihkan pandangannya pada seseorang yang sekarang berada di ambang pintu


"Kak ivan?" Teriak mereka


"Brisik" ucap ivan ketus sambil berjalan mendekati zahra, zahra tersenyum


"Kamu udah ke kantin sayang?" Tanya ivan mencium kening zahra lama setelah nya tersenyum


"Sayang?" Teriak mereka lagi


Zahra menggeleng pertanda belum


"Yaudah kuy kantin" ucap ivan


Sambil menggandeng tangan kiri zahra, mereka berduapun meninggalkan ketiga sahabat zahra yang masih sibuk dengan pikiran masing masing

__ADS_1


Next or stop?


__ADS_2